Kultum Ramadhan: Tujuan Puasa

Menahan diri dari maksiat saat berpuasa merupakan salah satu tujuan utama dari ibadah puasa

Oleh Al lkhsan, Mahasantri ADI Jawa Timur

Dewandakwahjatim.com, Kediri – Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan yang dilarang oleh Allah.

Dengan berpuasa, seorang Muslim dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga perilaku, dan memperbaiki akhlak.

Saat seseorang berpuasa, ia dituntut untuk menahan diri dari berbagai bentuk maksiat, baik yang dilakukan oleh anggota tubuh maupun yang muncul dalam hati dan pikiran. Misalnya menjaga lisan dari berkata kasar, berbohong, menggunjing (ghibah), atau menyakiti orang lain.

Selain itu, mata juga harus dijaga dari melihat hal-hal yang dilarang, telinga dari mendengarkan hal yang tidak baik, serta tangan dan kaki dari melakukan perbuatan yang dapat merugikan orang lain.

Semua ini dilakukan agar puasa tidak hanya menjadi ibadah fisik, tetapi juga ibadah yang membersihkan jiwa.
Menahan diri dari maksiat ketika berpuasa juga menunjukkan tingkat keimanan seseorang.

Ketika seseorang mampu meninggalkan hal-hal yang dilarang walaupun tidak ada orang yang melihatnya, itu berarti ia memiliki kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatannya. Kesadaran ini disebut dengan takwa.

Oleh karena itu, tujuan utama puasa adalah membentuk manusia yang bertakwa, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi orang-orang yang bertakwa.

LOKASI KEGIATAN:
Musholla Mujahidin Desa Tiron.Kec.Banyaan.Kab.Kediri Jawa.Timur

No.Da’iAl-Ikhsan (081330979023)

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *