Tantangan Utama ICMI Orwil Jatim Pasca Muswil Surabaya

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Tantangan utama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur ke depan adalah menghadapi arus disrupsi teknologi, menguatnya polarisasi sosial-politik, serta krisis etika publik di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) ICMI Jatim, berikut adalah rincian tantangan strategis yang harus dihadapi organisasi ke depan:

  1. Menghadapi Disrupsi Global dan Teknologi
  • Arus Disrupsi: Cendekiawan dituntut adaptif terhadap perubahan teknologi yang masif agar tidak tertinggal oleh zaman.
  • Budaya Riset: Mengubah hasil keilmuan agar tidak mandek di ruang akademik, melainkan menjadi solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
  1. Mengatasi Polarisasi dan Krisis Sosial
  • Polarisasi Sosial-Politik: Menjaga keutuhan masyarakat Jatim dari pembelahan ideologi dan kepentingan kelompok.
  • Krisis Etika Publik: Mengembalikan etika, moral, dan penurunan kualitas dalam ruang dialog kebangsaan.
  • Eksklusivisme: Membuka ruang dialog lintas agama dan golongan demi mencegah konflik sosial.
  1. Memperkuat Peran Strategis di Pemerintahan
  • Mitra Kebijakan: Menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam merumuskan kebijakan publik berbasis data dan ilmu pengetahuan.
  • Menjaga Marwah Intelektual: Mengembalikan peran cendekiawan sebagai kekuatan moral dan “penjaga akal sehat bangsa”.
  1. Agenda Organisasi 2026–2031

Untuk menjawab tantangan tersebut, dalam kepengurusan periode baru ini ICMI Jatim harus fokus pada penyusunan arah kebijakan strategis jangka panjang, termasuk perumusan buku ICMI 2045 dan gagasan New Public Square.(Sudono Syueb/Kominfo)

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *