Dalam Derita yang Tak Terkata, Ada Cinta yang Tak Terbantahkan

Oleh: Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang PSQ DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Dalam rahim seorang ibu, kehidupan manusia dimulai. Bukan sekadar ruang biologis, tapi ladang pengorbanan yang dalam Al-Qur’an disebut dua kali dengan kata كُرْهًا (kurhan)—sebuah kesakitan yang dipikul bukan sekali, tapi terus-menerus. Allah menegaskan dalam dua ayat yang penuh makna:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ احسانا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهٗا وَوَضَعَتْهُ كُرْهٗا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثلَٰثُونَ شَهْرٗا ۚ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah payah, dan melahirkannya dalam keadaan susah payah (kurhan). Masa mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ احسانا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٖ.

“Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.” (QS. Luqman: 14)

Dua kata yang berbeda dipakai Allah:
“Kurhan” bermakna kesakitan yang terpaksa ditanggung—derita lahir dan batin.
“Wahnan ‘ala wahnin” adalah kelemahan di atas kelemahan—daya fisik yang makin menurun, namun tetap dijalani demi satu hal: cinta kepada anaknya.

Inilah cinta yang tak berbalas, pengorbanan yang tidak pernah meminta ganti. Maka, saat seseorang merasa berjasa, merasa besar karena ilmu atau kedudukannya, semestinya ia kembali ke akar: siapa yang dulu menahan sakit, demi agar ia lahir dan tumbuh?

Ayat-ayat ini bukan hanya menyuruh “berbuat baik” kepada orang tua. Tapi mewajibkan ihsan—baik yang bukan sekadar sopan, tapi menyentuh hati, menyayangi dengan penuh kesadaran bahwa hidup kita adalah hasil jerih payah yang tidak kita bayar.

Jika engkau masih memiliki ibumu, genggam tangannya erat. Jika engkau telah kehilangannya, doakan ia dalam syukur yang dalam. Sebab kita pernah dibawa—dengan lemah, dengan sakit, dengan cinta—dan semua itu tak mungkin terbalas… kecuali dengan akhlak dan doa yang tak putus.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *