Tantangan Dakwah Dan Peningkatan Kualitas Dai

Dewandakwahjatim.com, Magetan – Kualitas dai hari ini harus ditingkatkan. Secara ekonomi dari harus punya pegangan ekonomi yang cukup bahkan kaya. Secara pendidikan minimal sarjana. Dan keagamaannya harus terus meningkatkan hafalan Qur’an dan hadits. Hal ini diperlukan supaya dai punya kedudukan yang sama dengan audiens atau kedudukan pemerintah. Demikian ujar Ust. Alim dalam sambutan pembukaan Mabit Dai ke-7 di masjid Baitul Makmur, Sarangan Kab. Magetan.(13/12/2025)

Ketua takmir masjid Baitul Makmur, Ust. Waluyo dalam sambutan dengan menitipkan dakwah Dewan Da’wah sebagaimana dirintis Moh. Natsir. Mengapa demikian? Kata Waluyo ada dakwah saja umat Islam menurun, utamanya terhadap ghazwul fikr.

Saya merasa bersyukur ternyata melihat para dai Dewan Da’wah yang hadir saat ini ternyata kebanyakan anak muda. Dan sepantasnya dai Gen Z hadir sesuai dengan zamannya, tambah Waluyo.

Sebagaimana sejarah pergerakan Dewan Da’wah yang saya ketahui salah satu yang mendorong pergerakan dakwah untuk mengerem kristenisari dan perang pemikiran, tegas Ust. Waluyo.

Acara pembukaan mabit dai sekaligus tabligh Akbar dengan tema Sikap Mukmin Saat Musibah Melanda disampaikan Ust. Fathur Rohman selaku Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur.

Mengawali kajian, ust. Fathur menyampaikan bagaimana Moh. Natsir mampu menyelami masyarakat untuk mendukung dakwah. Seperti para aghniyah diminta oleh Moh. Natsir untuk mendukung dakwah bilmaal. Adapun mereka yang bisa disebut preman. Diluluhkan untuk menjaga para ulama dan guru ngaji, tambahnya.

Adapun tantangan dakwah buat generasi muda sebagaimana selebaran kristenisasi tahun 1990an. Pernah dinyatakan bahwa upaya kristenisasi harus dilakukan di kalangan anak muda. Jauhkan mereka dari masjid dan agamanya.

Oleh karena itu kualitas dai harus ditingkatkan secara keilmuan, ujar Fathur. Dai tidak boleh membiarkan obyek-obyek dakwah tidak tersentuh.

Problema sekarang
Kerusakan bumi sesungguhnya adalah ulah dari pemimpin dan para pengusaha. Demikian Ust. Fathur menegaskan perihal hubungan bencana dengan pemimpin dan pengusaha ya g menguasai sumber alam.

Lahirnya kerusakan sesungguhnya diperbuat oleh manusia, sebagaimana disitir dalam surat Ar Ruum 41, jelasnya.

Melihat kenyataan seperti ini, maka diperlukan dai yang mengurusi masyarakat umum. Dan ada juga dai yang masuk kedalam posisi pemerintahan maupun politik. Inilah tugas yang paling berat, jelasnya. Untuk itulah diperlukan wawasan dai yang lebih luas, tambahnya.

Nah bagaimana dai dan ulama dengan pemerintahan. Maka harus dijaga hubungan ulama dan Umaro. Jika ulama ke Umaro harus mampu memberikan fatwa. Sebaliknya Umaro datang keulama harus mampu memberikan wawasan tentang kebaikan bersama masyarakat. Demikian jelas Ust. Fathur dalam memberikan wawasan kepada para da’i saat mabit. Berikutnya pemimpin pemerintahan harus mampu menegakkan keadilan, terutama pada keadilan hukum. Untuk menguatkan hal di atas maka diperlukan penguatan dan peningkatan kualitas dai. (Kominfo)

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudino Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *