Menata Kehidupan Da’i, Menegakkan Marwah Dakwah

Oleh : Ust. Nur Adi Septanto, Anggota
Bidang Pembinaan Dai, KUB dan Dakwah Khusus DDII Jatim dan Humas Pesantren PERSIS Bangil

Dewandakwahjatim.com, Bangil – Realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian da’i Dewan Dakwah di Jawa Timur hidup dengan penuh kesederhanaan. Banyak di antara mereka yang belum memiliki rumah sendiri—masih menumpang di rumah warga, menyewa kontrakan kecil, atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi menjaga keberlanjutan dakwah.
Mereka datang bukan membawa dunia, melainkan membawa cahaya petunjuk bagi masyarakat, mengajarkan tauhid, shalat, dan akhlak Islam. Namun, di balik ketulusan itu, tersimpan ujian kesejahteraan yang kerap mereka pendam dalam diam.

Inilah problem yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama umat. Dakwah tidak hanya memerlukan lisan yang fasih, tapi juga pijakan hidup yang kokoh bagi sang da’i. Ketika da’i tidak memiliki rumah, ketika keluarganya harus berpindah-pindah tanpa kepastian, maka kestabilan dakwah pun ikut terganggu.

Karena itu, sudah saatnya kita membangun ekosistem dukungan bagi para da’i. Bisa dimulai dengan gerakan wakaf rumah da’i, tabungan syirkah perumahan dakwah, atau gotong royong jamaah membantu kepemilikan tempat tinggal yang layak. Bukan untuk memanjakan, melainkan untuk menegakkan marwah dakwah —agar mereka berdiri tegak tanpa rasa canggung, menuntun umat dengan tenang dan bermartabat.

Kita percaya, dakwah akan kokoh bila da’inya hidup terhormat. Maka mari kita jadikan kepedulian ini sebagai amal jariyah yang mengalir tiada henti. Karena setiap atap yang menaungi da’i, sejatinya adalah naungan keberkahan bagi seluruh umat.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *