Tafsir Surat Al Furqon, Surat No 25, Wahyu ke 42, Ayat 52.

Oleh Adi Purnomo, Sekretaris DDII Kab. Banyuwangi

Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi – Pada artikel sebelum ini, telah ditulis tentang 41 ayat-ayat jihad, 8 ayat turun di Makkah dan 33 ayat turun di Madinah.

Berikut adalah tafsir dari salah satu dari 8 ayat yg turun di Makkah yg merupakan ayat pertama yg menerangjan tentang jihad yaitu : Surat Al Furqan, Surat No.25, Wahyu ke 42, Ayat ke 52.

Ayat Makiyah tentang Jihad yg Pertama kali turun. ( Al Furqon Surat Makiyah, Surat No 25, Wahyu ke 42, Ayat 52).

Dalam mushaf Al Qur’an, Al Furqon berada pd urutan ke 25. Dalam urutan turunnya Wahyu, Al Furqon adalah Wahyu yg ke 42.
Al Furqon, Ayat 52 adalah ayat yg pertama kali berbicara tentang “Jihad”. Jihad dlm arti berjuang bukan Qitol atau Perang.

Ayat ini turun pada masa kenabian yg ke tiga ( tahun kenabian yg ke tiga).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَ جَاهِدْهُمْ بِهٖ جِهَا دًا كَبِيْرًا

fa laa tuthi’il kaafiriina wa jaahid-hum bihii jihaadang kabiiroo

“Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan (semangat) perjuangan yang besar.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 52)

فلا تطعالففف و جهده به جها دا كبيرا

“Dadi aja padha netepi wong-wong kafir, lan aja nganti ngiringan Al-Quran.”
(Qs. Al-Furqaan 25: Ayat 52)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala says:

فَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَ جَاهِدْهُمْ بِهٖ جِهَا دًا كَبِيْرًا

“So do not obey the disbelievers, and strive against them with the Qur’an a great striving.”

(QS. Al-Furqaan 25: Verse 52)

Tafsir Al Furqon Surat Makiyah, Surat ke 25, Wahyu ke 42, Ayat 52 menurut :

  1. Depag / Kemenag RI.
  2. Ibnu Katsir
  3. Prof. Dr. HAMKA

I. Menurut Depag/ Kemenag RI.

“Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Furqan Ayat 52

Betapa pun beratnya beban itu, nabi dilarang untuk tunduk kepada kemauan orang kafir. Maka janganlah engkau, wahai rasul, taati orang-orang kafir akan kemauan mereka, karena mereka berada pada jalur kehidupan yang salah, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya yaitu Al-Qur’an, dengan membacanya, menghayatinya, mengamalkannya dan menjelaskan isinya kepada mereka, dengan semangat perjuangan yang besar.

Hadapilah mereka dengan ketegasan dengan kesungguhan hati. Bantahlah ucapan-ucapan mereka dengan dalil-dalil yang kuat. Engkau berhadapan dengan manusia yang sangat angkuh. Jangan engkau berhenti dari berjuang di jalan Allah, karena, walaupun hal itu menjadikan kamu lelah, tapi akan menambah derajatmu di sisi tuhanmu dan akan bisa memberikan kemanfaatan yang sangat besar bagi kehidupan di alam seluruh.

  1. Kemudian Allah menampilkan kembali kemahakuasa-Nya di alam agar seluruh manusia merenungkannya.

Dan dialah yang membiarkan dua laut yaitu air sungai dan laut, mengalir berdampingan; yang ini tawar dan segar enak untuk diminum dan yang lain sangat asin lagi pahit yang sangat berguna bagi hewan-hewan di laut dan kehidupan manusia lainnya. Dan dia jadikan antara keduanya dinding yang demikian lentur dan canggih dan batas yang tidak tembus. Dengan adanya dinding itu kedua air tersebut tidak akan pernah bercampur. Masing-masing masih membawa sifat-sifat dirinya. Inilah fenomena alam yang luar biasa.

Demikianlah berbagai penjelasan dari beragam ahli ilmu terhadap kandungan dan arti surat Al-Furqan ayat 52 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat bagi kita semua. Sokong kemajuan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.”

II. Tafsir Al Furqon Surat 25 Wahyu ke 42 Ayat 52 menurut Ibnu Katsir.

Menurut Ibnu Katsir, tafsir Surah Al-Furqan ayat 52 adalah larangan untuk menaati orang-orang kafir dan perintah untuk berjihad melawan mereka dengan menggunakan Al-Qur’an dan segala potensi yang ada secara besar-besaran dan tanpa kelesuan semangat. 

Larangan menaati orang kafir:

Ayat ini memerintahkan agar tidak mengikuti keinginan dan jalan orang-orang kafir yang menolak risalah Al-Qur’an.

Perintah untuk berjihad:

Umat Muslim diperintahkan untuk berjihad melawan mereka dengan “jihad yang besar”, yang di dalamnya mencakup menggunakan Al-Qur’an sebagai landasan, mengerahkan seluruh daya dan semangat tanpa kelesuan.

Makna jihad:

  1. Jihad dengan Al-Qur’an: Menggunakan Al-Qur’an untuk menyampaikan kebenaran dan menghadapi kebatilan.
  2. Jihad dengan segala potensi: Menerapkan ajaran Al-Qur’an secara menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan, baik melalui lisan, harta, jiwa, maupun kekuatan lainnya.
  3. Semangat yang besar: Melakukan semua upaya jihad ini dengan penuh semangat dan keteguhan, tidak pernah merasa lelah atau berhenti.

III. Tafsir Al Furqon Surat Makiyah, Surat 25 , Wahyu ke 42 , Ayat 52 menurut Prof. Dr. HAMKA.

Menurut tafsir Hamka, Surat Al-Furqan ayat 52 memerintahkan Rasulullah untuk tidak menaati orang-orang kafir dan berjihad dengan Al-Qur’an, yang berarti berjuang dengan segala kesungguhan melalui dakwah, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur’an.

Perjuangan ini adalah jihad besar, tidak boleh berhenti meskipun lelah, karena akan meninggikan derajat dan memberikan manfaat besar. 

Penjelasan Tafsir Al-Furqan ayat 52 menurut Hamka

  1. Jangan ikuti orang kafir:

Pesan utama ayat ini adalah larangan untuk mengikuti kemauan orang-orang kafir. Hamka menekankan bahwa mengikuti mereka berarti menyimpang dari kebenaran yang diwahyukan melalui Al-Qur’an.

  1. Jihad dengan Al-Qur’an:

Ayat ini tidak hanya memerintahkan untuk melawan secara fisik, tetapi lebih utama dengan Al-Qur’an itu sendiri.

Ini diartikan sebagai berjuang dengan kesungguhan hati melalui:

Membaca dan memahami isinya.
Mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelaskan dan menyebarkan ajarannya kepada orang lain.

  1. Jihad yang besar: “Jihad yang besar” di sini berarti perjuangan yang dilakukan dengan sekuat tenaga, kesungguhan hati, ketegasan, dan tanpa kenal lelah.
    Keteguhan dalam berdakwah: Meskipun akan menghadapi kesulitan, lelah, dan penolakan, seorang mukmin tidak boleh berhenti dari perjuangan ini.
  2. Tujuan dan manfaat:

Terus berjuang dalam dakwah akan menambah derajat di sisi Allah dan memberikan manfaat besar bagi seluruh alam, karena menyebarkan kebenaran dan petunjuk bagi manusia.

Dengan membaca, mengerti, memahami ayat-ayat jihad secara detil dan komphresensive diharapkan, mudah-2an kita bisa beramal dg baik dan benar.

Berilmu sebelum beramal.

Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa meningkatkan dan memperkuat Iman ( Keimanan) dan Taqwa (Ketaqwaan kita).

Barokallahfikum.

اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
جزاك اللهُ ‎خيرا

Kaligondo, Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1447 /
20 Nopember 2025.

Pukul 15.32

Referensi :

  1. Terjemah Al Qur’an Depag / Kemenag.
  2. Terjemah Al Qur’an oleh Ahmad Hasan
  3. Tafsir Al Azhar Prof. Dr. HAMKA.
  4. Terjemah Al Qur’an Bahasa Inggris
  5. Terjemah Al Qur’an Bahasa Jawa
  6. Thesis, ” Tafsir Ayat- Ayat Jihad oleh Ibnu Katsir”, UIN JKT.
  7. AI .

Admin: Kminfo DDII Jatim

Editor: Sudono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *