Oleh Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang PSQ DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Dalam perjalanan hidup, setiap manusia pasti mencari tempat untuk bersandar, pelabuhan bagi jiwanya yang lelah, dan cahaya bagi hatinya yang gelap. Namun, ada satu kunci yang mampu membuat hidup terasa lapang, tenang, dan bermakna, meski dunia sedang tidak ramah: ridha Allah.
Ridha di dunia bukan sekadar rasa puas atau cukup secara materi. Ia adalah kedamaian jiwa yang tak bisa dibeli, ketenangan hati yang tak tergantung situasi. Itulah surga dunia yang sejati — ketika hati pasrah dan ikhlas terhadap takdir Allah, ketika manusia berhenti mengeluh dan mulai bersyukur, maka saat itulah ia sedang mencicipi kenikmatan surga… bahkan sebelum surga yang abadi.
Dan menariknya, ridha Allah bukan hanya membuat hidup di dunia terasa ringan, tapi juga menjadi jembatan menuju surga akhirat. Ketika Allah ridha, maka semua yang sulit bisa menjadi mudah, semua air mata bisa berubah jadi rahmat, dan semua luka bisa menjadi jalan ampunan.
Sebaliknya, ketika seseorang lebih sibuk mencari ridha manusia, maka ia akan terperangkap dalam lingkaran tak berujung bernama validasi. Ia akan terus bertanya dalam hatinya: “Apakah aku sudah cukup keren? Apakah orang-orang menyukaiku? Apakah mereka menganggapku berharga?” Dan itulah awal mula kegelisahan yang tak kunjung reda.
Salah satu bentuk nyata dari pencarian ridha manusia adalah sifat jaim — jaga image. Orang yang jaim berusaha keras terlihat sempurna di mata orang lain. Ia menutupi kekurangannya, menyembunyikan kegagalannya, dan kadang pura-pura bahagia demi mendapat pengakuan. Padahal, manusia tak akan pernah puas. Standar mereka terus berubah. Hari ini dipuji, besok bisa dicaci. Dan jika hidup hanya diatur oleh persepsi manusia, maka kita akan kehilangan jati diri kita sendiri.
Maka, alihkan fokusmu. Jadikan ridha Allah sebagai pusat orientasimu. Saat Allah ridha, kamu tak butuh tepuk tangan dunia. Dan anehnya, saat kamu hanya mengharap ridha Allah, sering kali Allah juga mendatangkan cinta dari manusia dengan cara yang paling tak terduga.
Ridha Allah adalah kebebasan sejati: bebas dari tekanan ekspektasi manusia, bebas dari beban pencitraan, dan bebas dari kecemasan akan penilaian dunia. Saat kamu hidup untuk-Nya, maka kamu akan hidup dengan tenang, bermakna, dan penuh arah.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
