Al-Mujahirun: Kaum yang Gemar Bongkar Aibnya Sendiri

Oleh Sudono Syueb, Pengurus Dewan Da’wah Jatim Bidang Kominfo

Dewandajwahjatim.com, Surabaya – Seluruh umat Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala kecuali kaum Al-Mujahirun, yaitu orang-orang yang gemar membongkar aibnya sendiri pada orang lain. Nabi SAW bersabda:

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلَانُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ. 

Rasulullah SAW bersabda:”Setiap umatku akan dimaafkan (atau mendapat keselamatan), kecuali orang-orang yang terang-terangan dalam berbuat dosa (al-mujahirin). Dan termasuk perbuatan terang-terangan adalah seseorang yang melakukan suatu perbuatan (maksiat) di malam hari, kemudian pada pagi harinya dia terbangun padahal Allah telah menutupiW perbuatannya itu. Lalu dia berkata: ‘Wahai Fulan, semalam aku telah melakukan ini dan itu.’ Padahal malam harinya Tuhannya telah menutupi aibnya, namun di pagi hari justru dia sendiri yang membongkar tirai penutup Allah dari dirinya
[4/6 01:58] sudonosyueb: Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai kandungan dan pelajaran penting dari hadis tentang larangan mujaharah (terang-terangan dalam berbuat dosa):

  1. Dalam Hadis ini ada Dua Istilah Kunci
    ١
    . مُعَافًى
  • (Mu’afan): Artinya adalah orang yang mendapatkan pengampunan, keselamatan, atau afiat (perlindungan) dari Allah di dunia dan akhirat. Hadis ini menegaskan bahwa peluang ampunan Allah sangat luas untuk setiap Muslim, kecualiW bagi satu kelompok yang disebutkan setelahnya.
    ٢. الْمُجَاهِرِينَ
  • (Al-Mujahirin): Orang-orang yang menampakkan kemaksiatan secara terang-terangan. Bentuknya bisa berupa melakukan dosa di depan umum tanpa rasa malu, atau melakukan dosa secara sembunyi-sembunyi lalu menceritakannya kepada orang lain dengan bangga.
  1. Poin Penting Kandungan Hadis
  • Bahaya Menggampangkan Dosa: Orang yang melakukan mujaharah dianggap meremehkan syariat Allah dan meremehkan pandangan-Nya. Hal inilah yang membuat mereka terancam tidak mendapatkan ampunan (mu’afan) dari Allah. Karena Allah tidak menyukai perkataan/perbuatan buruk yang diucapkan terang-terangan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الْجَــهْرَ بِا لسُّوْٓءِ مِنَ الْقَوْلِ اِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ سَمِيْعًا عَلِيْمًا
“Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 148)

  • Membongkar Penutup (Sitr) dari Allah: Ketika seseorang bermaksiat sendirian, Allah dengan sifat-Nya yang Maha Penutup (Al-Sattar) sebenarnya telah menyembunyikan aib tersebut dari manusia. Orang yang menceritakan kembali dosanya di pagi hari dinilai tidak bersyukur atas perlindungan dan kesempatan bertaubat yang Allah berikan.
  • Merusak Moral Masyarakat: Menampakkan dosa atau menceritakannya dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa. Hal ini bisa membuat kemaksiatan terasa “biasa” dan lumrah di tengah lingkungan sosial.
  1. Dua Jenis Mujaharah (Terang-terangan Berbuat Dosa)
  2. Secara Lisan: Melakukan maksiat secara rahasia, namun kemudian menceritakannya kepada teman atau menyebarkannya di media sosial demi pengakuan, kesenangan, atau kesombongan.
  3. Secara Tindakan: Sengaja melakukan perbuatan melanggar agama atau norma di tempat terbuka yang disaksikan oleh orang banyak tanpa ada rasa bersalah.

Orang-orang Mujahiruun itu diancam Allah Ta’ala dengan Azab yang pedih baik di dunia maupun di akhirat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَا حِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 19)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *