Oleh Sudono Syueb, Pengurus DDII Jatim Bidang Kominfo
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Malam Tarwiyah, 8 Dzulhijjah, sudah banyak jamaah haji mulai bergerak dari Makkah menuju Mina, lalu mabit di sana sampai terbit fajar 9 Dzulhijjah. Namanya “Tarwiyah” karena dulu jamaah “tarawwa” – mempersiapkan air minum dan bekal buat besoknya wukuf di Arafah.
Kalau kita lihat lebih dalam, ada hikmah besar di balik diamnya malam itu di Mina:
- Latihan Hati Sebelum Pertemuan Akba
Besoknya adalah wukuf di Arafah – puncak haji, hari paling mustajab dalam setahun.
Malam Tarwiyah itu kayak “screening” hati. Allah panggil kita istirahat dulu di Mina, biar hati tenang, fokus, dan nggak tergesa-gesa.
Ibarat mau ketemu raja, kamu nggak langsung nyelonong. Ada waktu buat rapihin diri, lurusin niat, buang kotoran dunia.
- Merasakan Makna Persatuan dan Sederhana*
Di Mina semua jadi sama. Tenda berjejer, alas tidur sama, makan sama, nggak ada beda raja dan rakyat.
Hikmahnya: sebelum berdiri di Arafah minta ampun pribadi, Allah ajarkan dulu rasa “kita semua hamba”. Kesombongan luruh, ego rontok.
Itulah modal utama buat wukuf yang khusyuk.
- Menghidupkan Sunnah Nabi Ibrahim dan Nabi ﷺ*
Nabi Ibrahim dulu mabit di Mina sebelum menyembelih Ismail. Nabi Muhammad ﷺ juga begitu.
Ketika kita mabit di Mina, kita nyambung rantai sejarah itu. Kita bilang ke Allah: “Ya Allah, aku ikut jejak kekasih-Mu. Aku siap taat meski berat, siap tinggalkan kenyamanan demi perintah-Mu.”
- Pendidikan Sabar dan Sederhana*
Mina itu panas, padat, penuh ujian kecil: antri toilet, tenda sumpek, tidur nggak nyenyak.
Tapi di situlah Allah didik sabar. Haji itu nggak cuma ritual, tapi sekolah adab. Kalau di Mina aja nggak sabar, gimana mau sabar di Arafah, Muzdalifah, dan setelah pulang ke rumah?
- Kesempatan Dzikir dan Muhasabah
Malam itu sepi dari kesibukan tawaf dan sa’i. Waktu terbaik buat duduk, baca talbiyah, istighfar, dan muhasabah:
“Ya Allah, apa yang masih menghalangiku dekat dengan-Mu? Dosa apa yang belum kulepas?”
Banyak jamaah bilang, justru di malam Tarwiyah di Mina itu air mata pertama kali keluar.
Jadi hikmah malam Tarwiyah di Mina itu singkatnya:
Allah sengaja kasih “waktu jeda” sebelum hari terbesar. Biar kita masuk ke Arafah bukan dengan badan capek dan hati riuh, tapi dengan jiwa yang sudah tenang, niat yang lurus, dan hati yang rindu.
Semoga kalau belum bisa ke sana fisiknya, Allah kasih kita rasa dan hikmahnya lewat hati. Karena yang Allah lihat bukan jarak ke Mina, tapi jarak hati ke Allah Ta’ala.
Doa Malam Tarwiyah 8 Dzulhijjah
1. Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُبَارَكَةِ أَنْ تَجْعَلَنِي مِنَ الْمَقْبُولِينَ، وَلَا تَجْعَلْنِي مِنَ الْمَحْرُومِينَ
Latin:
Allahumma inni as’aluka fii hadzihil lailatil mubarakah an taj’alani minal maqbuliin, wa la taj’alnii minal mahrumiin.
Artinya:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di malam yang penuh berkah ini, jadikanlah aku termasuk orang yang diterima amalannya, dan jangan jadikan aku termasuk yang terhalang dari rahmat-Mu.
2. Arab:
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ الرِّيَاءِ وَالنِّفَاقِ، وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ وَالْغِيبَةِ، وَعَمَلِي مِنَ السُّمْعَةِ وَالْعُجْبِ
Latin:
Allahumma thahhir qalbii minar riya’i wan-nifaq, wa lisaani minal kadzibi wal ghibah, wa ‘amalii minas-sum’ah wal ‘ujb.
Artinya:
Ya Allah, sucikan hatiku dari riya’ dan nifaq, lisanku dari dusta dan ghibah, amalanku dari ingin dipuji dan ujub.
3. Arab:
اللَّهُمَّ يَسِّرْ لِي مَنَاسِكَ الْحَجِّ إِنْ كَتَبْتَهَا لِي، وَيَسِّرْ لِي كُلَّ خَيْرٍ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Latin:
Allahumma yassir lii manasikal hajji in katabta haa lii, wa yassir lii kulla khairin fid-dunya wal akhirah.
Artinya:
Ya Allah, mudahkan bagiku manasik haji jika Engkau menuliskannya untukku, dan mudahkan bagiku segala kebaikan di dunia dan akhirat.
4. Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي كُلَّهَا، دَقِيقَهَا وَجَلِيلَهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا، سِرَّهَا وَعَلَانِيَتَهَا
Latin:
Allahumma ighfir lii dzunubii kullaha, daqiiqaha wa jaliilaha, awwalaha wa aakhiraha, sirraha wa ‘alaaniyataha.
Artinya:
Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang kecil dan besar, yang awal dan akhir, yang tersembunyi dan yang terang-terangan.
5. Arab:
اللَّهُمَّ بَلِّغْنِي عَرَفَةَ وَقْفَةً خَاشِعَةً، وَدُعَاءً مُسْتَجَابًا، وَعَوْدَةً مَقْبُولَةً بِغُفْرَانٍ وَعِتْقٍ مِنَ النَّارِ
Latin:
Allahumma ballighnii ‘Arafah waqifatan khaashi’atan, wa du’aan mustajaaban, wa ‘audatan maqbulaatan bi ghufranin wa ‘itqin minan naar.
Artinya:
Ya Allah, sampaikanlah aku ke Arafah dengan wukuf yang khusyuk, doa yang mustajab, dan kepulangan yang diterima dengan ampunan dan pembebasan dari neraka.
Admin: Kominfo DDII Jatim
