Ketua DDII Jawa Timur: Da’i Harus Kuat, Terus Iqra’, dan Siap Berangkat Kapan Pun

Oleh: Sadidatul Azka, Da’iyah Pengabdian Akademi Da’wah Indonesia Jawa Timur

Dewandakwahjatim.com, Magetan — Kegiatan Mabit Da’i ke VII resmi dibuka pada Sabtu sore, 13 Desember 2025 yang in syaa Allah akan dilaksanakan selama 2 hari, bertempat di Masjid Baitul Ma’mur, Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Masjid yang berada tidak jauh dari kawasan wisata Telaga Sarangan tersebut menjadi saksi dimulainya rangkaian kegiatan pembinaan da’i yang diikuti para peserta dari berbagai daerah.

Pembukaan acara yang dimulai pukul 16.00 WIB dipandu oleh Ustadz Hifni Sholihin selaku pembawa acara. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Sudino didapuk untuk menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Mabit Da’i VII.

Dalam sambutannya, Ustadz Sudino menekankan pentingnya kemandirian bagi seorang da’i. Menurutnya, seorang juru dakwah tidak hanya dituntut kuat secara mental dan spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

“Da’i itu harus mandiri. Dianjurkan untuk berdagang sebagaimana Rasulullah ﷺ, dan diniatkan sebagai ibadah,” ungkapnya.

Beliau juga menyampaikan pesan penting terkait kearifan dalam berusaha. Ia mencontohkan fenomena pertanian di kawasan Sarangan, ketika sebuah komoditas langka bernilai tinggi ditanam oleh satu petani, lalu diikuti banyak orang secara bersamaan. Akibatnya, panen yang melimpah justru membuat harga jatuh karena pasokan berlebih.

“Carilah peluang usaha yang belum ada di sekitar. Jangan hanya ikut-ikutan. Ketika terlalu banyak yang sama, nilainya bisa turun,” pesannya.

Kegiatan pembukaan Mabit Da’i VII berlangsung hingga menjelang waktu Maghrib sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah itu, peserta melaksanakan ishoma (istirahat, salat, dan makan), sebelum dilanjutkan dengan Kajian Akbar yang terbuka untuk umum pada malam harinya.

Kajian Akbar dimulai pukul 19.30 WIB, diawali dengan salat Isya berjamaah. Sebelum kajian inti, Arjuna Taileleu, mahasantri putra Akademi Da’wah Indonesia (ADI) Jawa Timur asal Mentawai, diberi amanah untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an, Q.S. Al-Baqarah ayat 152–157.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Magetan, Ustadz Mu’allim. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa seorang da’i harus memiliki dua modal utama.

“Pertama, modal ekonomi. Kedua, ilmu. Jangan sampai kita sebagai da’i ketika ditanya justru menjadi bahan olokan. Maka kualitas ilmu harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Setelah sambutan dari Ketua Dewan Da’wah Magetan dan Ketua Ta’mir Masjid, kajian inti akhirnya dimulai pada pukul 20.20 WIB. Kajian Akbar kali ini disampaikan oleh Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I., Ketua DDII Jawa Timur, dengan mengangkat tema “Sikap Muslim Saat Musibah Melanda.”

Dalam penyampaiannya, KH. Fathur Rohman mengutip firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Q.S. At-Taubah ayat 38, yang menegur orang-orang beriman agar tidak merasa berat ketika dipanggil untuk berjuang di jalan Allah.

Beliau menegaskan bahwa dakwah bukanlah jalan yang mudah. Seorang da’i harus siap berangkat kapan pun, dalam kondisi lapang maupun sempit.

“Ketika ada perintah, lapang atau tidak, miskin atau kaya, da’i harus tetap berangkat. Menjadi da’i itu tidak mudah, maka harus kuat,” tegasnya.

Selain itu, beliau juga mengingatkan tantangan besar yang dihadapi umat Islam, terutama dalam menjaga generasi muda agar tetap dekat dengan masjid di tengah derasnya pengaruh luar.

“Lihat bagaimana pihak lain menyusun strategi untuk menjauhkan pemuda dari masjid. Maka kita juga harus bergerak dan mengatur strategi untuk menjaganya,” ujarnya.

Menutup kajian, KH. Fathur Rohman berpesan agar para da’i tidak pernah kehilangan semangat untuk terus belajar.

“Seorang da’i tidak boleh berhenti ‘iqra’, membaca dan terus membaca. Jangan sampai obyek dan subyek dakwah tidak tersentuh, karena itu sangat berbahaya,” pesannya.

Kajian Akbar berakhir pada pukul 21.25 WIB dan ditutup dengan pembacaan doa kafaratul majelis secara bersama-sama oleh seluruh jamaah dan peserta Mabit Da’i VII.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *