Oleh Nofa Miftahudin, Alumni Ponpes YTP 2008, Kertosono-Nganjuk
Dewandakwahjatim.com, Malang – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan Khotaman Al-Qur’an dan Imtihan ke-9 TPQ Baiturrohmah metode Qira’ati yang digelar di Dusun Banjartengah, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga dhuhur ini diikuti oleh 32 peserta khataman dan dihadiri puluhan wali murid serta tokoh masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Takmir Masjid Baiturrohmah, Koordinator Qira’ati Cabang Malang 2, para ustadz-ustadzah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan kuatnya sinergi antara lembaga pendidikan Al-Qur’an, masyarakat, dan orang tua dalam membangun generasi Qur’ani sejak usia dini.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi yang sarat makna. Para peserta khataman berjalan menyusuri jalan setapak menuju lokasi acara dengan diiringi langsung oleh kedua orang tua mereka, sebagai simbol kebersamaan, tanggung jawab, dan doa orang tua dalam perjalanan anak bersama Al-Qur’an. Setibanya di lokasi, suasana semakin semarak dengan lantunan shalawat dari tim terbangan yang menyambut para santri.
Pada sesi inti, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui muroja’ah surat-surat pendek mulai dari Surat Adh-Dhuha hingga An-Naas, pembacaan ghorib dan tajwid, serta sesi tanya jawab langsung seputar pelajaran Qira’ati yang diajukan oleh hadirin. Momen ini menjadi bukti konkret kualitas pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis dan terukur melalui metode Qira’ati.
Koordinator Qira’ati Cabang Malang 2 dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program terbaru Qira’ati menargetkan anak didik sebelum usia 9 tahun telah hafal Al-Qur’an, sebagai ikhtiar menyiapkan generasi emas penjaga wahyu di tengah tantangan zaman.
Sementara itu, Ustadzah Lilik, Kepala TPQ Baiturrohmah, menegaskan bahwa khataman bukanlah akhir perjalanan.
“Khotaman ini bukan akhir dari belajar Al-Qur’an, tetapi justru menjadi bekal awal untuk memasuki jenjang berikutnya, yaitu pra PTPT,” ujarnya.
Pada program pra PTPT, para santri ditargetkan untuk khatam Al-Qur’an sebanyak 60 kali dalam waktu kurang lebih satu tahun, sebagai upaya melancarkan bacaan Al Qur’an, menyiapkan menuju program PTPT, pemahaman, dan adab terhadap Al-Qur’an.
Kesan mendalam juga disampaikan dalam sambutan perwakilan wali santri, Bapak Nofa, yang menyentuh hati hadirin.
“Panjenengan dipilih oleh Allah untuk menjadi bagian dari penjaga Al-Qur’an. Anak panjenengan adalah mutiara yang sangat mahal dan tidak ternilai. Maka tolong dijaga, dibersamai, dan diarahkan agar benar-benar menjadi Ahlul Qur’an,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar Dusun Banjartengah kelak tumbuh menjadi Kampung Al-Qur’an, yang mampu menjadi percontohan bagi wilayah Malang Raya, bahkan menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Kegiatan Khotaman Al-Qur’an dan Imtihan ke-9 TPQ Baiturrohmah ini pun ditutup dengan rasa syukur mendalam serta ramah tamah makan bersama dengan berbagai menu yang disajikan. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan, menjadi bukti bahwa dari desa, cahaya Al-Qur’an terus menyala untuk masa depan umat dan bangsa.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
