Oleh Ust. Muhammad Ali Zubair, wakil ketua bidang Aitam DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com Malang – Santri adalah generasi yang tumbuh dengan ilmu, adab, dan ketakwaan. Mereka bukan hanya belajar untuk memahami hukum-hukum agama, tetapi juga sedang mempersiapkan diri menjadi penerus bangsa dan umat. Sebab, santri sejati tidak hanya pandai membaca kitab, tetapi juga mampu membaca zaman.
Menjadi santri berarti menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab. Seorang santri tidak hanya dibentuk oleh hafalan, tetapi oleh kesungguhan, kedisiplinan, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Hadits ini menunjukkan bahwa santri yang menapaki jalan ilmu sedang menapaki jalan kemuliaan. Dari merekalah lahir pemimpin yang bijaksana, sebab ilmu adalah cahaya yang membimbing dalam setiap keputusan.
Islam memandang ilmu dan amanah sebagai dua pilar utama kepemimpinan. Allâh ﷻ berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَاۡمُرُكُمۡ اَنۡ تُؤَدُّوا الۡاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهۡلِهَا ۙ وَاِذَا حَكَمۡتُمۡ بَيۡنَ النَّاسِ اَنۡ تَحۡكُمُوۡا بِالۡعَدۡلِ ؕ
“Sesungguhnya Allâh menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil…” (QS. An-Nisā’: 58)
Ayat ini menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki dua sifat penting: amanah dan adil. Kedua sifat ini tumbuh kuat dalam jiwa santri yang dididik dengan nilai kejujuran, kesabaran, dan kedisiplinan.
Santri hari ini adalah investasi peradaban. Mereka belajar dengan penuh kesungguhan, jauh dari hingar-bingar dunia, agar kelak mampu membawa pencerahan di tengah umat. Dari pondok yang sederhana, lahirlah tokoh-tokoh besar yang menuntun masyarakat dengan ilmu dan akhlaknya.
Santri penerus perjuangan Ulama, dalam sejarah Indonesia, para santri telah menjadi garda terdepan dalam menjaga agama dan negara. Mereka ikut berjuang melawan penjajah, menegakkan kemerdekaan, dan menjaga moral bangsa.
Maka, santri hari ini harus meneruskan perjuangan itu. Bukan hanya dengan semangat, tapi dengan kompetensi, integritas, dan akhlak mulia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خير الناس أنفعهم لناس، رواه أحمد والطبراني
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”(HR. Ahmad, Thabrani)
Santri yang berilmu dan beramal akan menjadi manusia yang bermanfaat, memimpin dengan ilmu dan kasih sayang, bukan dengan hawa nafsu dan kedzaliman.
Santri hari ini adalah calon pemimpin masa depan pemimpin yang tidak hanya cerdas, tapi juga berjiwa rabbani. Mereka belajar bukan untuk mencari jabatan, tetapi untuk mencari ridha Allah. Dan karena keikhlasan itu, Allah akan meninggikan derajat mereka.
Sebagaimana firman Allâh ﷻ:
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujādilah: 11)
Untuk kalian para santri, tetaplah berjuang menuntut ilmu dengan ikhlas. Rawat adab sebelum ilmu, karena pemimpin sejati lahir dari hati yang bersih. Dan jadilah santri yang bukan sekedar pandai berdoa, tapi juga siap berjuang. Karena hari ini kalian santri, maka esok kalian pemimpin yang menuntun ummat menuju pemberdayaan dan kemuliaan.
Admin: Komi fo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
