Imam Bukhari Membuang Uang 1000 Dinar ke Laut

(1 dinar setara dengan 1 gram emas, harga emas sekarang 1 gram Rp 2.500.000. Jadi 1000 x 2.500.000 = Rp 2.500.000.000,-/2,5 M)

Oleh Sudono Syueb, pengurus DDII Jatim bidang Kominfo

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – lmam Bukhari pernah membuang uang 1000 dinar milik beliau ke dalam laut demi menyelamatkan integritas dan kredibilitasnya sebagai perawi hadis. Kisah ini dicatat oleh al-Imam Abdus Salam al-Mubarakfury dalam kitab Sirah al-Imam Al-Bukhari saat sang Imam melakukan perjalanan laut (rihlah ilmiah) untuk mengumpulkan hadis.
Berikut adalah kronologi lengkap peristiwa tersebut:

  1. Akrab dengan Penumpang Lain

Selama pelayaran, Imam Bukhari membawa bekal uang tunai yang sangat banyak, yaitu 1.000 dinar. Di atas kapal, seorang penumpang (atau awak kapal) mencoba mendekati sang Imam. Karena orang tersebut menunjukkan sikap yang sangat ramah, santun, dan penuh kasih sayang, Imam Bukhari akhirnya merasa nyaman dan memercayainya. Di tengah obrolan, Imam Bukhari secara tidak sengaja menceritakan bahwa ia membawa uang tunai sebesar 1.000 dinar.

  1. Fitnah dan Drama Kehilangan Uang

Keesokan harinya, orang yang dipercaya tersebut tiba-tiba berakting dan membuat kegaduhan. Ia bangun dari tidur sambil menangis histeris, merobek bajunya, menampar wajahnya sendiri, dan berteriak bahwa ia telah kehilangan sekantong uang berisi 1.000 dinar.

Mendengar teriakan tersebut, kapten perahu beserta para awaknya menjadi panik. Mereka memutuskan untuk memeriksa dan menggeledah seluruh barang bawaan penumpang kapal satu per satu tanpa terkecuali.

  1. Membuang Uang ke Laut

Melihat situasi tersebut, Imam Bukhari langsung menyadari niat jahat orang itu yang ingin memfitnah dirinya. Secara diam-diam dan tanpa ada yang melihat, beliau mengambil kantong uang emasnya lalu melemparkannya ke dalam laut.

Ketika giliran Imam Bukhari digeledah, para petugas tidak menemukan uang yang dimaksud. Setelah seluruh sudut kapal dan penumpang diperiksa, uang tersebut tidak pernah ditemukan, sehingga orang yang berpura-pura kehilangan itu dicela oleh penumpang lain karena dianggap membuat laporan palsu.

  1. Alasan di Balik Tindakan Imam Bukhari

Setelah kapal bersandar di pelabuhan dan para penumpang turun, pelaku yang penasaran langsung mendatangi Imam Bukhari dan bertanya, “Di mana sekantong dinar yang waktu itu kamu ceritakan?”
Imam Bukhari menjawab dengan tenang, “Aku sudah membuangnya ke laut.”

Orang tersebut terkejut dan bertanya bagaimana mungkin beliau tega membuang harta sebanyak itu demi menghindari pemeriksaan. Imam Bukhari kemudian memberikan jawaban yang sangat berharga:

  • “Wahai orang bodoh, apakah kamu tidak tahu bahwa aku menghabiskan seluruh hidupku untuk mengumpulkan hadis Rasulullah ﷺ? Dunia telah mengetahui bahwa aku adalah orang yang tepercaya (amanah). Bagaimana mungkin aku mempertaruhkan reputasi kesahihan dan kejujuranku hanya demi uang 1000 dinar? Jika aku kedapatan membawa uang itu, aku akan dituduh sebagai pencuri, dan seluruh hadis yang aku riwayatkan sepanjang hidupku akan dianggap cacat dan tidak dipercayai lagi.”

Bagi Imam Bukhari, kredibilitas diri (muru’ah) dan kesucian hadis Nabi ﷺ jauh lebih mahal daripada tumpukan emas dunia. Beliau memilih kehilangan seluruh hartanya daripada kehilangan kepercayaan umat Islam terhadap hadis-hadis yang beliau kumpulkan.

Konon uang 1000 dinar itu dibawa ikan paus ke pantai lalu dilempar dimana lmam Bukhari sedang berada di situ, lalu dengan bersyukur uang itu diambil kembali olehnya.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *