Oleh Djuwari Syaifudin, Wasek Bidang Pengembangan dan Pembinaan Daerah DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – –
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” QS.Al. Baqoroh 183.
Dari Thalhah bin Ubaidillah ra bahwa seseorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, “Ya Rasulullah, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?” Beliau menjawab, “Puasa Ramadan”. “Apakah ada lagi selain itu?”. Beliau menjawab, “Tidak, kecuali puasa sunnah”. (HR. Bukhari dan Muslim).
.Tinggal menghitung hari menuju bulan suci, yaitu bulan Ramadhan 1447 H, bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia. Bulan Ramadhan adalah bulan yang Istimewa untuk kaum muslimin, bulan kesembilan (9) dari kalender hijriyah yang ditandai dengan kewajiban berpuasa bagi umat Islam, dan bulan ini, sangat dipenuhi keberkahan yang akan diberikan oleh Allâh swt. Imam Ahmad dan Imam an-Nasa’i meriwayatkan sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah , suatu saat Rasûlullâh memberikan kabar gembira kepada sahabat.
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنَ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahanam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya.” (HR. Ahmad no. 8631)
Berdo’a agar Dipertemukan Ramadhan
Seorang ulama dari kalangan tab’in Yahya bin Abi Katsir, bahwa beliau mengatakan, ‘Diantara doa sebagian sahabat ketika datang Ramadhan,
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”
Berdo’a dengan niat untuk melakukan segala perbuatan baik dan untuk meningkatkan kualitas diri agar bisa dipertemukan dan tidak melewatkan kesempatan yang Istimewa ini.
Bertaubat dan Membersihkan Diri.
Taubat, berniat ikhlas, mengakui dosa, menyesali dosa, meninggalkan perbuatan dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya, mengembalikan hak orang yang dizalimi, bertaubat sebelum datangnya Ramadhan akan membawa tubuh ini merasa ringan melangkah Taubat adalah kewajiban seluruh kaum beriman, bukan kewajiban orang yang baru saja berbuat dosa.
Bulan Ramadhan adalah bulan kebersihan dan kesucian, maka dari itu bertaubat dan membersihkan diri baik adalah salah satu yang perlu dilakukan. Allâh swt. berfirman,
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan/membersihkan diri”. (QS. Al Baqarah : 222).
Membersihkan diri baik fisik dan hati adalah hal yang tidak bisa dipisahkan, keduanya saling berkaitan satu sama lain, oleh karena itu dengan bertaubat dan membersihkan diri dengan harapan bisa menjalankan ibadah Puasa dengan penuh ketaqwaan kepada Allâh swt. Bertaubat adalah salah satu bentuk tanda Syukur totalitas seorang muslim dalam menghadapi Ramadhan. Allâh berfirman,
وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS. An Nûr : 31).
Mempersiapkan Ilmu tentang Puasa
Pada bulan Ramadhan, setiap muslim memiliki kewajiban untuk berpuasa dengan menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi banyak sekali orang yang menjalankan ibadah apapun tanpa mengetahui ilmu didalamnya dan hanya sekedar ibadah. Rasûlullâh bersabda,
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabrani).
Demi Allah, sungguh seorang mukmin yang berpuasa sangat pantas untuk berbahagia. Bahagia karena pahala dan ganjaran kebaikan ibadah puasa hanya diketahui oleh Allah Hb Subhanahu wata’ala saja, dan Allah sendiri yang akan membalasnya. Dalam sebuah hadits qudsi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap amalan kebaikan anak Adam akan diganar 10 pahala hingga 700 pahala kebaikan kecual ibadah puasa. karena ibadah puasa itu untuk Ku (Allah) dan Aku yang akan membalasnya, sebab ia telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku.” (HR Ahmad dan Abdurrazzag, shahih).
(Surabaya, 2 Februari 2026)
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
