Bersyukur di Semua Keadaan

Oleh M. Anwar Djaelani

Dewandakwahjatim.com,Surabaya – Di Jawa, Gunung Semeru meletus. Di Sumatra, banyak daerahnya yang dilanda banjir. Kita prihatin dan mendoakan, semoga semua yang terdampak Allah beri kekuatan iman dan takwa. Allah beri kesabaran saudara-saudara kita itu.

Terus, Teruslah!

Bersyukur kepada Allah itu wajib. Allah memerintahkan untuk bersyukur atas nikmat-Nya yang tak terhitung. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan hal ini, di antaranya ini: “Katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah’.” (QS Al-An-Naml [27]: 59).

Selalu bersyukurlah, di semua keadaan. Bersyukurlah di segenap situasi. Hal ini, karena nikmat Allah yang tidak terhitung. Perhatikan (terjemah) ayat ini: ”Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang” (QS An-Nahl [16] : 18).

Berikut ini tafsir Ibnu Katsir atas ayat di atas: Bahwa, Allah mengingatkan manusia atas sangat berlimpahnya nikmat serta kebaikan-Nya. Untuk itu Allah firmankan ayat tersebut.

Lebih jauh, Ibnu Katsir mengajak untuk lebih menyimak ujung ayat itu. Bahwa, Allah memaafkan Hamba-Nya. Sekiranya para hamba-Nya dituntut untuk mensyukuri semua nikmat-Nya, tentulah tidak akan mampu melakukannya. Juga, seandainya segenap hamba-Nya diperintahkan untuk itu, pastilah mereka lemah dan meninggalkannya (tidak dapat bersyukur secara semestinya). Seandainya Dia mengazab hamba-Nya, tentulah Dia berhak mengazab tanpa berbuat aniaya terhadap mereka. Akan tetapi, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia selalu mengampuni dosa-dosa yang banyak dan membalas pahala kebaikan sekecil apa pun.

Lebih lanjut, Ibnu Katsir mengutip Ibnu Jarir yang mengatakan bahwa firman Allah yang mengatakan ”Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun”, ini dinyatakan-Nya mengingat ada di antara hamba-Nya yang lupa untuk bersyukur kepada-Nya atas sebagian dari nikmat yang telah diberikan kepadanya. Allah Maha Pengampun bila para hamba-Nya bertobat kepada Allah dan kembali kepada-Nya dengan mengerjakan ketaatan kepada-Nya serta menempuh jalan yang diridhai-Nya.

Ayat itu ditutup, ”…lagi Maha Penyayang”. Bahwa, Allah Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Dia tidak mengazab manusia sesudah mereka kembali dan bertobat kepada-Nya.

Semua Merasakan

Memang, kehidupan tak selalu dalam posisi yang menyenangkan. Ada kalanya, yang dihadapi adalah keadaan yang tidak disukainya. Kesemuanya, baik yang menyenangkan maupun yang tidak disukai, harus kita terima dengan sabar. Kesemua itu, bagian dari ujian kepada semua manusia tanpa kecuali. Perhatikan (terjemah) ayat ini: ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS Al-Baqarah [2]: 155).

Lihatlah Nabi-Nabi ini: Adam As, Luth As, Ayub As, Zakariya As, Yusuf As, dan Yunus As. Begitu juga, perhatikan Nabi-Nabi ini: Nuh As, Ibrahim As, Musa As, Isa As, Muhammad Saw. Semua diuji, dan berat-berat.
Semua manusia, tanpa kecuali, diberi ujian. Segenap hamba-Nya, pasti mendapat cobaan. Bahkan, semakin Allah mencintai seseorang, ujian kepadanya akan semakin berat.

Jalan Mulia

Ucapkan alhamdulillah saat mendapatkan kenikmatan yang membahagiakan. Ucapkan alhamdulillah ‘ala kulli haal kala menghadapi musibah yang tidak disukai.

Cermatilah! ”Ketika mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, Nabi Muhammad Saw mengucapkan Alhamdulillah ala kulli hal (Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan)” (HR Ibnu Majah).

Dalam hal ketaatan kepada Allah, lihatlah mereka yang lebih bagus dari kita. Dalam hal ujian / cobaan yang datang dari Allah, lihatlah mereka yang lebih menderita jika dibanding kita.

Berikut ini, sekadar contoh. Pada 25 November 2025 ada kabar: Status Masih Awas di Level IV, Gunung Semeru Meletus 38 Kali dalam 6 Jam (https://www.jawapos.com/berita-sekitar-anda/016875711/status-masih-awas-di-level-iv-gunung-semeru-meletus-38-kali-dalam-6-jam). Pada 27 November 2025, ada berita: “Medan Banjir Parah, Rumah Warga Terendam Air hingga Atap” (https://news.detik.com/berita/d-8230924/medan-banjir-parah-rumah-warga-terendam-air-hingga-atap).

Mari doakan dan bantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah yaitu terdampak gunung meletus. Doakan dan bantu juga yang sedang menghadapi banjir. Doakan semua saudara kita yang sedang menghadapi ujian di kehidupannya masing-masing. Semoga Allah kuatkan kita semua dalam iman dan takwa. Mudah-mudahan kita sabar.
Semoga kita pandai bersyukur. Mudah-mudahan kita tak lupa untuk selalu bersyukur di semua keadaan. Alhamdulillah ala kulli hal (Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan. []

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *