Oleh Sigit Subiantoro, Wakil Ketua DDII Kediri
Dewandakwahjatim.com, Kediri – Di tengah panasnya Perang Badar, Ukkasyah bin Mihshan radhiyallahu ‘anhu bertarung tanpa henti. Tetapi tiba-tiba pedangnya patah!
Pada saat prajurit lain mungkin mundur, Ukkasyah tidak gentar.
Ia berlari menuju Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata:
“Wahai Rasulullah, pedangku patah.”
Rasulullah mengambil sepotong kayu, seolah bukan apa-apa, lalu menyerahkannya kepada Ukkasyah: “Berperanglah dengan ini, wahai Ukkasyah.”
Saat kayu itu digenggam, terjadi sesuatu yang tak pernah terlihat di medan perang sebelumnya, kayu itu berubah menjadi pedang putih berkilau, kuat, kokoh, dan memancarkan cahaya.
Dengan pedang ajaib itu, Ukkasyah kembali ke barisan depan, mengayunkan, menebas, menerjang musuh. Ia berperang sampai kemenangan diraih, dan pedang itu terkenal dengan nama Al-Awn, pedang yang Allah berkahi.
Itulah kisah seorang sahabat yang tidak menyerah ketika senjatanya patah, karena ia memiliki keyakinan yang tidak bisa dipatahkan oleh siapa pun.
Barakallahu fiikum
kisahperangbadar motivasi
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
