Luwes dalam Pergaulan, Luas dalam Persahabatan, Terbuka dalam Kerja Sama, tetapi Tetap Teguh dalam Prinsip Perjuangan.
Oleh Indah Hanifah binti Hanif Adzhar, Biro Kemuslinatan DDII Jatim
Ada sesuatu yang menarik dan patut diapresiasi dari Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII). Salah satunya adalah kemampuannya menghimpun berbagai potensi umat Islam yang datang dari latar belakang organisasi, pengalaman pergerakan, tradisi, bahkan afiliasi politik yang beragam.
Di dalamnya dapat berhimpun orang-orang yang memiliki latar belakang Muhammadiyah, Aisyiyah, Nahdlatul Ulama, Persis, Al-Irsyad, KB PII, KAHMI, FORHATI, bahkan dari berbagai partai politik.
Masing-masing datang dengan identitas, pengalaman, dan perjalanan perjuangannya sendiri. Mereka tidak harus meninggalkan organisasi asalnya, tidak harus menghapus sejarah pergerakannya, dan tidak harus kehilangan jati dirinya untuk bisa berkhidmat bersama di DDII.
Inilah salah satu keistimewaan DDII: mampu menjadi ruang pertemuan berbagai potensi umat.
DDII tidak hadir untuk mengecilkan organisasi lain, apalagi mempertentangkan satu organisasi dengan organisasi lainnya. Justru keberagaman tersebut dipandang sebagai kekayaan yang dapat saling melengkapi dalam perjuangan dakwah.
Jika boleh menggunakan sebuah perumpamaan, DDII memiliki keluwesan seperti bunglon dalam beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Tentu bukan dalam pengertian berubah-ubah prinsip atau kehilangan jati diri, melainkan kemampuan menyesuaikan diri tanpa harus mengorbankan nilai-nilai perjuangan.
Namun, keterbukaan bukan berarti tanpa batas.
DDII memiliki orientasi perjuangan yang jelas, yakni:
لِإِعْلَاءِ كَلِمَاتِ اللّٰهِ
“Untuk meninggikan kalimat-kalimat Allah”.
Karena itu, ruang kebersamaan dan kerja sama diarahkan kepada pihak-pihak yang memiliki semangat perjuangan sejalan dengan dakwah Islam, menghormati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Artinya, terbuka bukan berarti kehilangan prinsip. Bersahabat bukan berarti mengabaikan nilai. Dan bekerja sama bukan berarti harus menyamakan seluruh pandangan.
Ada empat karakter yang patut menggambarkan semangat tersebut:
Luwes dalam pergaulan, mampu berinteraksi dengan berbagai kalangan dan latar belakang.
Luas dalam persahabatan, tidak membatasi persaudaraan hanya pada identitas organisasi sendiri.
Terbuka dalam kerja sama, mampu menyatukan potensi dan kekuatan umat demi kepentingan dakwah.
Tetapi tetap teguh dalam prinsip perjuangan, tidak kehilangan arah, identitas, dan tujuan.
Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
(QS. AlMa’idah (5): 2)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kerja sama dalam kebaikan merupakan bagian penting dari kehidupan umat Islam.
Kita tidak harus berasal dari organisasi yang sama untuk dapat berjuang bersama. Kita tidak harus memiliki pandangan yang seragam dalam segala hal untuk dapat saling menguatkan.
Sebab, dakwah terlalu luas untuk dibatasi oleh sekat-sekat organisasi.
Kebesaran sebuah organisasi bukan hanya terlihat dari seberapa kuat ia membangun rumahnya sendiri, tetapi juga dari seberapa luas ia mampu membuka pintu bagi potensi umat untuk bersama-sama memperjuangkan kebaikan.
Berbeda organisasi, berbeda pengalaman, bahkan berbeda afiliasi politik, tetapi tetap bisa duduk bersama dalam satu semangat dakwah.
Kita boleh memiliki banyak identitas organisasi, tetapi jangan sampai kehilangan identitas besar sebagai sesama umat Islam yang memiliki tanggung jawab terhadap dakwah.
Pada akhirnya, kita tidak harus memiliki warna yang sama untuk bisa melukis tujuan yang sama.
Sebab, keindahan sebuah perjuangan justru dapat lahir dari keberagaman yang dirajut dalam kebersamaan.
Luwes dalam pergaulan, luas dalam persahabatan, terbuka dalam kerja sama, tetapi tetap teguh dalam prinsip perjuangan.
Bersama meninggikan kalimat Allah, merawat ukhuwah, dan berkhidmat untuk umat serta bangsa.
*Oleh-oleh dari Pelantikan Pengurus Kabupaten dan Kota Probilinggo
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono S
