Oleh Nurbani Yusuf,
Komunitas Padhang Makhsyar
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Hipothesisnya adalah: Tahayul Bid’ah dan Churafat bakal hilang seiring dengan tingkat pendidikan umat – sebab itu Kyai Dahlan mendirikan sekolah, rumah sakit,
rumah yatim dan rumah miskin untuk melawan kebodohan dan mengurangi kemiskinan.
Empat Majelis di awal berdiiri untuk membuktikan hipothesisnya adalah:
Majelis Poestaka
Majelis Kesengsaraan Oemoem
Majelis Tabligh
Majelis Pendidikan, dan
Badan Penolong Oeroesan Hadji
Muhammadiyah pula yang pertama kali bikin sekolah dengan sistem klasikal pakai huruf latin, menterjemah al Qur’an surat al Maaun, bait amal, rumah yatim, mendirikan rumah sakit di kalangan pribumi santri untuk melawan kebodohan dan kesyirikan,
Satu hal lagi: Semua aset Muhammadiyah adalah milik Persyarikatan. Milik Umat. Milik Organisasi. Bukan milik Pengurus.
Bukan milik Pimpinan. Bukan milik Ustadz. Bukan milik Kyai atau keluarganya yang bisa diwariskan ke anak cucu.
.^^^^
Bagi sebagian orang: kebodohan adalah berkah. Kebodohan bisa dieksploitasi. Diciptakanlah kelas sosial, dengan meksud mendapat keberkahan dari kebodohan dan kemelaratan.
Orang bodoh menggantungkan dirinya pada yang dianggap alim. Orang miskin menggantungkan hidupnya pada si kaya. Bodoh dan miskin adalah keberkahan. Dengannya banyak keuntungan bisa di dapat.
Para nabi dan rasul di utus melawan kebodohan bukan merawat kebodohan sebagai alat. Nabi adalah antithesis kebodohan jumud kejahilan dan lainnya yang semisal.
Para nabi pertaruhkan harta, jiwa bahkan hidupnya melawan kebodohan. Bukan menjadikan kebodohan untuk mendapatkan pengikut, sanjung puji bahkan harta dari jual karomah atau kuburan yang dikeramatkan.
Muhammad saw tidak semakin kaya ketika menjadi Nabi. Sebaliknya hartanya ludes tak bersisa. Sayidah Hadidjah ra wanita mulia kaya raya itu tak punya kain kafan untuk jazadnya. Bedakan dengan kuburan super mewah berbahan sutra, aroma dupa gaharu dan kuntum melati para dzuriyahnya.
Jadi kenapa churafat menggurita .. karena kebodohan. Kenapa bid ah tumbuh subur .. karena ketidak tahuan. Kenapa churafat terus merajalela karena ilmu yang didapat tak cukup dapat menjelaskan.
Para alim mengatakan dirinya memiliki hubungan khusus dengan Tuhan sebab itu orang bodoh menitipkan doanya, menitipkan hajadnya kepada Rabbnya dan menitipkan salamnya kepada Nabi saw. Sebab orang bodoh tak tau jalan kebenaran. Ia mengira Tuhan hanya mau ditemui orang alim dan para dzuriah.
^^^^
Ada Ustadz tak malu memperjual belikan doa seperti jualan tahu tempe. Ada yang menjadikan kuburan sebagai alat mengeruk cuan. Sebabnya sama: eksploitasi kebodohan
Doa diperjualbelikan mulai dari cepek nggopek hingga puluhan juta,. Salam dititipkan. Hajad digantungkan. Karena kebodohan melilit. Sebab itu ada yang cemburu ketika Muhammadiyah berdiri. Sebab kehadiran nya bakal mengikis kebodohan. Ketika kebodohan perlahan menghilang pendapatan dan keuntungan yang di dapat dari kebodohan bakal menipis.
Sumber: @nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
