Sowan Da’i Kepada Kiai: Memetik Cahaya Bimbingan dan Nasehat Ilmu

Oleh Haris Agung Firmansyah
(Da’i Pedesaan Dewan Dakwah Jatim )

Dewandakwahjatim.com, Lumajang – Jumat, 3 Oktober 2025, menjadi hari penuh keberkahan bagi seorang da’i yang bertugas di Dusun Puncak, B29 Lumajang. Dalam kesungguhan hati mencari arahan dan bimbingan, ia bersama salah satu warga yang bernama mas suwoto dari tempat tugasnya bersilaturahim (sowan) ke Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI, Mojokerto.

Tujuan sowan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan ikhtiar menimba nasihat, motivasi, dan restu dakwah dari para masyayikh yang menjadi panutan ilmu dan akhlak.

Dalam suasana pesantren yang teduh dan penuh nuansa ilmu, sang da’i bertemu langsung dengan Abah Kiai Fathur Rohman, pengasuh Pondok Pesantren eLKISI, di kediaman beliau. Pun juga Ustadz Ainur Rofiq, wakil pengasuh.

Motivasi dakwah, terangkum pada kajian rutin hari Jum’at ba’da shalat magrib di Masjid Agung eLKISI, dengan para santriwan-santriwati serta para asatidz dan asatidzah yang turut mendampingi. Pun juga dengan beliau ustadzah Rohmatin ibu ideologis sang da’i di pondok, turut memberikan arahan dan motivasi kepada si da’i.

Abah Kiai memberikan wejangan yang begitu menyentuh hati. Beliau menuturkan firman Allah dalam Surat Adh-Dhuha ayat 4:

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ
“Dan sungguh, yang kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).”
(QS. Adh-Dhuha: 4)

Melalui ayat tersebut, Abah Kiai mengingatkan bahwa jalan dakwah tidak selalu mudah. Kadang diwarnai keterbatasan, jarak, dan ujian. Namun, setiap langkah perjuangan di jalan Allah akan berbuah kebaikan yang jauh lebih besar di akhirat, selama dijalani dengan ikhlas dan kesabaran.

Beliau juga menguatkan dengan ayat lain dalam Surat Al-A‘la ayat 17:

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Al-A‘la: 17)

Abah Kiai menjelaskan bahwa seorang da’i harus selalu berorientasi pada akhirat. Tidak boleh patah semangat meski hasil dakwah belum tampak nyata di dunia, karena nilai amal di sisi Allah jauh lebih kekal dan berharga.

Sementara itu, Ustadz Ainur Rofiq turut memberikan motivasi yang menggugah. Beliau menyampaikan agar da’i di lapangan selalu menjaga sopan santun, semangat dan ketulusan hati. Dakwah bukan hanya soal berbicara, tetapi tentang menghadirkan akhlak Rasulullah ﷺ di tengah masyarakat dengan kelembutan, keteguhan, dan kesabaran.

Beliau berpesan,

“Teruslah bergerak walau perlahan, jangan grusak-grusuk. Dakwah bukan dilihat dari hasilnya, tapi dilihat dari prosesnya.”

Dari para ustadz dan ustadzah yang hadir pun mengalir berbagai wejangan berharga tentang sinergi dakwah, ukhuwah, dan pentingnya menjaga niat lillahi ta’ala. Semua nasihat itu menjadi peneguh langkah bagi sang da’i agar tetap kuat menebar cahaya Islam di medan tugasnya yang jauh di pegunungan.

Pertemuan hangat itu ditutup dengan foto bersama para santri Pondok eLKISI setelah kajian ba’da subuh, sebagai simbol kebersamaan dan doa agar dakwah di daerah terus mendapat bimbingan serta pertolongan Allah.

Sowan kali ini bukan sekadar perjumpaan fisik, tapi juga pertemuan hati dan ilmu. Sebagaimana pesan Abah Kiai Fathur Rohman di akhir nasehatnya:

Paling menarik adalah menjadi karyawannya Allah subhanahuwataala insyaallah akan bahagia di dunia, bahagia di akhirat.

Wallahu a’lam

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *