Oleh Adi Purnomo, S.Pd., Sekretaris DDII Kab. Banyuwangi
Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi – Di Era dominanya ideologi Kapitalisme, Sekularime, Hedonisme dan Materialisme ini, kaum muslimin perlu membentengi diri dengan mengenal, mengetahui dan memahami ajaran Islam yg bernama “QONAAH”.
Apa itu Qona’ah?
Tulisan ini akan menerangkan :
- Pengertian QONAAH
- Keutamaan QAONAAH
- Tanda-tanda Orang yang memiliki sifat QONAAH .
Qonaah berasal dari bahasa Arab, yaitu
qani’a-yaqna’u-qana’an
(قنع – يقنع – قناعة),
yang secara bahasa berarti merasa cukup, rela, atau puas.
Secara istilah, qonaah/qanaah adalah sikap mental terpuji berupa kerelaan menerima rezeki dari Allah SWT serta tidak tamak terhadap apa yang tidak dimilikinya.
Asal Kata:
Berakar dari kata qani’a (قنع) yang berarti rela atau puas.
Makna:
Merasa cukup dengan hasil yang diperoleh setelah berusaha maksimal, bukan berarti MALAS atau tidak mau bekerja.
Istilah:
Sifat qanaah melahirkan ketenangan hati dan menjauhkan dari rasa serakah, sehingga membawa kedamaian jiwa.
Qanaah mengajarkan manusia untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Qana’ah adalah akhlak mulia yang sudah sepatutnya dimiliki muslim. Sikap ini membantu seseorang untuk mengendalikan dirinya.
Tanpa qana’ah, muslim akan selalu merasa kurang. Sebagaimana diketahui, manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Jika tidak dikendalikan, maka manusia akan selalu merasa kurang.
Nabi Muhammad SAW memberikan teladan bagaimana seharusnya kita bersikap qana’ah terhadap harta.
Lantas, apa arti qana’ah itu?
Pengertian Qana’ah :
Qana’ah artinya mengambil sedikit dari barang-barang yang diperlukan. Qana’ah juga dimaknai menemukan kecukupan di dalam yang ada dan tidak menginginkan apa yang tidak ada.
Imam Al-Qushairi dalam Risalah Qusyairiyyah-nya mengutip pendapat Muhammad bin Ali at-Tirmidzi tentang definisi qana’ah.
Berdasarkan pendapat At Tirmidzi, qana’ah didefinisikan sebagai kepuasan jiwa terhadap rezeki yang diberikan.
Terkait qana’ah disebutkan dalam Al-Qur’an pada surat An Nahl ayat 97,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
man ‘amila shooliham ming zakarin au ungsaa wa huwa mu-minung fa lanuhyiyannahuu hayaatang thoyyibah, wa lanajziyannahum ajrohum bi-ahsani maa kaanuu ya’maluun
“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)
Selain itu, qana’ah juga tercantum dalam hadits Rasulullah SAW dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash,
“Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rezeki yang cukup dan qana’ah (merasa cukup) dengan rezeki tersebut.” (HR Ibnu Majah)
Tanda-tanda Muslim yang Qana’ah :
Tanda-tanda muslim yang memiliki sifat qana’ah dijelaskan dalam surat An Nahl ayat 97, yaitu hatinya tentram dan tenang, tidak merasa gelisah atas rezeki yang Allah SWT berikan, dan senantiasa bersyukur.
Menurut Tafsir Al-Mishbah oleh M Quraish Shihab, kehidupan baik yang tercantum dalam surat An Nahl ayat 97 itu bukan berarti hidupnya mewah dan bergelimangan harta melainkan kehidupan yang diliputi rasa lega. Begitu juga dengan kerelaan dan kesabaran dalam menerima cobaan serta bersyukur atas nikmat yang Allah SWT limpahkan.
Selain itu, orang dengan sifat qana’ah tidak akan tamak maupun rakus. Sebaliknya, mereka sangat dermawan dan mengutamakan orang lain.
Para mukmin yang berasal dari golongan Anshar memiliki sifat tersebut, Allah SWT berfirman dalam surat Al Hasyr ayat 9,
وَالَّذِيْنَ تَبَوَّءُو الدَّارَ وَالْاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ اُوْتُوْا وَيُؤْثِرُوْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ
Artinya:
“Orang Ansar yang telah menempati Madinah dan beriman sebelum kedatangan mereka (Muhajirin) mencintai orang yang berhijrah ke (tempat) mereka. Mereka tidak mendapatkan keinginan di dalam hatinya terhadap apa yang diberikan kepada Muhajirin. Mereka mengutamakan Muhajirin daripada dirinya sendiri meskipun mempunyai keperluan yang mendesak. Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran itulah orang-orang yang beruntung.”
Keutamaan Memiliki Sifat Qana’ah.
Banyak keutamaan yang diperoleh muslim dari memiliki sifat qana’ah, yaitu:
- Menentramkan jiwa dan hati.
Muslim jadi giat bekerja sebagai upaya memperoleh sesuatu yang pantas untuk didapatkan. - Optimis, percaya diri dan tidak ragu dalam menghadapi persoalan hidup.
- Tidak diperbudak oleh harta.
- Penyeimbang hidup karena muslim yang menerapkan sifat qana’ah akan sadar bahwa segala yang diperolehnya berasal dari Allah SWT.
Itulah pembahasan mengenai sifat qana’ah. Semoga kita termasuk muslim yang memiliki akhlak tersebut.
Selain seperti yang telah disebutkan diatas ada pengertian atau definisi lain tentang QANAAH, antara lain :
- Qanaah adalah sikap merasa cukup dan rela menerima hasil yang telah diupayakan serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas yang berlebihan
Secara ringkas, qanaah mencakup:
- Menerima apa adanya: Rela dengan pembagian rezeki dari Allah SWT .
- Penyembuh ambisi: Menghindari sifat tamak atau serakah terhadap harta orang lain .
- Ketenangan hati: Menjadi kunci kebahagiaan karena hati tidak disibukkan oleh rasa kurang.
Sikap ini bukan berarti malas, melainkan tetap berikhtiar maksimal namun tawakal terhadap hasilnya. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai implementasinya melalui panduan di NU Online atau artikel mendalam di Gramedia.
Apakah Anda ingin tahu tips praktis untuk mulai menerapkan sifat qanaah dalam kehidupan sehari-hari?
- Qonaah adalah sikap mental terpuji dalam Islam yang berarti merasa cukup, rela menerima, dan bersyukur atas segala rezeki serta ketentuan Allah SWT, baik sedikit maupun banyak.
Sifat ini menjauhkan diri dari rasa tidak puas, tamak, dan iri hati, serta membawa ketenangan jiwa. Ini bukan sikap pasif, melainkan tetap berusaha maksimal lalu bertawakal.
Aspek Penting Qonaah:
- Ridha: Menerima hasil usaha dengan ikhlas.
- Syukur: Menghargai nikmat yang ada tanpa membandingkan dengan orang lain.
- Anti-Tamak: Menjaga diri dari keinginan berlebihan dan tidak halal.
- Tenang: Merasa cukup membuat hati lebih tentram.
Manfaat dan Hikmah Qanaah:
- Kekayaan Sejati: Merasa cukup dengan yang dimiliki adalah puncak kekayaan hati.
- Ketenangan Jiwa: Terhindar dari kecemasan berlebih atas harta.
- Keberkahan: Rezeki yang disyukuri membawa keberkahan hidup.
- Terhindar dari Penyakit Hati: Menjauhkan dari sifat iri, dengki, dan tamak.
Qanaah mengajarkan manusia untuk tidak diperbudak oleh duniawi, melainkan menjadikannya sarana beribadah dengan rasa syukur.
Sifat Qana’ah tidak boleh menjadikan seorang muslim menjadi pemalas, tidak berusaha untuk maju, tidak berusaha merubah nasibnya.
Nabi Muhammad SAW pernah mendoakan seorang sahabat ( Anas bin Malik) agar dia diberi keturunan yang banyak dan juga harta yang banyak.
Doa Nabi Muhammad SAW untuk Anas bin Malik berfokus pada permohonan keberkahan hidup, yang mencakup kekayaan, keturunan banyak, umur panjang, dan ampunan dosa.
Doa ini dipanjatkan atas permintaan ibu Anas, Ummu Sulaim, agar Anas menjadi pelayan Nabi yang berkah.
Berikut adalah doa Nabi untuk Anas bin Malik:
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ، وَوَلَدَهُ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ، وَأَطِلْ حَيَاتَهُ، وَاغْفِرْ ذَنْبَهُ
(Allahumma aktsir maalahu, wa waladahu, wa baarik lahu fiimaa a’thaitahu, wa athil hayaatahu, waghfir dzanbahu).
Artinya:
“Ya Allah, perbanyaklah hartanya, anak-anaknya, berkatilah apa yang Engkau berikan kepadanya, panjangkanlah umurnya, dan ampunilah dosa-dosanya”.
Konteks dan Dampak Doa:
Keberkahan:
Anas bin Malik r.a. dikenal sebagai sahabat yang memiliki kekayaan melimpah, anak yang banyak, dan umur yang sangat panjang, serta dikenal sebagai salah satu perawi hadis terbanyak.
Bentuk Kasih Sayang:
Doa ini mencerminkan perhatian Nabi SAW kepada pengikutnya, bahkan Anas sering dipanggil dengan sebutan kesayangan, “Yaa Bunayya” (Wahai Anakku).
Perilaku:
Anas bin Malik melayani Nabi selama 10 tahun dan merasakan langsung keberkahan dari doa tersebut.
Berikut adalah doa memohon keturunan, kekayaan, dan keberkahan yang diajarkan Rasulullah ﷺ, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Bukhari:
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي
Allahumma aktsir maali wa waladi, wa baarik lii fi maa a’thaitanii.
Artinya:
“Ya Allah, perbanyaklah harta kekayaan dan anakku, serta berikanlah berkah atas apa yang telah Engkau karuniakan kepadaku”.
Doa Tambahan:
Memohon Anak yang Saleh :
Rabbi hab lii min ladun kadzurriyyatan thayyibatan innaka samii’uddu’aa.
Memohon Tidak Dibiarkan Sendiri:
Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiin.
Doa ini memohon komprehensif agar harta dan anak yang diberikan mendatangkan keberkahan, ketaatan, dan kebaikan.
Ini adalah doa permohonan umur yang panjang dan berkah, yang sering diucapkan agar waktu yang diberikan Allah digunakan untuk beribadah dan melakukan kebaikan.
Doa Lengkap (Arab & Artinya).
Arab:
اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
Latin:
Allahumma aktsir maali, wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thaitanii, wa athil hayati ala tho’atika, wa ahsin ‘amalii, waghfir lii.
Artinya:
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku, berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku, panjangkanlah umurku dalam ketaatan kepada-Mu, perbaikilah amalanku, dan ampunilah dosa-dosaku.”
Makna dan Kandungan.
Athil Hayati:
Memohon kepada Allah agar memberikan usia yang panjang.
Ala Tho’atika:
Panjang umur yang diminta bukanlah sekadar umur panjang, melainkan panjang umur yang diisi dengan ketaatan (thoo’ah) kepada Allah, bukan untuk kemaksiatan.
Doa ini merupakan bentuk permohonan agar hidup kita berkualitas, berkah, dan selalu dalam bimbingan ridha Allah SWT.
Sumber :
- Tulisan Anisa Febriani, 10 September 2024.
- detikHikmah
- UIN Alaudin Makassar
- Wikipedia
- AI.
Wallahu a’lam bishawab
(وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ) ;
“Dan Allah lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya”.
“And Allah knows the real truth better”.
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
Jazakumullahu khairan.
“Semoga Allah membalas anda semua dengan kebaikan”.
“May Allah reward you all with goodness.”
Barakallahu Fiikum
(بَارَكَ اللهُ فِيْكُم)
“Semoga Allah memberkahi anda semua”.
“May Allah bless you all”
Pukul.06.00
Ahad, 11/12 Ramadhan 1447 H /
1 Maret 2026 M.
Sunday, 1st March 2026 AD.
1st March 2026 AD.
Wadungdolah, Kaligondo, Genteng. Banyuwangi, Jawa Timur ( East Java). Indonesia.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
