SEPULUH ( 10 ) TANDA-TANDA ORANG BERTAQWA

Oleh Adi Purnomo, S.Pd., Sekretaris DDII Banyuwangi

Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi – – Ada sepuluh (10) macam tanda-tanda orang bertakwa:

  1. Beriman kepada yang Ghoib.
  2. Mengerjakan, mendirikan, menegakan Sholat.
  3. Menginfaqkan sebagian rejeki yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya.
  4. Mengimani Al Qur’an dan kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Qur’an.
  5. Meyakini adanya Hari Akhir, Hari Akhirat.
  6. Menginfaqkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit.
  7. Mampu menahan Amarah.
  8. Mudah memaafkan kesalahan orang lain.
  9. Apabila berbuat dosa segera minta ampun kepada Allah SWT.
  10. Tidak mengulangi, melanjutkan perbuatan dosa tersebut.

Tanda-tanda ini bisa dilihat pada :

  1. Surat Al Baqoroh,
    Surat 2, Ayat 3 dan 4
  2. Surat Al Imran, Surat 3, Ayat 134 dan 135.

Yang paling MULIA diantara kalian ialah yang PALING BERTAQWA. ( Surat Al Hujurat, Surat 49, Ayat 13 )

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

yaaa ayyuhan-naasu innaa kholaqnaakum ming zakariw wa ungsaa wa ja’alnaakum syu’uubaw wa qobaaa-ila lita’aarofuu, inna akromakum ‘ingdallohi atqookum, innalloha ‘aliimun khobiir

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Tanda ORANG BERTAQWA yang Pertama ( No 1 ) :

Beriman kepada yang Ghoib.

Tanda-tanda ini bisa dilihat pada Surat Al Baqoroh, Surat 2, Ayat 3.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِا لْغَيْبِ وَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ 

allaziina yu-minuuna bil-ghoibi wa yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yungfiquun

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 3)

  1. Beriman kepada yang ghoib. Apa itu yang ghoib?
    Ghoib artinya tidak bisa dilihat dengan mata dan tidak bisa di pegang dengan tangan. Empat dari Enam Rukun Iman itu merupakan hal-hal yang Ghoib :
  2. Percaya kepada Allah SWT.
  3. Percaya kepada Malaikat-malaikat Allah
  4. Percaya kepada Hari Akhirat
  5. Percaya kepada Qodho dan Qodar.

Selain 4 diatas masih ada hal-hal Ghoib lain yang harus diyakini adanya oleh seorang muslim, mukmin, mis :

Surga, Neraka, Iblis, Syetan.

Rukun Iman secara lengkap ada Enam :

  1. Iman kepada Allah SWT.
  2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah.
  3. Iman kepada Kitab-kitab Allah.
  4. Iman keoada Rasul-rasul Allah.
  5. Iman kepada Hari Akhirat / Kuamat.
  6. Iman kepada Qodho dan Qodar.

Rukun Iman ada 6, yaitu keyakinan dasar dalam Islam yang meliputi:

  1. Iman kepada Allah SWT,
  2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
  3. Iman kepada Kitab-kitab Allah,
  4. Iman kepada Rasul-rasul Allah,
  5. Iman kepada Hari Akhir (Kiamat), dan
  6. Iman kepada Qada dan Qadar (Takdir) Allah. Keenamnya adalah Fondasi Akidah yang wajib diyakini setiap Muslim secara utuh, bukan sebagian-sebagian.

Berikut adalah penjelasan singkatnya:

Iman kepada Allah:

Meyakini keberadaan dan keesaan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan.

Iman kepada Malaikat:

Meyakini adanya malaikat sebagai makhluk Allah yang bertugas melaksanakan perintah-Nya.

Iman kepada Kitab-kitab Allah:

Percaya bahwa Allah menurunkan wahyu dalam bentuk kitab-kitab suci (seperti Al-Qur’an, Taurat, Injil, Zabur).

Iman kepada Rasul-rasul Allah:

Percaya bahwa Allah mengutus para nabi dan rasul sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan.

Iman kepada Hari Akhir:

Meyakini akan datangnya hari kiamat, kebangkitan, dan perhitungan amal.

Iman kepada Qada dan Qadar:

Percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini telah ditetapkan oleh Allah SWT (takdir).

Tanda TAQWA yang ke Dua ( 2 ) :

Mengerjakan, Mendirikan, Menegakan Sholat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِا لْغَيْبِ وَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ 

allaziina yu-minuuna bil-ghoibi wa yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yungfiquun

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 3)

Seseorang yg sudah mengucapkan Syahadat, bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah, hukumnya wajib mengerjakan Sholat, terutama Sholat wajib atau Sholat Fardhu yang lima, yaitu :

  1. Sholat Subuh 2 rokaat.
  2. Sholat Dhuhur 4 rokaat.
  3. Sholat Asar 4 rokaat
  4. Sholat Maghrib 3 rokaat.
  5. Sholat Isak 4 rokaat.

Selain sholat wajib (fardhu), ada juga sholat Sunnah, misalnya :

  1. Sholat Rawatib, sebelum/ sesudah sholat fardhu.
  2. Sholat Syukur Wudhu
  3. Sholat Tahiyatal Masjid.
  4. Sholat Tahajud
  5. Sholat Istkhoroh
  6. Sholat Istisqo: (minta hujan)
  7. Sholat Gerhana Matahari / bulan.
  8. Sholat di belakang Maqom Ibrahim waktu Haji / Umrah .
  9. Dll. Tanda TAQWA yg ke 3, menurut Surat Al Baqoroh ialah : “Wamimma rojaknahum yungfikun.

“, artinya : ” dan mrk menginfaqkan rejeki yg diberikan oleh Allah SWT”.

Berinfaq artinya membelanjakan.
Berinfaq ( membelanjakan harta) ada dua macam yaitu infaq wajib dan infaq Sunnah.

Infaq wajib yaitu mis :

  1. Zakat
  2. Menafkahi keluarga.
  3. Memenuhi Nazar

Infaq Sunnah mis :

  1. Shodaqoh.

INFAQ, ZAKAT dan SHODAQ.

INFAQ :

Infaq adalah mengeluarkan sebagian harta atau rezeki di jalan Allah SWT untuk kebaikan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, bersifat sukarela, tanpa batas jumlah/waktu seperti zakat, dan bisa untuk tujuan apa saja (pembangunan masjid, pendidikan, bencana, dll.), dengan tujuan mendapat ridha Allah dan membersihkan harta serta jiwa.

Berbeda dengan zakat yang wajib dan sedekah yang lebih luas (bisa non-materi), infak fokus pada pengeluaran harta secara sukarela.

Ciri-ciri infak:

Asal kata:

Dari bahasa Arab anfaqa-yunfiqu yang berarti membelanjakan atau mengeluarkan harta.

Sifat:

Sukarela, tidak wajib (kecuali nafkah keluarga), dan tidak ada batasan minimal (nisab).

Penerima:

Siapa saja yang membutuhkan (orang tua, kerabat, fakir miskin, pembangunan fasilitas umum).

Tujuan:

Mendapatkan ridha Allah, membersihkan harta, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperoleh pahala. 

Contoh infak:

  1. Membantu biaya pendidikan atau kesehatan.
  2. Menyumbang untuk pembangunan masjid atau sarana umum.
  3. Membantu korban bencana alam.
  4. Memberi nafkah kepada keluarga (infak wajib).

Perbedaan dengan Zakat & Sedekah:

Zakat: Wajib, ada nisab (batas minimal) dan waktu tertentu.

Infaq: Sukarela, tanpa nisab, fokus pada pengeluaran harta.

Sedekah: Paling luas, bisa harta (material) atau non-harta (non-material, seperti senyum), lebih umum dari zakat & infak.

Tanda TAQWA yang ke 4 dn ke 5 terdapat pada Surat Al Baqoroh Ayat 4.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِا لْاٰ خِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ 

wallaziina yu-minuuna bimaaa ungzila ilaika wa maaa ungzila ming qoblik, wa bil-aakhiroti hum yuuqinuun

“dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 4)

VI. Tanda TAQWA yang ke enam, ke tujuh dan ke delapan menurut Surat Al Imran Ayat 134

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ 

allaziina yungfiquuna fis-sarrooo-i wadh-dhorrooo-i wal-kaazhimiinal-ghoizho wal-‘aafiina ‘anin-naas, wallohu yuhibbul-muhsiniin

“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134)

Surat Al Imran, Surat 3, Ayat 134.

Surat Ali ‘Imran ayat 134 menjelaskan ciri-ciri orang bertakwa yaitu mereka yang :

  1. berinfak saat lapang maupun sempit,
  2. menahan marah,
  3. memaafkan kesalahan orang lain,

dan Allah mencintai mereka karena mereka adalah orang yang berbuat kebaikan (muhsinin).

Ayat ini menekankan pentingnya kedermawanan dalam kondisi apa pun dan pengendalian emosi serta pemaafan, yang semuanya menunjukkan sifat-sifat orang yang berbuat baik dan dicintai Allah. 

Teks Arab:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ 

Latin:

Allazīna yunfiqūna fis-sarā’i wad-ḍarrā’i wal-kāẓimīnal-ghaiza wal-‘āfīna ‘anin-nās, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn. 

Terjemahan:

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” 

Poin-Poin Penting dari Ayat:

  1. Kedermawanan (Infak): Berbagi harta dalam kondisi senang (lapang) maupun susah (sempit).
  2. Pengendalian Amarah (Kazimiin al-Ghaiz):
  3. Mampu menahan emosi marah.

Pemaafan (Al-Aafiina ‘Anin Naas):

Memaafkan kesalahan orang lain.
Cinta Allah (Wallahu Yuhibbul Muhsinin): Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik, termasuk sifat-sifat di atas. 

Ayat ini sering dikaitkan dengan ayat sebelumnya (Ali ‘Imran 133) yang mengajak untuk bersegera menuju ampunan dan surga bagi orang bertakwa, dan ayat 134 menjelaskan lebih lanjut sifat-sifat orang bertakwa tersebut.

Tanda TAQWA ke 9 dan 10 menurut Surat Al Imran, Surat 3, Ayat 135.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَا حِشَةً اَوْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَا سْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ ۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

wallaziina izaa fa’aluu faahisyatan au zholamuuu angfusahum zakarulloha fastaghfaruu lizunuubihim, wa may yaghfiruz-zunuuba illalloh, wa lam yushirruu ‘alaa maa fa’aluu wa hum ya’lamuun

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 135)

Surah Ali ‘Imran ayat 135 menerangkan tentang salah satu ciri orang yang bertakwa, yaitu segera memohon ampunan setelah melakukan kesalahan. 

Bacaan Ayat

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۖ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۖ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ 

Terjemahan

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” 

Poin-Poin Penting

Kandungan Ayat:

  1. Kesadaran Diri:

Orang bertakwa bukanlah orang yang tidak pernah berdosa, melainkan mereka yang segera “ingat Allah” (dzikrullah) ketika tergelincir dalam kemaksiatan.

  1. Segera Beristighfar: Memohon ampunan secara langsung setelah menyadari kesalahan tanpa menunda-nunda.
    Hanya Allah yang Mengampuni: Penegasan bahwa tidak ada zat yang berhak memberikan pengampunan dosa kecuali Allah SWT.
  2. Berhenti dan Tidak Mengulangi:

Syarat diterimanya tobat adalah tidak terus-menerus melakukan perbuatan dosa tersebut secara sadar.
Anda dapat membaca tafsir lengkapnya melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (Kemenag) atau mempelajarinya lebih dalam di Rumaysho untuk panduan praktis tobat.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi Penulis dan Pembaca dan bisa meningkatkan dan memperkuat Keimanan dan Ketaqwaan kita

Jazakumullah wa barokallahfikum.

Ahad, 15 Rajab 1447 H /
4 Januari 2026.

Sunday, 4 December 2026 AD.
Sunday, December 4, 2026 AD.

Pukul 22.27.

Wadungdolah, Kaligondo, Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *