Dewandakwahjatim.com, Jombang – Perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama’ ke -35 di Ponpes Bahrul UlumTambakberas, Jombang yang mengambil tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat, untuk Kamaslahatan Bangsa” mendapatkan atensi khusus dari Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Dr. K.H. Fatkhur Rohman, selaku ketua menyampaikan tahniah dan doa untuk kelancaran dan kesuksesan agenda lima tahunan tersebut. ” Selamat dan Sukses Muktamar NU ke-35. Semoga menghasilkan keputusan-keputusan strategis untuk kemaslahatan agama, bangsa, dan negara,” kata Kiai muda yang juga direktur Ponpes eLKISI Mojokerto itu. Kiai Fathur pribadi tidak bisa hadir di arena Muktamar karena ada agenda nendesak pada saat yang sama. Sekretaris Dewan Da’wah Jatim mewakili Pengurus hadir di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Salah seorang Rois Syuriah PBNU, K.H. Muhammad Cholil Nafis Lc, MA, Ph.D. mengungkapkan terima kasihnya atas kehadiran Sekretaris Dewan Da’wah Jawa Timur, Tom Mas’udi, di arena Muktamar. “Terima kasih banyak atas kehadirannya di Tambakberas. Semoga semakin mengeratkan silaturahim dan ukhuwah”, ungkap Kiai Cholil Nafis yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MUI Pusat ini.
Ungkapan serupa turut disampaikan Dr. H. Rahmat Hidayat, S.E., M.T., alumnus HMI Jember yang menjadi anggota A’wan PBNU. “Kehadiran Sekretaris Dewan Da’wah Jatim meneguhkan rasa cinta dan spirit ukhuwah Islamiyah, basyariah, dan wathaniah yang pada gilirannya membuat NKRI semakin kokoh,” ujar Dr. Rahmat Hidayat, Sekjen DMI (Dewan Masjid Indonesia), dosen Pasca Sarjana UI dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta pengasuh Ponpes Madinatur Rohmah, Tenjo, Bogor.
Mekanisme Baru Pemilihan Ketua Umum
Sekilas tentang jalannya Muktamar, dari pantaun dewandakwahjatim.com menjelang tengah malam kemarin (Sabtu 29/8/2026), keputusan tentang mekanisme pemilihan pucuk pimpinan telah ditetapkan dalam Sidang Pleno yang dipimpin oleh sekretaris SC (Steering Committee), Prof. Dr. Muhamnad Nuh .
Dalam voting yang melibatkan 552 muktamirin yang memiliki hak suara, 150 diantaranya memilih poin A (Ketua Tanfidziyah dan Rois ‘Aam dipilih oleh muktamirin, one man one vote. 401 suara setuju Ketua Rois ‘Aam dan Ketua Tanfidziyah dipilih oleh AHWA / Ahlul Halli wal Aqdi yang terdiri atas 9 anggota yang akan memilih di antara 5 suara tertinggi usulan muktamirin). Sedangkan 1 suara dinyatakan tidak sah. Dengan demikian Ketua Umum PBNU Periode 2026 -2031 akan dipilih oleh AHWA, bukan lagi dipilih langsung oeh muktamirin sebagaimana pada Muktamar sebelumnya di Lampung.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
