Oleh Sigit Subiatoro, Pengurus Dewan Da’wah Kediri
Dewandakwahjatim.com, Kediri – Uang segalanya, hati dan harga diri hilang!
Di tengah hiruk pikuk kota modern, manusia berjalan dengan pandangan tertuju pada angka, kertas, dan layar yang menampilkan kekayaan. Uang telah menjadi segalanya. Mereka berlomba, tanpa henti mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, seakan kehidupan hanya diukur dari saldo rekening dan kemewahan yang bisa dipamerkan.
Namun, di balik gemerlap itu, harga diri dan moral yang perlahan memudar. Etika, kejujuran, dan empati mulai terpinggirkan. Persahabatan diuji oleh ambisi, keluarga terkoyak oleh obsesi; dan hati manusia, yang sebenarnya menuntun pada kebaikan, tersesat dalam labirin keserakahan.
Lebih memilukan lagi, banyak yang melupakan satu hal yang paling esensial: kehidupan setelah kematian. Mereka sibuk mengejar dunia fana ini, seakan masa depan abadi hanyalah mitos belaka. Lupa bahwa setiap tindakan meninggalkan jejak, setiap keputusan membentuk nasib, dan setiap niat menyimpan konsekuensi yang tak terlihat.
Di langit yang sama, diam-diam, waktu terus berjalan. Orang-orang yang mengejar kekayaan tanpa batas sering baru sadar ketika kesepian menyelimuti jiwa mereka, ketika harta tak mampu memberi kedamaian, dan ketika penyesalan datang terlalu lambat.
Ini adalah peringatan: dunia memang menawarkan gemerlap, tapi harga diri, integritas, dan kesadaran spiritual adalah harta yang jauh lebih berharga–harta yang menuntun manusia pada kehidupan yang hakiki, bukan sekedar hidup yang dipenuhi angka di rekening.
Jika manusia mampu menengok ke dalam, memahami bahwa uang hanyalah alat, dan bahwa kehidupan abadi menunggu di balik kematian, mungkin dunia akan menemukan keseimbangan yang hilang. Sebab, tanpa kesadaran itu, manusia akan terus menjadi budak gemerlap dunia, mengorbankan diri, harga diri, moral, dan masa depan abadi demi sebutir harta fana.
Semoga bermanfaat
relakanhargadiri gemerlapdunia moralterjualmurah kehidupansetelahmati #jiwatakternilai keserakahanmanusia hartafanahatikosong peringatanmoralgelap sadarsebelumterlambat
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
