Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)
Ketua Umum DDII Pusat
Dewandakwahjatim.com, Depok – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengajak umat Islam Indonesia untuk menyikapi peristiwa nasional Pemilihan Kepala Daerah secara Langsung (Pilkada) dengan cerdas dan bijak. Yakni: gunakan hak pilih dengan niat ibadah, pilihlah yang terbaik atau yang paling kecil mudharatnya.
Pilkada serentak itu dilaksanakan pada 27 November 2024. Umat Islam diimbau untuk menggunakan hak pilihnya dengan niat ibadah. Umat Islam jangan tidak menggunakan hak pilihnya. Jangan Golput! Juga, dalam memilih senantiasa meminta petunjuk kepada Allah, menggunakan kriteria memilih yang terbaik atau yang paling kecil mudharatnya bagi masyarakat. Kriteria “terbaik” didasarkan pada aspek keimanan, keilmuan, akhlak, dan kemampuan dalam memimpin.
Tentu saja, sangat memungkinkan akan terjadi perbedaan dalam penilaian terhadap para calon kepala daerah. Perbedaan itu sangat mungkin terjadi antara para tokoh umat Islam sendiri. Apalagi, jika tidak ada perbedaan kualitas yang mencolok diantara para calon kepala daerah itu. Perbedaan pendapat itu perlu dihormati.
Mengapa umat Islam harus menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada ini? Sebab, kita memaklumi, tidak memilih dalam Pilkada, itu artinya memilih calon yang potensial untuk tidak dia pilih. Jika calonnya ada dua pasang. Pasangan pertamanya dikenal sebagai pemimpin muslim yang baik, sedangkan lawannya dikenal sebagai orang yang suka mendukung kemunkaran, maka pilihlah pasangan yang pertama.
Jika seorang muslim yang baik tidak menggunakan hak pilihnya, berarti ia tidak mendukung calon kepala daerah yang baik. Dan secara otomatis ia mendukung calon kepala daerah yang tidak baik. Itu kerugian besar bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.
Sebagai seorang muslim dan sebagai warga negara Indonesia, kita harus menjadi muslim yang baik, sekaligus menjadi warga negara yang baik. Artinya, kita harus terus berusaha agar daerah kita dan negara Indonesia ini menjadi samakin baik. Semakin baik, artinya pemimpin dan penduduknya semakin beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia.
Jika Indonesia belum menerapkan ajaran Islam dengan sepenuhnya, maka disitulah letak makna perjuangan kita. Itulah yang diamanahkan oleh para pemimpin umat Islam ketika merumuskan Anggaran Dasar Masyumi yang menetapkan tujuan Masyumi adalah: “Terlaksananya ajaran dan hukum Islam di dalam kehidupan orang seorang, masyarakat, dan negara Republik Indonesia, menuju keridhaan ilahi.”
Jadi, kita sambut Pilkada ini dengan niat ibadah dan pikiran yang cerdas dan bijak. Para pemimpin umat Islam yang tergabung dalam Masyumi dan partai-partai Islam lainnya, ikut Pemilu tahun 1955. Itulah jalan perjuangan yang terbuka ketika itu, yaitu melalui jaur politik kepartaian.
Tapi, para pemimpin umat Islam pun tidak kehilangan arah perjuangan, ketika Masyumi dipaksa untuk bubar dan tidak diijinkan untuk dihidupkan lagi oleh pemerintah Orde Baru. Para pemimpin umat Islam terjun dalam dakwah dan pendidikan secara maksimal. Hasilnya, sungguh luar biasa.
Jadi, tujuan Masyumi bukan hanya terlaksananya hukum Islam, tapi mencakup seluruh ajaran Islam. Itu artinya, mencakup juga aspek pendidikan, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya.
Hebatnya, Masyumi mencita-citakan pelaksanaan ajaran dan hukum Islam itu dimulai dari kehidupan setiap individu muslim, lalu masyarakat, dan berikutnya dalam kehidupan negara Republik Indonesia. Terakhir, tujuan itu dikunci dengan kata-kata: “menuju keridhaan Ilahi!”
Sungguh, itu rumusan yang luar biasa. Dan itulah sebenarnya tujuan dakwah Islam yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Karena itu, jika menilai keberhasilan atau kegagalan Masyumi, jangan hanya melihat dari satu aspek kehidupan saja. Misalnya, hanya aspek politik kepartaian.
Jadi, itulah sikap cerdas dan bijak dalam menyambut menyambut Pilkada serentak tahun 2024 ini. Gunakan hak pilih dengan niat ibadah dan memilih calon kepala daerah yang terbaik atau yang paling kecil mudharatnya.
Pada saat yang sama, kita juga harus bersikap proporsional. Dalam sistem demokrasi, kekuasaan kepala daerah pun terbatas. Tidak mudah untuk melaksanakan program-program perbaikan secara mendasar. Tetapi, apa yang tidak bisa kita capai semuanya, janganlah ditinggalkan semuanya.
Semoga Allah SWT menolong dan menyayangi kita semua. Allah karuniakan kepada kita para pemimpin daerah yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, dan mumpuni dalam memimpin daerahnya. Amin. (Depok, 16 November 2024).
Admin: Kominfo DDII Jatim
