Oleh: Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.l., Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur dan Direktur PPIC eLKISI, Mojokerto
Dewandakwahjatim.com, Mojokerto – Rahmat Allah adalah karunia agung yang menjadi tujuan setiap hamba. Allah berfirman, “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” (QS. Al-A’raf: 156). Namun, rahmat itu diberikan secara khusus kepada mereka yang menempuh jalan ketaatan dan amal shalih.
Di antara amalan yang mengantarkan kepada rahmat Allah adalah iman dan tauhid yang murni. Allah berfirman,
“Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (muhsinin)” (QS. Al-A’raf: 56).
Keimanan yang benar harus diwujudkan dalam ibadah seperti shalat, zakat, dan ketaatan lainnya. Allah juga berfirman, “Taatilah Allah dan Rasul, agar kalian dirahmati” (QS. Ali Imran: 132).
Selain itu, berbuat ihsan kepada sesama menjadi sebab turunnya rahmat. Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman” (HR. Tirmidzi). Menolong sesama, membantu yang lemah, dan berakhlak mulia adalah jalan meraih kasih sayang Allah.
Memperbanyak istighfar dan taubat juga termasuk kunci utama. Allah berfirman, “Mengapa kamu tidak memohon ampun kepada Allah agar kamu mendapat rahmat?” (QS. An-Naml: 46).
Taubat yang tulus akan menghapus dosa dan membuka pintu rahmat yang luas.
Menjaga silaturahmi dan berbakti kepada orang tua juga termasuk amalan yang mendatangkan rahmat.
Dalam hadits disebutkan bahwa ridha Allah tergantung pada ridha orang tua (HR. Tirmidzi).
Begitu pula sifat jujur dan amanah akan membawa kepada kebaikan yang berujung pada rahmat Allah.
Akhirnya, rahmat Allah akan diberikan kepada hamba yang bertakwa. Allah berfirman, “Rahmat-Ku akan Aku tetapkan bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-A’raf: 156).
Maka, marilah kita memperbanyak amal shalih, memperbaiki diri, dan senantiasa berharap rahmat-Nya, agar hidup kita dipenuhi keberkahan dan keselamatan di dunia serta akhirat.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
