Oleh Rohmatin, M. Pd (Wakil Ketua Dewan Dakwah Jatim Bidang Kemuslimatan)
Dewandakwahjatim,com, Surabaya – Alhamdulillah..dengan ijin Alloh Ta’ala, pada hari Ahad, 8 Februari 2026 telah terlaksana kegiatan Bakti Sosial “Berbagi Keberkahan” di dusun Sendangbiru desa Tambakrejo Kec. Sumbermanjing Kab. Malang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Dakwah Wilayah Jawa Timur Bidang Kemuslimatan, Aitam dan Kesehatan.
Bakti sosial kali ini terasa istimewa karena dihadiri oleh penerima manfaat sebanyak 300 warga binaan Da’iyah Dewan Dakwah dan 25 anak aitam. Warga dusun Sendangbiru yang mendapat undangan untuk menerima bingkisan dan pemeriksaan kesehatan dari Dewan Dakwah, menyambut dengan antusias. Terlihat dari kehadiran warga dan kerjasama yang baik dari masyarakat dalam menyiapkan kegiatan ini.
Bidang Kesehatan dalam kesempatan ini tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, juga memberikan pencerahan agar hidup sehat. Pencerahan bidang kesehatan kali ini disampaikan oleh dr. Kresna Agung Prabowo, SpB SubspBVE (K), Pengurus Dewan Dakwah Malang Raya yang menyampaikan tentang cara mudah hidup sehat.
Satu-satunya dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular sekaligus seorang Konsultan dengan kualifikasi tertinggi di bidangnya ini menjelaskan bahwa untuk hidup sehat cukup dengan iman dan islam. Sebagai contohnya
bahwa dengan puasa saja kita bisa sehat. Apalagi ditunjang dengan amal ibadah lainnya.
Maka saat puasa, obat boleh disimpan. Kenapa? Karena kebanyakan sakit disebabkan oleh makanan. Saat puasa makan dibatasi sehingga tidak semua makanan bisa kita makan karena daya tampung perut yang terbatas. Kecuali orang-orang yang buka puasanya balas dendam, semua makanan disantap.
Dalam kesempatan ini pula dr. Kresna menjelaskan tentang Metabolik sindrom, penyakit yang banyak diderita oleh warga Indonesia, yaitu Hipertensi, Diabetes, Kolesterol. Maka dengan menjaga makanan dan minuman, penyakit-penyakit tersebut akan kabur dari tubuh kita.
Selain makanan, yang dapat membuat sehat adalah pikiran. Maka dianjurkan untuk selalu berdzikir supaya pikiran bisa tenang. Sembilan puluh persen rasa sakit berasal dari pikiran. Sakit itu ada di pikiran, “Klo kita berpikir tidak sakit maka tidak akan sakit”. Beliau mencontohkan seorang tentara yang mengikuti pelatihan beliau tentang keterampilan merawat luka saat bertugas di pedalaman. Ada seorang tentara yang menolak untuk mendapat suntik bius saat praktek menjahit luka. Alasannya, dalam fikiran tentara tersebut bahwa luka dijahit tidak akan terasa sakit. Dan benar pula, ternyata tentara tersebut benar-benar tidak merasakan kesakitan saat luka di tangannya dijahit.
Selain dengan dzikir, agar pikiran tenang maka menaruh harapan hanya kepada Alloh semata, jangan kepada yang lain. Karena selain Alloh tidak dapat memberikan jawaban atas semua persoalan kita.
