Najis di Hati yang Sulit Dihapus

Oleh Sigit Subiantoro, Wakil Ketua DDII Kediri

Dewandakwahjatim.com, Kediri – Alkisah,
Suatu ketika ulama sufi, Abu Yazid al-Busthami, tengah berjalan sendiri di malam hari, lalu ia melihat seekor anjing yang berjalan ke arahnya. Namun ketika anjing sudah hampir dekat, Al-Busthami mengangkat jubahnya, takut tersentuh anjing yang najis itu. Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya. Qadarullah, atas izin Allah, Abu Yazid seperti mendengar anjing itu berkata kepadanya,

“Wahai Abu Yazid…
Tubuhku ini kering dan tidak akan menyebabkan najis padamu. Jikalau pun karena menyentuhku kau merasa najis, maka cukup basuhlah dengan 7 kali basuhan air dan tanah. Namun, jika kau mengangkat jubahmu, karena merasa dirimu lebih mulia dariku, 7 samudera tak akan bisa menghilangkan najis di hatimu.

Abu Yazid tersentak seketika dan minta maaf. Dia langsung mengajak anjing itu untuk bersahabat dan berjalan bersama. Namun si anjing itu menolaknya, karena takut akan cemoohan dan lemparan batu, dari orang-orang yang memuliakan Abu Yazid.

Lalu anjing itu pun berjalan, berlalu pergi meninggalkan Abu Yazid. Namun Abu Yazid masih terdiam, menghela nafas panjang tertunduk malu. Dan berkata, “Ya Allah, untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaan-Mu saja aku tak layak, bagaimana aku merasa layak berjalan bersama dengan-Mu, ampunilah aku, dan sucikanlah hatiku dari najis.”

Dan sejak itu Abu Yazid memuliakan dan mengasihi semua makhluk Tuhan tanpa syarat.

Allah Ta’ala berfirman:

 ۚ فَلَا تُزَكُّوْۤا اَنْفُسَكُمْ  ۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى

“…Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.”
(QS An-Najm 53: 32)

Semoga bermanfaat

#muhasabah#renunganhati#janganmerasasuci#kisahhikmah#cintamakhluktuhan#adab#jendelahati

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *