Oleh: Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang PSQ Dewan Da’wah Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Setiap pagi manusia sibuk memilih pakaian: ada yang memakai kemeja rapi, ada yang tampil kasual, ada pula yang berbusana mewah. Semua itu demi terlihat pantas di mata manusia. Namun, ada satu pakaian yang sering dilupakan: pakaian akhlak.
Pakaian lahir hanya menutupi tubuh, sementara pakaian akhlak menutupi jiwa. Bila pakaian lahir kotor, orang merasa risih melihatnya. Bila pakaian akhlak rusak, lebih parah lagi: manusia kehilangan kehormatan, hilang rasa malu, bahkan kehilangan jati dirinya sebagai makhluk mulia.
Akhlak: Pakaian Terindah yang Dipuji Allah
Allah ﷻ menegaskan kepada Nabi Muhammad ﷺ:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas budi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Ayat ini menjadi bukti bahwa kemuliaan seorang hamba bukan diukur dari harta, bukan dari kedudukan, melainkan dari akhlaknya.
Keistimewaan Manusia Karena Akhlaknya
- Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ، وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian, dan paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat, adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)
- Rasulullah ﷺ juga bersabda:
إِنَّ أَكْمَلَ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Sesungguhnya orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)
- Dalam hadits lain beliau bersabda:
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik.” (HR. Abu Dawud)
Pakaian yang Abadi
Manusia dihormati bukan karena jas mahal yang dikenakan, tetapi karena akhlak yang melekat. Akhlak adalah pakaian yang tidak pernah kotor oleh debu dunia, selama dijaga dengan takwa.
Pada akhirnya, pakaian lahir akan ditanggalkan saat masuk ke liang lahat. Yang tersisa hanyalah pakaian akhlak yang menemani kita menghadap Allah.
Maka, mari kita kenakan pakaian terindah itu: akhlak mulia, karena itulah yang membuat kita benar-benar manusia di hadapan Allah dan sesama.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
