Oleh Sudono Syueb, Pengurus DDII Jatim Bidang Kominfo
Dewandakwahjatim.com, Sidoarjo – Masa Lansia adalah masa kritis, sisa usia unpredictable dan kematian selalu membayangi. Maka masa inilah waktu untuk memaksimalkan sisa usia dengan amal ibadah, memperkuat kesabaran, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. Masa ini adalah fase emas untuk memanen pahala dan meraih husnul khatimah.
Masa lansia bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan gerbang menuju fokus spiritual yang lebih mendalam. Di usia ini, setiap langkah kaki menuju masjid, setiap hela nafas yang diiringi dzikir, dan sisa tenaga yang digunakan untuk berbuat baik menjadi investasi akhirat yang tak ternilai. Menjadikan sisa usia sebagai ladang amal akan melapangkan jalan menuju ridho dan surga-Nya.
Dalam Al-Qur’an
Surah Al-Hijr Ayat 99 Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”
Makna ayat tersebut adalah perintah untuk terus meningkatkan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT tanpa batas usia, hingga akhir hayat menjemput.
Dalan Surah Al-Fatir Ayat 37 Allah Ta’ala berfirman:
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ
Artinya: “…Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan apakah tidak datang kepadamu pemberi peringatan?…”
Maknanya, Allah SWT menegaskan bahwa usia senja adalah kesempatan emas yang diberikan untuk merenung, bertaubat, dan mempersiapkan bekal.
Kemuliaan Lansia dalam Islam menurut Rasulullah SAW
Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ،
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.”
Maknanys, usia tua adalah sebuah anugerah, dan nilainya akan menjadi sangat agung di sisi Allah jika diisi dengan amal kebaikan.
Dzikir Adalah Amal Ibadah Terbaik
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَ أَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ وَ أَرْفَعِهَا فِيْ دَرَجَاتِكُمْ وَ خَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَ الْفِضَّةِ وَ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَ يَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوْا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: ذِكْرُ اللهِ
“Maukah kamu aku beritahukan sebaik-baik amal perbuatan sekaligus yang paling suci di mata Tuhan dan paling tinggi dalam (mengangkat) derajat serta yang lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik pula bagi kalian daripada berhada-hadapan dengan musuh kemudian kalian menebas leher mereka dan mereka juga menebas leher kalian?” Para sahabat menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Dzikir (kepada) Allah.” (H.R. Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim). (81).”
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang amalan terbaik. Beliau menjawab: “Lidahmu senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah.”
Makna: Dzikir adalah amalan ringan yang sangat dianjurkan bagi lansia untuk menjaga ketenangan hati dan terus mengingat Allah.
Peluang Taubat yang Terbuka Lebar (HR. Ibnu Majah):
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama (nyawa) belum sampai di kerongkongan.”
Makna: Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat dan memperbaiki diri di masa tua.
Dan lafal dzikir ysng paling utama menurut Rasulullah adalah mengucapkan kalimah thoyyibah Kaa ilaaha illallah (HR At-Tirmidzi no 3383)
Langkah Praktis Menjemput Surga di Usia Senja
Perbanyak Sholat Sunnah dan Dzikir: Mengisi waktu dengan sholat rawatib, tahajud, dan dzikir pagi-petang.
Menjaga Silaturahmi: Menyambung kasih sayang dengan keluarga, anak, cucu, dan sesama jamaah.
Sedekah Jariyah: Menyisihkan harta yang dimiliki untuk membantu sesama atau mewakafkan sebagian harta untuk kepentingan umat.
