Oleh Sudono Syueb, Pengurus DDII Jatim Bidang Kominfo
Dewandakwahjatim.com, Surabaya —
اَللهُ أَكْبَرُ (9×)
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ هٰذَا الْيَوْمَ عِيْدًا لِلْمُسْلِمِيْنَ، وَجَعَلَ عِبَادَةَ الْحَجِّ وَعِيْدَ الْأَضْحٰى مِنْ شَعَائِرِ اللّٰهِ وَإِحْيَائِهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى الرَّضْوَانِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. ذٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللّٰهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita di hari raya kurban ini. Shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad ﷺ, teladan dalam ketundukan dan kedermawanan.
Para Hadirin jamaah shalat Eidul Adha yang dimuliakan Allah,
Hari ini kita telah melaksanakan shalat Eidul Adha lalu disusul ritual menyembelih hewan qurban untuk taqarrub pada Allah sekaligus mengenang kisah agung Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan putranya Ismail ‘alaihis salam.
Ketika cinta kepada Allah diuji dengan perintah menyembelih anak tercinta, keduanya menjawab dengan satu kata: Aslamnaa, kami tunduk.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. As-Saffat 37: Ayat 103-104
فَلَمَّاۤ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِ
وَنَا دَيْنٰهُ اَنْ يّٰۤاِبْرٰهِيْمُ
Artinya:
“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia membaringkan anaknya atas pelipisnya, Kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim! Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sungguh demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik”
Dari kisah ini, ada 3 pelajaran besar tentang kurban untuk kita:
Pertama: Kurban adalah ujian ketundukan.
Kurban bukan sekadar menyembelih hewan. Itu adalah simbol penyembelihan hawa nafsu, kesombongan, dan kecintaan dunia yang berlebihan di dalam hati kita. Pertanyaannya: apa yang Allah minta dari kita hari ini yang belum kita serahkan?
Kedua: Kurban adalah pelajaran berbagi.
Daging kurban dibagi-bagi. Itu mengajarkan kita bahwa rezeki tidak untuk ditimbun, tapi dialirkan. Tetangga yang lapar, anak yatim yang menanti, saudara yang kesusahan—mereka adalah jalan keberkahan harta kita.
Ketiga: Kurban adalah jalan meraih takwa.
Allah tidak butuh daging dan darah hewan kurban kita. Yang sampai kepada-Nya adalah takwa kita. Allah berfirman dalam Surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ
“Daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
Ma’asyiral Muslimin akramakumullah…
Agar pelajaran ini tidak hanya jadi cerita, mari kita lihat bagaimana para sahabat Nabi ﷺ mempraktikkannya. Salah satu di antaranta adalah Abu Thalhah
Kisah Abu Thalhah dan Kebun Bairuha’
Ketika ayat 92 Surah Ali lmran turun:
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai”_, sahabat Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu langsung datang kepada Nabi ﷺ.
Beliau berkata, “Wahai Rasulullah, harta yang paling aku cintai adalah kebun Bairuha’. Kebun itu berada di depan masjidmu, dan engkau sering masuk ke sana meminum airnya yang segar. Sungguh aku sedekahkan kebun itu karena Allah. Aku berharap kebaikan dan simpanannya di sisi Allah. Maka aturlah kebun itu sesuai yang Allah tunjukkan kepadamu.”
Masya Allah. Kebun itu bukan tanah biasa. Itu adalah kebun kurma yang menghasilkan, subur, dan menjadi kebanggaan Abu Thalhah. Tapi begitu mendengar ayat tentang “harta yang dicintai”, beliau tidak ragu melepaskannya.
Nabi ﷺ pun kagum dan bersabda: “Itu adalah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan. Aku berpendapat agar engkau berikan kepada kerabatmu.”
Akhirnya kebun itu dibagikan kepada kerabat Abu Thalhah yang miskin.
Lihatlah sahabatku,
Kurban Ibrahim adalah menyembelih yang dicintai.
Kurban Abu Thalhah adalah menyedekahkan yang dicintai.
Keduanya sama: mendahulukan cinta Allah di atas cinta dunia.
Maka pertanyaannya untuk kita hari ini: apa “Bairuha’” kita? Harta yang kita simpan rapat-rapat? Waktu yang pelit untuk keluarga dan ibadah? Gengsi yang susah kita turunkan untuk meminta maaf?
Idul Adha mengajak kita berani melepaskan itu semua, demi meraih rida Allah.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Semoga Allah menerima kurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang bertakwa.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Wahai kaum Muslimin,
Jangan lupa bahwa Idul Adha juga hari tasyrik. Perbanyak takbir, dzikir, dan syukur. Bagi yang belum berkurban, jangan berkecil hati. Kurban terbesar adalah hati yang tunduk dan ikhlas.
Mari kita tutup dengan doa:
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا قُرْبَانَنَا وَصَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا
Ya Allah, terimalah kurban kami, shalat kami, puasa kami, dan qiyam kami.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang bertakwa dan orang-orang yang berbuat baik.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Ya Allah, ampunilah kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُمُورَنَا كُلَّهَا، وَارْزُقْنَا مِنْ حَيْثُ لَا نَحْتَسِبُ
Ya Allah, perbaikilah seluruh urusan kami, dan berilah kami rezeki dari arah yang tidak kami sangka.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
أُذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Admin: Kominfo DDII Jatim
