BERHARAP PROVINSI RIAU MENJADI PEMIMPIN PERADABAN

Oleh: Dr. Adian Husaini
Ketua Umum Dewan Dakwah

Dewandakwahjatim.com, Surabaya - Pada tanggal 29-31 Juli 2022, saya kembali menghadiri sejumlah aktivitas dakwah di Provinsi Riau. Acara utama adalah menghadiri peresmian Gedung Markas Dakwah Dewan Da’wah Riau pada 31 Juli 2022. Acara peresmian itu langsung dilakukan oleh Gubenur Riau H. Syamsuar, M.Si.
Gedung Markas Da’wah itu adalah hibah dari Mantan Gubernur Riau, Saleh Jasit, 

Dalam sambutannya, Gubernur Riau menekankan perlunya umat Islam di alam Melayu melakukan kerja yang sungguh-sungguh agar mereka tidak tersingkir. Begitu juga, Gubernur mendukung aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Dewan Da’wah untuk mendidik dan mengirimkan para dai ke daerah-daerah pelosok.


Usai acara peresmian Markas Dewan Da’wah Riau, kegiatan dilanjutkan dengan acara seminar menyambut Tahun Baru Islam 1444 Hijriah. Saya menekankan apa yang disampaikan oleh Gubernur Riau, bahwa umat Islam di wilayah Tamadun Melayu perlu memiliki kebanggaan terhadap nilai-nilai dan ajaran Islam yang telah diterima oleh masyarakat Melayu.
Saya menyampaikan kembali teori kebangkitan peradaban yang disampaikan oleh Muhammad Asad, bahwa suatu peradaban tidak akan berkembang jika peradaban itu sudah hilang kebanggaannya terhadap diri sendiri dan sudah terputus dari sejarahnya. Para ulama di wilayah Tamadun Melayu ini sudah mewariskan ribuan karya ilmiah dalam bahasa Melayu, dalam tulisan Arab Melayu.
Bahkan, tokoh dan ulama Riau, Raja Ali Haji adalah perumus penting pedoman Bahasa Melayu yang kemudian dijadikan sebagai rujukan dalam ikrar pada Pemuda Indonesia untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Dari sinilah, sebenarnya Provinsi Riau memiliki potensi dan kewajiban sejarah untuk bangkit dan tampil sebagai pemimpin peradaban di wilayah Nusantara.
Provinsi Riau patut yakin dan bangga dengan Peradaban Melayu, karena mereka sudah merasakan keagungan ajaran Islam dalam lintasan sejarah mereka. Kedatangan Islam di alam Melayu ini telah membawa perubahan yang mendasar dalam kehidupan bangsa Melayu. Disamping itu, kini mereka dikaruniai kekayaan alam yang melimpah. Juga, sumber daya manusia yang memadai dari segi pendidikan.


Untuk menapaki jalan kebangkitan peradaban Melayu, saya mengusulkan, agar Markas Dewan Da’wah Riau juga dijadikan sebagai pusat studi sejarah peradaban Islam di wilayah Nusantara. Pusat studi ini harus menyimpan karya-karya penting para ulama dan tokoh Islam terkemuka, seperti Mohammad Natsir dan Raja Ali Haji.
Demikianlah harapan besar patut kita tumpukan kepada Dewan Da’wah Riau agar memainkan peranan penting dalam kebangkitan peradaban Melayu, khususnya di Provinsi Riau. Peradaban Melayu berpotensi menjadi teladan bagi peradaban lainnya, sebab saat ini berbagai peradaban besar, khususnya peradaban Barat, sedang dalam posisi “menurun” (decline), setelah sampai pada puncaknya.


Pada ahad (31/7/2022) sore hari, saya diundang untuk wawancara tentang masa depan Peradaban Melayu oleh seorang tokoh di Pekanbaru. Beliau memiliki satu channel YouTube: tuk wan channel. Tema yang saya sampaikan adalah bagaimana peradaban Melayu menghadapi tantangan modernitas. Di alam modern saat ini, umat manusia diajak untuk memuja materi dan berpikir sekular. Yakni, berpikir dalam perspektif dunia ini saja.

Untuk menghadapi tantangan modernitas itu, para ulama di alam Melayu sudah mewariskan kitab-kitab aqidah dan pemikiran Islam yang hebat. Salah satunya, adalah Kitab Gurindam 12 karya Raja Ali Haji. Kitab ini memberikan landasan berpikir yang kuat dalam menghadapi tantangan modernitas: “Barangsiapa tiada memegang agama, maka sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama… Barangsiapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang terperdaya. Barangsiapa mengenal akhirat, tahulah ia dunia itu mudharat!” 

Ketika ditanya, “Bagaimana cara menapaki jalan kebangkitan peradaban Melayu?” Saya menjawab: “ Melalui pendidikan yang benar. Yakni, pendidikan yang melahirkan orang-orang baik. Bukan hanya orang yang bisa mencari makan agar bisa hidup, tetapi orang yang memahami makna dan tujuan hidup!”
Peradaban Melayu akan unggul jika mampu mewujudkan indikator-indikator keunggilan akhlak mulia, dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu di Riau ini harus diwujudkan universitas terbaik, pesantren terbaik, sekolah terbaik, masjid terbaik, dan yang terpenting adalah pribadi dan keluarga terbaik. 
Kita doakan, saudara-saudara kita di Provinsi Riau mampu mewujudkan amanah dan cita-cita yang mulia itu. Aamiin. (Pekanbaru, 31 Juli 2022).

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *