RASULULLAH SAW MEWARISKAN EMPAT HAL PENTING

Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)
Ketua Umum DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Depok – Kita yakin bahwa Rasulullah saw telah mewariskan dua hal penting. Jika keduanya itu kita pegang erat-erat, maka kita tidak akan tersesat. Keduanya adalah al-Quran dan Sunnah Rasul. Tapi, patut juga dicatat, disamping mewariskan kedua hal itu, Rasulullah saw juga mewariskan dua hal penting lannya.

Kedua hal penting itu adalah: (1) Ulama-ulama yang mampu memahami dan menerapkan al-Quran dan Sunnah dengan benar dan bijak (2) Satu pasukan terbaik yang mampu menjaga dan melindungi umat Islam dari serangan-serangan para musuh yang senantiasa ingin merusak dan menghancurkan umat Islam.

Al-Quran dan Sunnah adalah sumber utama ajaran Islam. Al-Quran merupakan petunjuk bagi manusia dan orang-orang bertaqwa. Al-Quran juga merupakan rahmat dan obat bagi orang beriman. Tetapi, pemahaman dan penerapan ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Quran memerlukan ulama-ulama yang memiliki otoritas keilmuan dan kebijakan.

Sebagai contoh, aplikasi dari QS Ash-shaf ayat 4: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam kondisi shaf, laksana satu bangunan yang kokoh.”

Ayat tersebut memberikan pemahaman bahwa kita bukan hanya wajib berjuang di jalan Allah, tetapi wajib juga berjuang dalam barisan (shaf) yang rapi laksana satu bangunan yang kokoh. Bagaimana mengaplikasikan ayat tersebut dalam perjuangan di zaman kini. Begitu banyak organisasi politik Islam, organisasi pendidikan, dan juga organisasi sosial Islam.

Dulu, musuh datang secara fisik menyerang umat Islam. Kini, musuh menyerang umat Islam dalam bentuk serangan pemikiran, ekonomi, pendidikan dan budaya. Bagaimana semua itu harus dihadapi oleh umat Islam. Bangunan shaf seperti apa yang harus diwujudkan di zaman ini?

Untuk mewujudkan bangunan yang rapi, diperlukan pemimpin yang mumpuni. Ayat tersebut mengindikasikan bahwa umat Islam harus menyiapkan para pemimpin yang mampu menyatukan dan mengharmoniskan langkah-langkah perjuangan berbagai komponen perjuangan. Pemimpin tidak dilahirkan dan tidak turun dari langit, tetapi pemimpin lahir dari proses pendidikan yang benar dan tepat.

Selama 23 tahun masa kenabian beliau, Rasulullah saw telah berhasil melahirkan satu generasi terbaik – baik ilmunya maupun kekuatan fisiknya. Jadi, konsep-konsep indah tentang pendidikan dan perjuangan sebagaimana termaktub dalam al-Quran dan Sunnah, telah terbukti bisa diaplikasikan di zaman itu.
Secara prinsip, konsep itu tidak berubah, sepanjang zaman. Yang berubah adalah aplikasinya, sesuai dengan tantangan dakwah kontemporer di setiap zaman. Konsep itu abadi, karena pada hakikatnya, manusia juga tidak berubah dari zaman ke zaman.

Jadi, disamping mewarisi al-Quran dan Sunnah, sebagai umatnya, kita patut mencontoh konsep pendidikan dan dakwah Rasulullah saw. Maknanya, umat Islam wajib melakukan proses pendidikan yang dapat melahirkan ulama-ulama pewaris perjuangan Rasulullah saw. Al-Quran tidak boleh berhenti jadi bahan bacaan semata, tetapi harus dijadikan sebagai panduan utama dalam menata diri dan mengarungi ganasnya kehidupan dan perjuangan.

Warisan Rasulullah saw yang keempat adalah lahirnya satu pasukan hebat yang berhasil menaklukkan kekuatan-kekuatan besar di dunia ketika itu, seperti Persia dan Romawi. Kekuatan pasukan Rasulullah saw itu amat sangat luar biasa. Hanya dalam empat tahun sepeninggal Rasululah saw, pasukan Islam sudah mengalahkan Romawi dalam perang Yarmurk.

Maknanya, dalam perjuangan mewujudkan kemerdekaan dan kebahagiaan hidup yang hakiki, maka pembangunan kesehatan fisik manusia perlu diperhatikan serius. Manusia terdiri atas unsur fisik dan non-fisik. Kedua aspek itu harus dididik secara adil sehingga seorang muslim bisa menjadi manusia terbaik, karena mendapat bimbingan wahyu yang dilakukan oleh guru-guru terbaik.

Itulah empat hal penting yang diwariskan kepada umat manusia oleh Rasulullah saw. Jadi, tidak cukup dengan mengatakan bahwa umat Islam “harus kembali dan berpegang teguh kepada al-Quran dan Sunnah”, agar ita tidak tersesat!
Itu tidak cukup! Yang perlu dilakukan oleh umat adalah menyiapkan manusia-manusia hebat yang dapat memahami dan menerapkan al-Quran dan Sunnah dengan benar dan bijak (bilhikmah). Al-Quran dan Sunnah tidak bermasalah. Yang bermasalah adalah “kita”, manusianya!
Karena itu, kita dan umat Islam perlu dididik agar menjadi manusia yang beradab dan berilmu terhadap al-Quran dan Sunnah. Wallaahu A’lam bish-shawab. (Depok, 29 Agustus 2024).

Admin: Kominfo DDII Jatim
SS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *