Artikel Terbaru ke-2.201
Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id), Ketua Umum DDII Pusat
Dewandakwahjatim.com, Depok - Pada 22 April 2025 ada peristiwa penting dalam dunia pergerakan dakwah di Indonesia. Hari itu, saya menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Sulawesi Selatan, masa khidmat 2025-2030.
Ketua DDII Sulsel yang terpilih adalah Prof. Dr. Syahrir Malongi, guru besar Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makasar. Ia menggantikan Prof. Dr. Alimin Maidin yang wafat beberapa bulan sebelumnya. Sedangkan Ketua Majelis Pertimbangan DDII Sulsel adalah Prof. Dr. Mansyur Ramli.
Acara pelantikan pengurus DDII itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung dan juga Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan berharap agar DDII dan MUI serta ormas-ormas keagamaan lainnya ikut bersama-sama menguatkan program-program pembangunan keagamaan di Sulawesi Selatan.
“Banyak hal yang dapat kita kerjakan bersama, termasuk dalam bidang pendidikan. Bahkan kami sudah instruksikan kepada kepala sekolah SMA agar mendorong siswa-siswi SMA untuk hafal satu hingga tiga juz,” katanya.
Dia melanjutkan, banyak kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang bisa dikerjasamakan. Dan pelantikan pengurus DDII akan memperkuat penguatan keumatan pada masa mendatang.
Menyaksikan semangat para petinggi Provinsi dan cendekiawan Sulsel dalam meningkatkan dakwah dan pendidikan di Sulsel patut disambut dengan suka cita. Tidak semua provinsi di Indonesia memiliki kondisi seperti itu. Umara dan ulama memiliki semangat memajukan dakwah. Karena itu, sangatlah merugi jika gerakan dakwah tidak memanfaatkan kesempatan semacam itu semaksimal mungkin.
Provinsi Sulsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk menjadi model kebangkitan peradaban Islam. Sulsel memiliki sejarah yang hebat. Islam pernah diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Sulsel juga memiliki ulama-ulama besar yang menjadi pelopor kebangkitan peradaban Islam. Yang sangat menonjol adalah Syekh Yusuf Maqassari.
Dalam sambutan pelantikan pengurus DDII Sulsel itu, saya menyampaikan pentingnya menggali dan merumuskan kembali sejarah kejayaan Islam di Sulsel. Sejarah itulah yang harus dijadikan sebagai “historical right” atau hak sejarah umat Islam di Sulsel untuk merumuskan pembangunan masa depan di sana. Sejarah bukan hanya bacaan tentang cerita masa lalu yang hanya dikenang dan tidak dirumuskan konsep kejayaannya.
Ulama-ulama besar lain yang lahir dari sistem pendidikan di Sulsel pun sangat banyak. Begitu juga dengan banyaknya tokoh nasional yang lahir dari Sulsel dan diakui kiprahnya secara nasional. Tentu saja kita sangat mengenal HM Jusuf Kalla dan kini Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Di jajaran kepengurusan DDII Sulsel kali ini, Menteri Amran tercantum sebagai wakil ketua Dewan Penyantun.
Dengan potensi manusia dan sejarahnya, kita sangat berharap Sulsel akan menjadi salah satu daerah yang memelopori kebangkitan peradaban Islam. Dalam kesempatan itu, saya juga mengajak para guru besar dan pengurus DDII agar mulai merumuskan konsep peradaban masa depan dengan jelas. Tugas amar makruf nahi munkar wajib dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Tugas para dai, ulama, dan para cendekiwan yang tergabung dalam DDII Sulsel adalah melaksanakan amar makruf nahi munkar “bil-hikmah wa-mauidhah hasanah dan bi-mujadalah al-latiy hiya ahsan.” Dakwah memerlukan keikhlasan, ilmu yang benar dan kebijakan yang mumpuni.
Sebagaimana banyak daerah di Indonesia, Sulsel kini memiliki berbagai jenis lembaga pendidikan Islam yang dikenal unggul. Itu mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Tempat pelantikan pengurus DDII Sulsel, misalnya, adalah Kampus UMI.
UMI adalah salah satu Perguruan Tinggi Islam yang sudah berumur puluhan tahun dan dikenal secara luas di Indonesia. Kita berharap, UMI makin berperan dalam melahirkan ulama dan cendekiawan-cendekiawan besar di Indonesia. Potensi itu sangat besar.
Saatnya UMI menjadi teladan dalam melahirkan para pemimpin masyarakat yang berwibawa. Usai acara pelantikan, saya sempat mengisi diskusi di Kampus STIBA Wahdah. Ini kampus Islam yang memiliki kualitas pendidikan yang baik. Saatnya kampus-kampus Islam, seperti UMI, STIBA Wahdah, dan sebagainya, menjadi pelopor kebangkitan peradaban Islam di Makasar.
Kota doakan, semoga Allah menolong saudara-saudara kita yang sedang berjuang keras membangun peradaban Islam di Sulsel. Juga, kepada para pejuang fi-sabilillah, dimana saja mereka berada. Amin. (Depok, 25 April 2025).
Admin: Kominfo DDII Jatim
Redaktur: Ainur Rafiq Sophiaan
Editor: Sudono Syueb
