Belajar dari Kesabaran Siti Hajar: Transformasi Keteguhan Hati Menjadi Syariat Haji hingga Akhir Zaman

Oleh : Dra. Nanis Sudarmisih, Bidang HUMAS & MEDIA KB PII Wati Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Ribuan tahun sebelum jutaan umat Muslim memadati lembah Mina dan melakukan tawaf di Ka’bah, seorang wanita berdiri kokoh di tengah gersangnya padang pasir Bahkah tanpa sumber air sedikit pun.

Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS sekaligus ibu dari Nabi Ismail AS, melalui sebuah fragmen kehidupan yang bukan sekadar ujian keluarga, melainkan fondasi dari ritual ibadah Haji yang dijalankan jutaan umat Islam setiap tahunnya hingga saat ini di tahun 2026.

*Puncak Ketawakalan:
Ditinggal di Lembah Tak Berpenghuni

​Kisah ini bermula saat Nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah SWT untuk meninggalkan Siti Hajar dan bayi Ismail di sebuah lembah gersang yang kini kita kenal sebagai Mekkah.

Tanpa protes yang berlebihan, Siti Hajar hanya melontarkan satu pertanyaan krusial:

“Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan ini?” Ketika Ibrahim menjawab “Ya”, Hajar membalas dengan kalimat legendaris yang menunjukkan derajat keimanannya: “Jika demikian, Allah tidak akan membiarkan kami telantar.”

​Keteguhan ini diabadikan dalam Al-Qur’an, Surah Ibrahim ayat 37:

​”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati…” (QS. Ibrahim: 37)

​Manifestasi Kesabaran dalam Ritual Sa’i
​Ketika bekal air habis dan Ismail kecil mulai menangis kehausan, Siti Hajar tidak hanya berdiam diri menunggu keajaiban.

Ia melakukan ikhtiar fisik yang luar biasa dengan berlari kecil sebanyak 7 kali antara Bukit Shafa dan Marwah.

​Gerakan bolak-balik sejauh kurang lebih 3,15 kilometer (total jarak 7 putaran) inilah yang kemudian diangkat menjadi rukun haji dan umrah yang disebut Sa’i.

Peristiwa ini memberikan pelajaran berharga bagi manusia modern: bahwa doa harus dibarengi dengan usaha yang maksimal (ikhtiar).

​Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menjelaskan:

​”Itulah asal mula syariat Sa’i yang dilakukan manusia di antara kedua bukit tersebut (Shafa dan Marwah).” (HR. Bukhari).

​Mukjizat Zamzam: Sumber Kehidupan Akhir Zaman

​Puncak dari kesabaran Siti Hajar adalah terpancarnya air Zamzam dari hentakan kaki Ismail AS.

Hingga tahun 2026 ini, sumur Zamzam tetap menjadi fenomena hidrologi paling unik di dunia, memasok kebutuhan jutaan jamaah haji tanpa pernah kering.

​Kehadiran air ini pula yang menarik kabilah Jurhum untuk menetap, hingga akhirnya Mekkah bertransformasi dari lembah sunyi menjadi pusat peradaban dunia dan kiblat bagi lebih dari 1,9 miliar umat Muslim di seluruh planet bumi.

​Relevansi bagi Generasi Modern

​Belajar dari Siti Hajar adalah belajar tentang manajemen krisis berbasis spiritualitas.

Di era digital yang serba instan, sosok Siti Hajar mengajarkan bahwa:

​Sabar bukan berarti pasif: Ia tetap berlari mencari air meski di tengah gurun.

​Keyakinan adalah energi: Kepercayaan pada janji Tuhan membuatnya mampu bertahan dalam kondisi ekstrem.

​Dampak jangka panjang: Kesabaran satu orang ibu mampu menciptakan syariat yang diikuti miliaran manusia hingga akhir zaman.

​Pelaksanaan Haji yang kita lihat hari ini adalah monumen hidup atas keberanian seorang wanita.

Setiap langkah jamaah di lintasan Sa’i adalah penghormatan atas jejak kaki Siti Hajar yang tak pernah menyerah pada keadaan.

​Kesimpulan

Kisah Siti Hajar membuktikan bahwa kesabaran yang berlandaskan tauhid tidak akan pernah berakhir sia-sia.

Dari pengasingan di lembah sunyi, lahir sebuah kota suci dan ritual ibadah yang mempersatukan umat manusia.

Kesabaran beliau adalah bukti bahwa di balik setiap kesulitan yang dihadapi dengan iman, Allah selalu menyiapkan jalan keluar yang abadi hingga akhir zaman.

​Sumber Literatur:

​Al-Qur’anul Karim.
​Shahih Bukhari, Kitab Anbiya.

​Sirah Nabawiyah oleh Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri.

​Data Statistik Jamaah Haji Global 2024-2026.i

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *