JADIKANLAH RAMADHON 1447 H SEBAGAI MADRASAH KESABARAN

Oleh Djuwari Syaifudin, Wakil Sekretaris Bidang Pengembangan dan Pembinaan Daerah DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Ramadhan merupakan “madrasah” atau sekolah spiritual yang secara intensif membentuk diri seorang Muslim dalam kesabaran. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan latihan mental dan fisik untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga emosi, serta meningkatkan disiplin diri.

Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri dari berbagai godaan, baik fisik maupun emosional. Dengan menahan lapar dan haus, kita belajar mengendalikan emosi dan nafsu, yang pada gilirannya memperkuat kesabaran dalam menghadapi berbagai situasi. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa puasa bertujuan untuk membentuk pribadi yang bertakwa, di mana kesabaran menjadi salah satu ciri utamanya.

Puasa madrasah kesabaran spiritual

Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan bahwa Ramadhan dikenal sebagai “bulan kesabaran”.

Sabda Baginda Rasûlullâh Muhammad Saw.
الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ نِصْفُ الْإِيمَانِ

“Puasa adalah separuh kesabaran, dan kesabaran adalah separuh iman.”” (HR. At-Turmudzi wa Ahmad). Hadits ini menunjukan bahwa ibadah puasa identik dengan kesabaran, mereka yang menjalankan ibadah puasa diperlukan kesabaran yang cukup dan sebaliknya kesabaran yang cukup untuk menjalankan ibadah puasa.

Bulan suci Ramadhan bulannya melatih kesabaran melalui ritual ibadah puasa. Sabar berarti menahan dalam keadaan sulit. Berdasarkan definisi sabar menurut Imam Maiduddin adalah “menahan diri ketidak sabaran dan ketidak puasaan, menahan lisan dari mengeluh (complain), dan menahan (seluruh) anggota tubuh dari mengacau”. Sesuai definisi ini adalah sabar perbuatan aktif dan dinamis dari pelakunya, seperti aktifitas menahan diri, menahan lisan, pandangan, penglihatan dan menahan anggota tubuh lainnya. Aktifitas menahan lapar pan haus itulah bentuk kesabaran.

Sabar dalam ketaatan:

Konsisten mendirikan shalat, berpuasa, membaca Al-Qur’an, dan beribadah di malam hari meskipun tubuh lelah.

Sabar dalam menahan hawa nafsu (maksiat)

Menahan diri dari makan/minum, serta menjaga lisan dari bergunjing, berbohong, dan menahan amarah.

Sabar menghadapi ujian: Menerima keadaan lapar dan dahaga sebagai bentuk ujian keimanan dan berserah diri kepada Allah SWT.

Puasa perisai siksa api neraka

Puasa akan menjadi perisai yang menghalangi dari siksa api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا

“Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya” (H.R. Ahmad, shahih).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

”Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka” (H.R. Ahmad, shahih).

Puasa Sebagai Perisai dari Berbuat Dosa

Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan, “Puasa merupakan perisai selama tidak dirusak dengan perkataan jelek yang merusak. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *