Oleh: Sudono Syueb, Anggota Bidang Kominfi DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Akhir-akhir ini antara yang benar dan salah sudah sulit dibedakan. Misalnya:
- Soal perseteruan antara kelompok Habaib dan Pasukan Walisongo lndonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) siapa yang benar? Kebanyakan masyarakat lndonesia tidak tahu.
- Soal penyerahan data pendudyuk lndonesia ke Amerika oleh pemerintah lndonesia, benarkah itu? Dll.
Karena kita belum tahu secara pasti soal kabar-kabar itu, kata Rasulullah, sebaiknya kita tidak terlibat.
Rasulullah SAW bersabda:
قــالرســولاللــه_ﷺ :
((سَتَكُــونُ فِتَــنٌ القاعِدُ فيها خَيْـرٌ مِـنَ القائِــمِ، والقائِــمُ فيها خَيْرٌ مِنَ الماشِي، والماشِي فيها خَيْـرٌ مِنَ السَّاعِي، ومَن يُشْرِفْ لها تَسْتَشْرِفْهُ، ومَن وجَدَ مَلْجَـأً أوْ مَعـاذًا فَلْيَعُــذْ بهِ))( صحيخ بخارى؛ ٢٨٨٦)
Rasulullah SAW bersabda: ‘Akan ada fitnah-fitnah yang akan terjadi, dan orang yang duduk (tidak terlibat) di dalamnya lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berlari. Barangsiapa yang memperlihatkan (menyebarkan) dirinya kepada fitnah, maka fitnah itu akan memperlihatkan dirinya kepadanya. Dan barangsiapa yang menemukan tempat perlindungan atau tempat berlindung, maka hendaklah dia berlindung di dalamnya.'” (HR Bukhari no 2886)
Hadis ini menjelaskan tentang fitnah-fitnah yang akan terjadi di masa depan dan mengingatkan umat Islam untuk berhati-hati dan tidak terlibat (memproduksi) di dalamnya (fitnah). Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang tidak terlibat dalam fitnah lebih baik daripada orang yang terlibat, dan semakin besar keterlibatan seseorang dalam fitnah, maka semakin besar pula bahaya yang akan dihadapinya.
Hadis ini juga menjelaskan bahwa barangsiapa yang memperlihatkan dirinya kepada fitnah, maka fitnah itu akan memperlihatkan dirinya kepadanya, artinya bahwa jika seseorang memperlihatkan dirinya kepada fitnah, maka fitnah itu akan menguasai dan menghancurkannya.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW menyarankan agar umat Islam mencari tempat perlindungan atau tempat berlindung jika mereka menemukan fitnah, sehingga mereka dapat terhindar dari bahaya fitnah tersebut.
Hadis ini juga menunjukkan bahwa tanda-tanda kenabian salah satunya adalah kemampuan untuk memprediksi kejadian yang akan datang, dan dalam hadis ini Rasulullah SAW memprediksi adanya fitnah-fitnah yang akan terjadi di masa depan.
Dalam penjelasan hadis ini juga disebutkan bahwa pentingnya menghindari fitnah dan berlindung dari bahaya fitnah, serta bahwa bahaya fitnah dapat berbeda-beda tergantung pada tingkat keterlibatan seseorang di dalamnya.
Doa yang bisa dibaca untuk memohon perlindungan dari fitnah adalah: “Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal”. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, azab neraka, fitnah kehidupan dan kematian, dan fitnah Dajjal”.
Selain itu, ada juga doa lain yang bisa diamalkan seperti: “Rabbanaa laa taj’alnaa fitnatal lil qaumidh dhaalimiin wa najjinaa birahmatika minal qaumil kaafiriin”. Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmatMu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir”.
Berikut adalah beberapa doa tambahan yang bisa diamalkan:
- Doa memohon perlindungan dari fitnah dunia dan akhirat: “Allaahumma innii a’uudzu bika min fitnatin naar wa ‘adzaabin naar wa min fitnatil qabri wa ‘adzaabil qabri. Allaahumma innii a’uudzu bika min syarri fitnatil masiihid dajjaal”.
- Doa memohon perlindungan dari keburukan takdir: “Allaahumma innii a’uudzubika min jahdil balaa, wa darakisy syaqaa, wa suu’il qadhaa, wa syamaatatil a’daa”.
- Doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat: “Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban naar”.
- Doa dari surat Al-Anbiya ayat 87: “Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadh dhaalimiin”.
- Membaca 10 ayat pertama surat Al-Kahfi juga dianjurkan untuk menghindari fitnah Dajjal, menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban.
Wallahu a’lam
Sumber:
- Akun FB Shahih Bukhari-Muslim
- Haibunda.com
- Detik.com
Admin: Kominfo DDII Jatim
