Oleh :
Maura Rahmadanty
Santriwati Kelas 3 Aliyah PPTQ AL HIMMAH Dau Malang
Dewandakwahjatim.com, Malang – “Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka…”.
(Qs. At-Taubah [ 9 ]: 111)
Tiga truk pasir, seratus sak semen, satu truk batu. Sekian ribu bata, begitu banyak air. Cangkul dan sekop, kayu dan genteng, paku dan besi, buruh pekerja plus upahnya.
Barangkali pembaca telah mengerti, hendak digunakan apa komponen komponen diatas. Ya, itu semua diperlukan untuk membina sebuah tempat tinggal bernama rumah. Tidak langsung jadi, perlu waktu dan bahan.
Tidak gratis, perlu pengorbanan tenaga dan uang. Tidak juga kekal, setelah jadi suatu saat pasti rusak kembali. Kalau urusan dunia saja perlu pengorbanan, apalagi untuk urusan akhirat?. Demi rumah sederhana saja butuh usaha keras mewujudkannya. Terlebih untuk membina “rumah” di Akhirat sana. Sebuah kediaman yang kekal, tempat itu bernama maghligai di surga.
Kebanyakan manusia (muslim) mengira bahwa mereka cukup menjalankan rukun Islam dalam kehidupan ini. Mereka yang telah menunaikan ibadah haji merasa bahwa keislamannya telah sempurna. Merasa bahwa dirinya telah menggenggam sertifikat masuk surga.
Jadi, sedemikian mudahkah surga?. Tanyakan kepada makhluk Allah paling mulia, yang telah dijamin masuk surga, dialah Rasulullah SAW. Kalaulah surga itu murah, mengapa Rasulullah melintasi gurun pasir nan terik sepanjaang 500 km dari Makkah ke Madinah?. Tanyakan juga kepada kaum Muhajirin dan Anshar, yang turut dijamin masuk surga. Kalaulah surga itu mudah, mengapa mereka mengalami diboikot kafir Quraisy selama kurang lebih tiga tahun di Jabal Isy?.
Not only preacher, not merely performance five times solah in a day.
Nggak Cuma haji doang, bukan juga sebatas puasa bin ‘fasting’. But then, i ask you, why then Allah revealed this verse?
﴿ اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ ٢١٤ ﴾ ( البقرة/2: 214)
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat”. (Qs. Al-Baqarah [ 2 ] : 214).
Lagi, surga oh surga…
Kalau surga hanya cukup dengan ilmu rukun Islam belaka, lalu mengapa Rasulullah dan para sahabat harus mengalami tragedi menyayat hati seperti itu?. Sungguh ini menunjukkan betapa mahalnya surga!
Wahai diriku sendiri, dan diri-diri yang telah meyakini kebenaran risalah dan siroh-nya Nabi. Sudah pantaskah diri kita untuk menghuni dan merasakan kenikmatan surga?
Sudah punya amalan apa kita, sehingga kita yakin bahwa Allah akan memasukkan kita ke dalam surga bersama para Nabi dan orang-orang pilihan-Nya?.
Maka, persiapkanlah masa depan Akhirat kita nanti, jangan sampai tatkala malaikat izroil datang untuk mencabut nyawa kita, kita baru mengingat amalan-amalan yang telah kita lewatkan dengan sengaja di dunia. Lalu berharap kita bisa mengulang waktu, memperbaiki apa yang seharusnya tidak kita lakukan.
Namun, hari ini kita masih diberi kesempatan bernafas, untuk memperbaiki segalanya. Masa depan dunia, dan yang terpenting, masa depan akhirat yang kekal abadi. Dan mudah-mudahan kelak kita akan mendengar ini untuk kita…
﴿ يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ٢٧ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ ٢٨ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ ٢٩ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ ٣٠ ﴾ ( الفجر/89: 27-30)
“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku”. (Qs. Al-Fajr [ 89 ] : 27-30).
“Wahai diri,
Bersabarlah…
Ia memang berat
Ia memang penat
Benarlah firman-Nya…
Benarlah sabda Sang Baginda Nabi,
“…Laksana menggenggam bara api”.
Gapapa, dunia emang tempatnya capek, kan disurga tempat istirahatnya…
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
