Laporan: Diah Kartikarini, S.S. (Ketua Panitia Bakti Sosial Dewan Da’wah Jawa Timur)
Dewandakwahjatim.com, Malang – Kabut tebal disertai rintik hujan menyambut kedatangan pengurus wilayah Dewan Da’wah Jawa Timur, khususnya Bidang Kemuslimatan, Bidang Aitam dan Bidang Kesahatan saat memasuki Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Sabtu sore 7 Februari 2026. Rombongan harus berhati-hati karena jarak pandang yang terbatas di atas jalan mendaki dan berkelok menuju tempat bermalam. Dinding bukit di kiri jalan, bibir lembah yang curam namun sangat subur di kanan jalan.
Selepas maghrib, tibalah rombongan di penginapan yang belokasi persis di depan Masjid Al Falah Sendangbiru yang dulunya merupakan masjid binaan Allahyarham Ustadz Dhofir Muntasib. Beliau adalah da’i Dewan Da’wah yang memiliki peran signifikan dalam da’wah di tengah masyarakat yang saat itu 80 persen nasrani hingga menjadi 90 persen muslim.
Malam itu sejumlah pengurus yang juga panitia bakti sosial (baksos) menyempatkan mengunjungi Masjid Al Ikhlas, venue baksos yang jika ditempuh dengan berkendara hanya sekira 5 menit dari tempat menginap.
Rombongan disambut oleh Ustadzah Sofiatun, istri mendiang Ustadz Dhofir. Seorang ibu paruh baya yang kerap dipanggil Umi Atun menyambut dengan hangat dan sangat bersemangat menceritakan kiprah da’wah beliau dalam meneruskan perjuangan suami. Saat ini Umi Atun mengasuh beberapa kelompok majelis taklim yang jumlah anggotanya mencapai lebih dari 600 orang dan tersebar di seluruh pelosok Dusun Sendangbiru, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dengan sedikit bernostalgia, beliau mengenang suka duka yang harus dihadapi ketika mendampingi suami berda’wah di tengah masyarakat yang mayoritas non-muslim, serta berbagi sejumlah tips da’wah, utamanya untuk menghadapi masyarakat pesisir serta nelayan yang tinggal di lereng bukit dan lembah.
Obrolan semakin gayeng, ketika seorang bapak yang tinggal di rumah kecil samping masjid menyuguhkan seteko kopi panas dan sepinggan besar buah pisang masak pohon. Umi Atun mengungkap rasa haru dan apresiasi kepada tim Laznas Dewan Da’wah yang telah datang sejak pagi hari untuk memasang sejumlah fasilitas pendukung masjid. Kedatangan Dewan Da’wah di Sendangbiru kali ini seolah reuni da’wah setelah delapan tahun berselang sejak kiprah da’wah bil hal dilaksanakan di dusun ini.
Pagi, 8 Februari 2026 kami tiba di masjid yang berlokasi di tepi Jalan Lintas Selatan (JLS) Kampung Anyar Sendangbiru setengah jam sebelum acara. Pelataran masjid telah dipenuhi masyarakat, sehingga panitia segera menempati pos pendaftaran dan memulai proses registrasi. Pos Pemeriksaan Kesehatan disiapkan dengan layak dan segera setelah kedatangan tim dokter dan tenaga kesehatan, masyarakat yang hadir sudah bisa menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bagi yang memiliki masalah kesehatan, akan pulang membawa obat-obatan tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Dukungan tim perawat dari Klinik Asy Syifa yang didirikan oleh dr. Kresna dan berlokasi di Sumbermanjing semakin memperlancar proses pelayanan kesehatan.
Acara inti diawali dengan lantunan ayat suci Al Qur’an yang dibacakan oleh ananda Syifa, hafidzah cilik asuhan Umi Atun. Kemudian Ustadz KH Muhammad Ali Zubair S.Pd.I. menyampaikan sambutan mewakili pengurus wilayah Dewan Da’wah Jawa Timur. Beliau yang juga Ketua Pengurus Daerah Dewan Da’wah Kabupaten Malang menyatakan siap mendukung dan berkolaborasi dengan masjid-masjid yang ada di Sendangbiru untuk mengoptimakan sinergi da’wah utamanya di bulan Ramadhan. “Penguatan da’wah Ramadhan jadikan sebagai syi’ar interaksi ukhuwah. Dewan Da’wah berdiri untuk Islam dan ummat, bukan golongan tertentu,” tegas beliau. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Mahila Surya Surya Dewi, S. Sos, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, namun sekitar 15 tahun yang lalu pernah menjabat sebagai Camat Sumbermanjing Wetan. Beliau menilai bahwa kegiatan bakti sosial yang dilakukan Dewan Da’wah sangat tepat sasaran dan berharap agar kegiatan serupa terus dilaksanakan supaya semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Penyuluhan Kesehatan disampaikan oleh dr. Kresna Agung Prabowo SpB SubspBVE (K). Di hadapan ratusan jamaah yang memadati area dalam dan luar masjid beliau menyampaikan sepuluh hari lagi ummat muslim semuanya akan sehat, dengan catatan melakukan puasa dengan benar dan berserah diri kepada Allah semata. Dokter spesialis bedah, subspesialis Vaskular dan Endovaskular ini mengingatkan pentingnya dzikrullah untuk ketenangan pikiran. “Rasa sakit itu 90 persen berasal dari pikiran, jika pikiran kita tenang penyakit akan menjauh,” jelas beliau. Kehadiran beliau pada baksos kali ini adalah wujud kerjasama pengurus wilayah Dewan Da’wah Jawa Timur Bidang Kesehatan dan Dewan Da’wah Kabupaten Malang.
Acara semakin hangat ketika Ustadzah Rohmatin, M.Pd. yang merupakan Wakil Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur Bidang Kemuslimatan menyampaikan tausiyah seputar pentingnya menjaga akidah dan memelihara ukhuwah. “Baju kita boleh berbeda, namun agama yang kita pegang sama. Teruslah mengawal akidah hingga Islam menjadi rahmatan lil ‘alamin,” pungkas beliau.
Di penghujung acara Ustadz Muhammad Ali Zubair, yang juga aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur Bidang Aitam menutup acara dengan do’a.
Selanjutnya dimulailah kegiatan pembagian 300 paket sembako dan 300 paket pakaian layak pakai. Paket sembako berisi beras, minyak, gula, kecap, mie instan dan sabun cuci piring. Sedangkan pakaian sangat layak pakai yang dibagikan bervariasi untuk meringankan kebutuhan sandang masyarakat. Pembagian berlangsung sangat sistematis dan efisien sehingga 300 paket terdistribusikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dalam waktu kurang dari satu jam. Dalam hal ini panitia berterima kasih atas upaya yang telah dilakukan Umi Atun dan panitia lokal yang telah bekerja keras mendata, menyeleksi hingga menyebarkan kupon undangan kepada mereka yang benar-benar butuh sentuhan da’wah bil hal dari Dewan Da’wah. Momen haru terjadi ketika menjelang panitia berpamitan, seorang nenek berpakaian sangat sederhana datang meminta bersalaman dan mengucapkan terima kasihnya dengan terbata-bata.
Kepedulian kepada aitam diwujudkan dengan mengundang 25 anak yatim untuk menghadiri acara baksos. Masing-masing menerima santunan uang tunai dan paket bingkisan yang bermanfaat untuk menunjang studi mereka. Usia anak yatim bervariasi, mulai 5 tahun hingga 15 tahun. Santunan diserahkan langsung oleh Ibu Arifah dan Ibu Supini, pengurus wilayah Dewan Da’wah Bidang Aitam.
Selesai acara seluruh panitia baik dari Dewan Da’wah maupun panitia lokal menikmati hidangan khas pesisir, yakni ikan bakar dan aneka olahan ikan lainnya. Saat berpamitan, tersampaikan komitmen untuk saling meneguhkan sinergi da’wah demi terpeliharanya akidah ummat.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
