Konspirasi Jahat Kafir-Munafik Merusak Negara

Dr. Slamet Muliono Redjosari
Pengurus Dewan Da’wah Bidang Ghazwul Fikri dan Pemikiran lslam, Jawa Timur

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Al-Qur’an memberi peringatan kepada orang-orang beriman untuk berhati-hati terhadap berbagai siasat jahat dari orang kafor dan munafik. Dua kelompok manusia ini berbeda karakter tetapi memiliki satu visi yakni menghancurkan generasi Islam. Kalau orang kafir jelas sikap dan perilakunya, yakni secara terbuka dan terang-terangan menentang Islam. dia menunjukkan ketidaksukaannya pada Islam. Sementara orang munafik menutup-nutupi watak jahatnya dengan menampakkan Islam, namun sikap menampakkan Islam itu sebagai siasat untuk menutupi kebenciannya pada Islam. Oleh karenanya, pantas apabila Allah menghukumnya dengan meletakkan di dasar neraka.

Kongkalikong Jahat

Allah secara sengaja mendeklarasikan bahaya orang kafir dan orang munafik. Dua kelompok manusia membenci Islam secara permanen. Mereka bekerjasama dan menjalin kongsi untuk melakukan kerusakan serta berbuat makar pada Islam. Allah pun memperingatkan kepada Nabi untuk berhati-hati atas siasat jahat kedua golongan itu. Hal ini termaktub sebagaimana firman-Nya :

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللّٰهَ وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَا لْمُنٰفِقِيْنَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا 

“Wahai nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,” (QS. Al-Ahzab : 1)

Allah memperingatkan kepada nabi agar waspada terhadap keinginan-keinginan dua golongan itu guna menjerumuskan dirinya. Keinginan orang kafir dan munafik itu seolah-olah indah dan menyenangkan hati, tetapi jika ditelusuri lebih dalam justru membawa keburukan. Keinginan orang kafir agar Nabi menyingkirkan orang-orang beriman yang miskin, sebagai syarat akan bergabung pada Islam merupakan salah satu contoh. Atas siasat ini, Nabi Muhammad tergoda dan terpesona. Namun Allah menegurnya, sehingga Nabi tetap perhatian terhadap orang beriman yang lemah.

Orang-orang kafir dan munafik senantiasa bergerilya aktif dalam komunitas yang menguntungkan secara ekonomi. Di pasar atau di kekuasaan, mereka ini bergerak dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain. Di pasar, mereka melakukan politik dagang yang merugikan umat Islam. Bahkan mereka berani bertransaksi menyembunyikan barang yang cacat dengan mengatakan barang yang baik dan berkualitas. Dalam dunia politik, mereka menghalangi umat Islam yang berjuang untuk menegakkan syariat Islam. Orang munafik menakut-nakuti orang beriman agar bekerjasama dengan orang kafir. Bekerjasama dengan orang kafir agar menjadi kuat, karena orang kafir umumnya memegang kendali ekonomi dan politik. Hal ini ditegaskan Allah sebagaimana firman-Nya :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ عَلَيۡكُمۡ سُلۡطَٰنٗا مُّبِينًا }
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)? (QS. An-Nisa’: 144)

Ketiadaan memegang prinsip kebenaran inilah yang membuat orang kafir memanfaatkan orang-orang munafik untuk menghancurkan Islam dari dalam. Betapa banyak partai Islam yang tidak menyuarakan aspirasi umat Islam dengan berjuang untuk tegaknya hukum dan terciptanya keadilan. Alih-alih memberantas korupsi, petinggi partai Islam justru ikut terlibat dalam praktek korupsi. Bahkan di antara mereka bekerjasama untuk menjatuhkan sesama muslim yang dipandang sebagai rival dalam perebutan kekuasaan.

Persatuan Kafir-Munafik : Dunia dan Akherat

Untuk menghadapi sikap mendua dari orang munafik yang menempel orang kafir ini, Allah memberi wasiat agar mengikuti apa saja yang diperintahkan-Nya. Di samping sebagai benteng atas dahsyatnya konspirasi jahat dari orang kafir-munafik, hal ini sebagai penguat agar tetap kokoh dalam memegang kebenaran. Allah menyatakan hal itu sebagaimana firman-Nya :

وَّا تَّبِعْ مَا يُوْحٰۤى اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا 

“dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Ahzab : 2)

Sikap tunduk dan patuh dengan menerima secara total terhadap apa yang Allah perintahkan merupakan prinsip dalam beragama. Betapa banyak manusia yang berani menolak untuk berpegang teguh pada agama dengan alasan kebanyakan manusia melakukan hal itu. Kalau politik suap atau korupsi dianggap lazim, mereka melakukannya, meskipun agama melarangnya. Allah pun menjelaskan perkataan orang kafir yang melecehkan orang yang beriman yang berpegang teguh pada agamanya. Hal ini sebagaimana firman-Nya :

{ وَقَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلۡكِتَٰبِ أَنۡ إِذَا سَمِعۡتُمۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ يُكۡفَرُ بِهَا وَيُسۡتَهۡزَأُ بِهَا فَلَا تَقۡعُدُواْ مَعَهُمۡ حَتَّىٰ يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيۡرِهِۦٓ إِنَّكُمۡ إِذٗا مِّثۡلُهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡكَٰفِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا }

Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur`ān) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang yang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahannam, (Surat An-Nisa’: 140)

Sikap orang-orang muslim yang menuruti keinginan orang kafir, yang ditopang oleh orang munafik ini, mengakibatkan dampak yang buruk dan membawa kehancuran bagi kehidupan sosial dan politik. Realitas ini membuat pejabat muslim tidak berbeda dengan orang-orang kafir yang terlibat dalam praktek kejahatan politik untuk memarginalisasi politik umat Islam. Kondisi yang demikian, pantaslah Allah meletakkan orang kafir dan munafik secara bersama-sama di dalam neraka Jahannam.

Surabaya, 13 Oktober 2022

Admin: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *