Muhammad Saw, Islam, dan Kebahagiaan

Oleh M. Anwar Djaelani, pengurus Dewan Da’wah Jatim

Dewaandakwahjatim.com, Surabaya – Gairah berislam harus selalu kita perkuat. Di antara caranya, perbarui-lah terus semangat, bahwa: Kita ridha bertuhankan Allah, ridha beragamakan Islam, dan ridha berteladankan Muhammad Saw.

Tauhid, Mantap!

Kehadiran Muhammad Saw di masyarakat yang sedang di puncak masa jahiliyah, bukan sesuatu yang tiba-tiba. Sebab, ternyata, golongan Ahli Kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani-terutama para pendeta-, telah lama mengetahuinya berdasarkan nubuat (wahyu yang diturunkan kepada Nabi) dalam Taurat dan Injil. Bahwa, di kalangan bangsa Arab dari keturunan Nabi Ismail As bin Nabi Ibrahim As akan lahir seorang Nabi pembawa agama yang sempurna.

 Di zaman Nabi Saw masih hidup dan sesudahnya, banyak pendeta dan orang terpelajar dari kalangan Ahli Kitab yang menjadi saksi masalah ini dan kemudian mereka masuk Islam. Di antara saksi-saksi itu adalah Negus dan Abdullah bin Salam.

Sebagai contoh, setelah Ja’far bin Abi Thalib Ra membacakan permulaan Surat Maryam, maka Negus raja Abysinia (Ethiopia) berpendapat bahwa Muhammad adalah Nabi yang dinubuatkan dalam Injil. Juga, kesaksian Abdullah bin Salam, yang berkata kepada kaum Yahudi Madinah, di hadapan Nabi Muhammad Saw: “Wahai kaumku, takutlah kepada Allah dan berimanlah kepada Nabi Muhammad Saw ini. Demi Allah, kamu sudah mengetahui bahwa ia itu benar utusan Allah, sebagaimana tersebut dalam Taurat, tentang nama dan sifat-sifatnya.”

Bersama banyak kesaksian lainnya, maka hal itu selaras dengan ayat ini: “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka” (QS Al-A’raaf [7]: 157).

Setelah kita meyakini kerasulan Muhammad Saw dan berusaha istiqomah meneladaninya, maka peliharah sikap itu. Simaklah ayat ini: “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkannya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi” (QS Al-Fath [48]: 29).

Islam adalah risalah yang dibawa Muhammad Saw. Islam berarti berserah diri secara total hanya kepada Allah. Maka, kata Islam itu bermakna ketauhidan dan berimplikasi kepada sikap untuk taat semata-mata kepada Allah.

Islam nama agama Allah yang dibawa Nabi Saw sebagai penutup semua Nabi dan ajarannya tertuju kepada seluruh umat manusia. Perhatikan ayat ini: “Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam” (QS Ali ‘Imran [3]: 19). “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia itu adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah itu Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS Al-Ahzab [33]: 40). “Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepadamu semua’.” (QS Al-A’raaf [7]: 158).

Nama Islam yang berintikan ketauhidan dan ketaatan, menunjukkan sifatnya yang universal dan berlaku bagi semua manusia. Sebagai bukti, Allah menunjuk alam semesta yang telah diciptakan dan dipelihara-Nya. Cermati ayat ini: “Dan, apakah mereka itu tidak memperhatikan / mempelajari kerajaan langit dan bumi serta segala sesuatu yang diciptakan Allah?” (QS Al-A’raaf [7]: 185).

Alam semesta bisa membuktikan kebenaran keberadaan Allah, kesempurnaan sifat-sifat-Nya, dan kebenaran agaman-Nya. Maka, ketika manusia men-tadabbur-i (mempelajari) alam semesta, ia akan menemukan suatu prinsip yang sangat penting: Bahwa alam semesta taat sepenuh disiplin hanya kepada Sang Pencipta yang tunggal.

Dengan demikian, alam semesta benar-benar menjadi bukti bagi kebenaran ajaran tauhid. Renungkanlah ayat ini: “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa” (QS Al-Anbiyaa’ [21]: 22). “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: ‘Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.’ Keduanya menjawab: ‘Kami datang dengan suka hati’.” (QS Fushshilat [41]: 11).

Pada hakikatnya agama Allah yang diajarkan semua Nabi adalah Islam juga. “Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini” (QS Al-Hajj [22]: 78).

Secara berangsur-angsur, agama Allah itu disempurnakan detail-detail syariatnya dari Nabi yang terdahulu ke Nabi yang terkemudian. Hal itu mencapai kesempurnaan pada Nabi Saw. Perhatikan ayat ini: “Pada hari ini, telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”  (QS Al-Maa-idah [5]: 3).  

Maka, seorang Muslim yakin bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang berisi petunjuk lengkap untuk semua aspek kehidupan manusia. Ini, rahmat tak ternilai. Renungkanlah ayat ini: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS Al-Israa’ [17]: 9). “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (QS An-Nahl [16]: 89).

Keistimewaan Al-Qur’an, antara lain: Isinya luas, benar, dan tepat untuk tata kehidupan ini. Artinya, jika prinsip-prinsip Al-Qur’an diaplikasikan maka akan tercipta sistim hidup yang sesuai dengan kepentingan semua manusia, kapanpun. Sistim itu menjamin kebahagiaan dunia-akhirat.

Agar Bahagia

Muhammad Saw pembawa petunjuk paripurna. Inti petunjuk itu, manusia ditetapkan sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi dan berkewajiban mengibadahi Allah. Misi mulia itu dimulai dengan pertama-tama memperbaiki akhlak manusia. Lantas, mengatur cara hidup berkeluarga dan bermasyarakat yang berprinsip dasar: Tolong-menolong, saling mencintai, bersistim ekonomi yang menjamin keadilan sosial, dan bersistim sosial-kemasyarakatan berdasar asas persamaan hak. Selanjutnya, masyarakat Islam ini dihubungkan dengan kelompok masyarakat lain untuk menciptakan tata kehidupan global yang saling menguntungkan dan menghormati.

Jadi, selalu-lah bersemangat! Senantiasa-lah bersama ajaran Muhammad Saw, agar bahagia. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *