Oleh: Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang PSQ DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Jombang –
إنا لله وإنا إليه راجعون
“Sesungguhnya kita milik Allah, dan hanya kepada-Nya kita akan kembali.”
Dengan penuh duka dan ketundukan pada takdir Allah ﷻ, kami menyampaikan kabar wafatnya:
Drs. K.H. Ali Fikri
(Ketua Dewan Da’wah Kabupaten Jombang, Wakil Bupati Jombang 2003–2008, Penjabat Bupati Jombang)
Beliau berpulang ke rahmatullah pada hari Jumat, 11 Juli 2025 / 15 Muharram 1447 H, di Jakarta. Jenazah beliau dishalatkan di Masjid Al-Khoriyah, Sumobito – Jombang, usai Sholat Jumat yang khusyuk dan penuh haru.
Khutbah Jumat: Kematian dan Misteri Tempat Kembali
Dalam khutbah Jumat yang mengiringi perpisahan itu, sang khatib menyampaikan satu ayat yang mengguncang kesadaran kita:
وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ
“Dan tiada satu jiwa pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati.” (QS. Luqman: 34)
Tak ada yang menyangka, sosok yang begitu lekat dengan Jombang — tanah dakwah dan pengabdian beliau — akan diwafatkan di Jakarta. Tapi bukankah itu bagian dari rahasia Allah yang indah? Sebab Allah-lah yang memilih tempat terbaik, waktu terbaik, dan cara terbaik bagi hamba-hamba-Nya yang Ia cintai.
Meninggal di Hari Jumat: Tanda Husnul Khatimah
Hari Jumat bukan hari biasa. Rasulullah ﷺ bersabda:
“مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ”
“Siapa yang wafat di hari Jumat atau malam Jumat, maka ia akan dijaga dari siksa kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi – hasan)
Semoga wafatnya beliau pada hari Jumat adalah isyarat cinta Allah, pertanda husnul khatimah, dan jalan lapang menuju surga-Nya.
Warisan Perjuangan: Dari Kantor hingga Mimbar
Drs. K.H. Ali Fikri bukan sekadar pemimpin daerah, tapi juga penuntun jiwa.
Sebagai Wakil Bupati Jombang 2003–2008 dan Penjabat Bupati, beliau dikenal bersahaja namun tegas dalam nilai.
Sebagai Ketua Dewan Da’wah, beliau istiqamah berdakwah, membina umat, dan mempersatukan banyak elemen umat Islam dengan kelembutan dan visi keumatan yang kuat.
Ia tidak hanya bicara tentang perubahan, tapi menjadi bagian dari perubahan itu sendiri — dengan akhlak, kerja nyata, dan doa yang tak putus.
Kesaksian dari Sahabat: Ust. Salim Basawad
Dalam suasana duka yang penuh cinta, Ustadz Salim Basawad, sahabat dekat sekaligus wakil dari keluarga, menyampaikan kesaksian menggetarkan:
نَشْهَدُ اللَّهَ فِي الْأَرْضِ أَنَّ فُلانًا (الشَّيْخَ عَلِي فِكْرِي) كَانَ مِنْ خِيَارِ أَهْلِنَا، صَابِرًا فِي الْبَلَاءِ، صَادِقًا فِي الدَّعْوَةِ، وَنَاصِحًا لِأُمَّتِهِ، وَنَحْسِبُهُ كَذَٰلِكَ وَلَا نُزَكِّي عَلَى اللَّهِ أَحَدًا.
“Kami bersaksi kepada Allah di muka bumi bahwa beliau adalah salah satu hamba terbaik kami: sabar dalam ujian, jujur dalam dakwah, dan tulus dalam menasihati umat. Kami bersangka baik demikian, namun kami tidak mensucikan siapa pun di hadapan Allah.”
Doa untuk Almarhum
Dengan penuh cinta dan air mata, kami panjatkan doa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ.
“Ya Allah, ampunilah beliau, rahmatilah beliau, muliakan tempat kembali beliau, dan masukkan ia ke dalam surga-Mu yang luas.”
Penutup: Yang Pulang, Meninggalkan Jejak
Hari ini, kita tidak hanya melepas jenazah, tapi melepas sebuah keteladanan:
Keikhlasan yang tidak menuntut pujian.
Kerja diam yang meninggalkan jejak dalam.
Dakwah yang hidup dalam tutur dan perbuatan.
Mari kita lanjutkan perjuangan beliau.
Mari kita hidupkan nilai-nilai yang ia titipkan.
Dan semoga kita kelak dipertemukan kembali — di Jannah, tempat tak ada lagi perpisahan.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ، وَاجْمَعْنَا بِأَحِبَّتِنَا فِي فِرْدَوْسِكَ الْأَعْلَى
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
