Oleh : Ust. Nur Adi Septanto, Anggota
Bidang Pembinaan Dai, KUB dan Dakwah Khusus DDII Jatim dan Humas Pesantren PERSIS Bangil
Dewandakwahjatim.com, Bangil – Nak,
Kadang kita berbuat salah. Ada yang karena tidak tahu, ada juga karena kalah oleh nafsu dan bujukan setan. Na‘ūdzu billāh. Kita berlindung kepada Allah dari segala godaan yang membuat hati kita gelap.
Ketika nafsu sudah dikuasai setan, hati jadi lemah. Ia seperti cermin yang pecah—tak bisa lagi memantulkan cahaya. Kadang, dari situlah muncul dosa dan maksiat. Tapi, apakah itu akhir dari segalanya?
Tidak, Nak. Sama sekali tidak.
Kesalahan bukanlah tanda bahwa kita buruk selamanya.
Kesalahan adalah tanda bahwa kita masih belajar.
Ada yang memilih menyerah.
Ada orang yang setelah berbuat salah merasa malu sekali.
Ia merasa tidak pantas lagi bergaul, minder, bahkan takut dilihat orang lain.
Setiap kali ia mengingat kesalahannya, hatinya sakit dan semakin terpuruk.
Hingga akhirnya ia menjauh, menyendiri, dan berputus asa.
Tapi, Nak, tahukah kamu?
Setan paling senang jika manusia berputus asa dari rahmat Allah.
Padahal, Allah berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا
“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar [39]: 53)
Jadi, Nak, jangan pernah menyerah.
Kesalahan bukan akhir cerita. Itu baru awal dari perjalanan menuju kebaikan.
Ada yang memilih bangkit kembali.
Sebagian orang sadar. Ia tahu dirinya telah jatuh ke dalam jurang kesalahan. Tapi ia tidak diam. Ia bangkit, menyesal, dan berjanji pada dirinya untuk memperbaiki segalanya.
Ia mulai berdoa dengan sungguh-sungguh, beristighfar, dan memperbanyak amal kebaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi)
Lihatlah, Nak…
Rasulullah ﷺ tidak mengatakan, “Orang yang tidak pernah salah adalah yang terbaik.”
Tidak! Justru yang terbaik adalah yang mau memperbaiki diri.
Hikmah untuk Hati yang Ingin Sembuh
Kesalahan bisa menjadi guru terbaik, kalau kita mau belajar darinya.
Ia mengajarkan bahwa:
- Kita lemah tanpa pertolongan Allah.
- Kita harus berhati-hati dalam setiap langkah.
- Dan yang paling indah — Allah selalu membuka pintu maaf bagi hamba yang mau kembali.
Nak,
Kalau suatu hari kamu merasa jatuh, jangan biarkan hatimu tenggelam.
Ambil wudhu, shalat dua rakaat, lalu berdoalah dengan lembut:
“Ya Allah, Engkau tahu hatiku pernah salah. Tapi Engkau juga tahu aku ingin kembali. Maka tuntunlah aku menuju jalan-Mu.”
Yakinlah, Nak…
Setiap air mata penyesalan yang jatuh karena Allah — akan tumbuh menjadi bunga ampunan di hati yang ikhlas.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
