Di balik kesuksesan seorang istri, ada suami yang senantiasa mendampingi. Benar, pada kesuksesan seorang istri ada jejak dan pengorbanan panjang suami yang mendampingi.
Oleh Djuwari Syaifufdin, Ketua Biro Pemberdayaan Daerah DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya– Para istri mampu membangun kariernya, bisa konsentrasi penuh, dan sigap menyelesaikan persoalan yang dihadapi di kantor atau institusinya karena memiliki suami yang setia dan selalu siap memberikan dukungan seratus persen.
Era modern saat ini, di balik kesuksesan seorang istri, ada suami setia yang berdiri kokoh di sampingnya, mendukung setiap langkah dan mimpinya.
Kesuksesan seorang istri, baik dalam karier, bisnis, pendidikan, maupun kontribusi sosial, bukanlah sebuah pencapaian tunggal. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja sama yang harmonis di dalam rumah tangga. Ketika seorang istri mampu terbang tinggi meraih potensinya, itu karena ia tahu ada “rumah” yang aman, penuh kasih sayang dan dukungan untuk tempatnya kembali.
Peran penting seorang suami suportif dan do’a yang menjadi fondasi kesuksesan sang istri meliputi beberapa aspek krusial.
Penyokong Mental dan Emosional, Dunia di luar rumah sering kali penuh dengan tekanan dan kompetisi. Kehadiran suami yang setia mendampingi, menjadi pendengar yang baik, serta memberikan pelukan penenang saat istri lelah adalah bahan bakar emosional yang tak ternilai harganya.
Meruntuhkan Ego demi Kerja Sama, Suami yang setia tidak merasa tersaingi oleh pencapaian istrinya. Sebaliknya, ia dengan bangga berbagi peran domestik, mulai dari mengurus rumah hingga mendidik anak. Kerja sama ini memberi ruang bagi istri untuk berkembang tanpa dihantui rasa bersalah.
Menjadi Sahabat Diskusi, Suami setia bukan hanya pendamping di masa senang, tetapi juga rekan berpikir yang kritis. Ia menjadi tempat pertama bagi istri untuk bertukar ide, menyusun strategi bisnis, atau sekadar meminta pertimbangan atas keputusan-keputusan besar.
Pendoa di Langit Sunyi, Di balik ketangguhan seorang istri di luar rumah, ada doa-doa tulus yang dipanjatkan suami dalam sujudnya. Doa seorang suami yang rida adalah berkah utama yang melancarkan setiap urusan sang istri.
اللهم يسر لنا امورنا امور الدنيا و الاخيرة لجوزات
Ya Allah, mudahkanlah untuk kami urusan-urusan dunia, dan urusan-urusan akhirat untuk istriku.
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَهْلِيْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ وَارْزُقْنِيْ مِنْهُمْ وَارْزُقْهُمْ مِنِّيْ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah aku di dalam keluargaku dan berkahilah mereka di dalam diriku. Berilah aku rezeki dari mereka dan berilah mereka rezeki dariku.”
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan dirinya (istri) dan kebaikan tabiat yang Engkau ciptakan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dirinya dan keburukan tabiat yang Engkau ciptakan kepadanya.”
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.”
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا
Artinya: “Ya Allah, satukanlah hati kami dan perbaikilah keadaan (hubungan) kami.”
Admin: Kominfo DDII Iatim
