Oleh: Adi Purnomo, Sekretaris DDII Kab. Banyuwangi
Dewandakwahjatim.com, Bunyuwangi – Salahsatu cara untuk bisa khusuk dalam sholat ialah mengerti, memahami apa yg dibaca saat sholat, diantaranya adalah memahami “Bacaan Tasyahud” dalam sholat.
Bacaan Tasyahud adalah dialog yg terjadi antara Nabi Muhammad SAW dg Allah SWT ketika Nabi bertemu dg Allah dlm peristiwa Isro’ Mi’roj.
Bacaan tahiyatul mubarakatus yang lengkap adalah:
Arab:
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ. اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.
اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلٰى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لَّا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللّٰهِ.
Latin:
Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatulillaah.
Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh.
Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiin.
Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.
Terjemahan:
“Segala penghormatan, keberkahan, sholawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah Allah dilimpahkan kepadamu wahai Nabi. Keselamatan dilimpahkan kepada kami dan seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Penjelasan:
Bacaan ini merupakan bagian dari tahiyat, yaitu bacaan dalam shalat yang dibaca saat duduk di antara dua sujud (tahiyat awal) dan sebelum salam (tahiyat akhir).
Perbedaan Tahiyat Awal dan Akhir:
Tahiyat awal:
Berhenti sampai bacaan “wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah” (dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah).
Tahiyat akhir:
Dilanjutkan dengan membaca sholawat (Allahumma sholli ‘ala Muhammad…) dan doa.
Tambahan untuk Tahiyat Akhir:
Setelah membaca tahiyat, dalam tahiyat akhir ditambahkan bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga, serta doa memohon keberkahan.
Contoh bacaan sholawat dan doa dalam tahiyat akhir:
Arab:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَّعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَّعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ
Latin:
Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa ibraahiima wa ‘alaa aali ibraahiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarakta ‘alaa ibraahiima wa ‘alaa aali ibraahiim fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.
Terjemahan:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.”
ASAL USUL Bacaan Tasyahud (Attahihatul Mubarokatuh⁴ Sholawatuh Thoyibatullillah ...)
Bacaan tahiyat awal dan akhir dalam shalat, yang juga dikenal sebagai tasyahud, memiliki akar sejarah dari peristiwa Isra Mi’raj.
Saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isra Mi’raj, beliau bertemu dengan Allah SWT dan terjadi percakapan.
Percakapan ini kemudian menjadi dasar bacaan tahiyat, dengan tambahan shalawat kepada Nabi Muhammad dan doa untuk kebaikan dunia akhirat.
Asal Usul Bacaan Tahiyat:
Dialog dalam Isra Mi’raj:
Dalam peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mengucapkan “Attahiyatul Mubarakatush Shalawatut Thayyibatulillah” (Segala penghormatan, pengagungan, dan pujian hanya bagi Allah).
Allah SWT menjawab dengan “Assalamu’alaika ayyuhan Nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh”
(Semoga keselamatan, rahmat, dan keberkahan Allah dilimpahkan kepadamu wahai Nabi).
Nabi kemudian menjawab
“Assalamu’alaina wa’ala ‘ibadillahish shalihiin”
(Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kami dan seluruh hamba Allah yang shalih).
Malaikat di Sidratul Muntaha pun ikut mengucapkan,
“Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu”
(Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah).
Menjadi Bagian dari Shalat:
Rangkaian dialog tersebut kemudian menjadi bacaan tahiyat dalam shalat. Tahiyat awal dibaca pada saat duduk di antara dua sujud pada rakaat kedua, sedangkan tahiyat akhir dibaca pada akhir rakaat terakhir sebelum salam.
Perbedaan Tahiyat Awal dan Akhir:
Tahiyat Awal
Berisi pengakuan keesaan Allah dan kenabian Muhammad SAW.
Setelah itu, dilanjutkan dengan bacaan shalaowat kepada Nabi Muhammad.
Tahiyat Akhir:
Selain berisi pengakuan keesaan Allah dan kenabian Muhammad, juga ditambahkan shalawat kepada keluarga Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad, serta doa untuk kebaikan dunia dan akhirat.
Pentingnya Memahami Bacaan Tahiyat
Menghayati Makna Salat:
Memahami asal usul dan makna bacaan tahiyat dapat meningkatkan kekhusyukan dalam shalat.
Menghormati Nabi dan Allah:
Bacaan tahiyat adalah bentuk penghormatan dan pengagungan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mempererat Ukhuwah Islamiyah:
Doa dalam tahiyat juga mencakup permohonan keselamatan bagi seluruh umat Islam, mempererat tali persaudaraan, melakukan perjalanan Isra Mi’raj, beliau bertemu dengan Allah SWT dan terjadi percakapan. Percakapan ini kemudian menjadi dasar bacaan tahiyat, dengan tambahan shalawat kepada Nabi Muhammad dan doa untuk kebaikan dunia akhirat.
Mudah-mudahan, artikel singkat ini bisa meningkatkan kekhusukan sholat kita.
وَعَلَيْكُم السَّلَام وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ
شكرا كثرا
Barokallah,
جزاك اللهُ خيرا
Kaligondo, Genteng, Banyuwangi, Jawa-Timur.
Ahad, 9 Safar 1447 /
3 Agustus 2025 /
Sunday, August 3, 2025.
Pukul,18.25 WIB.
