Oleh Djuwari Syaifudin, Wasek Bidang Pengembangan dan Pembinaan Daerah DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Dalam suatu kajian yang disampaikan oleh ustadz Ahmad Idris dari Jombang, beliau menyampaikan apa istighfar itu, uraiannya dibawah ini, yang tidak disertai dasar dari Al Qur’an maupun Hadits tetapi berdasar ilmu bahasa, namun penulis mencoba melihat kamus dan Al Qur’an terjemah, semoga menjadi tambahan ilmu yang sangat bermanfaat.
Kebanyakan orang menganggap bahwa ISTIGHFAR (اِسْتِغْفَرُ) = mohon ampun
Dengan mengucap: “astaghfirullah” (اَسْتَغْفِرُاللّٰه) mereka merasa telah “minta ampun” kepada Allah dari segala ‘dosa’ yang telah dilakukannya.
Pertanyaannya Apakah itu salah?. Bila ada pertanyaan begitu jawabnya betul “Hanya kurang pas.”
Bukankah اَسْتَغْفِرُاللّٰه artinya: “Ampunilah saya ya Allah?”. Mari kita kaji bersama asal kata, Istilah “ISTIGHFAR” berasal dari kata: “Ghafara” (غَفَرَ) bentuk kata kerja lampau ( fi’il madhi). Mempunyai beberapa arti, antara lain.
- Telah mengubah
- Menutup atau
- Memperbaiki
Dari arti tersebut yang Paling tepat yang mana ?”
Ghafara berubah menjadi ” MAGHFIRAH” bentuk kata benda jadian ( masdar miem).
Maghfirah mempunyai beberapa arti antara lain :
- Maghfirah (مَغْفِرَةٌ) artinya: Perubahan atau
Penutupan atau Perbaikan - Maghfirah dalam Islam berarti ampunan Allah SWT yang berasal dari akar kata ghafara, bermakna menutupi dan melindungi hamba dari dampak dosa.
MAGHFIRAH yang selama ini kita maknai sebagai AMPUNAN ternyata yang tepat adalah: perubahan atau penutupan atau perbaikan
Dengan demikian ISTIGHFAR yang berasal dari ghafara (غَفَرَ ->…اِسْتِغْفَرَ ) artinya menjadi:
Mohon perubahan atau mohon penutupan atau mohon perbaikan.
“Singkatnya ” Astaghfirullah*” (استغفرالله) artinya: saya mohon perubahan pada Allah atau Saya mohon penutupan.. atau mohon perbaikan.
Jadi, ISTIGHFAR itu adalah: Minta ” perubahan” agar perbuatan dan ucapan yang tidak sesuai ajaran Allah, menjadi sesuai menurut ajaran-Nya (Al-Quran).
Minta agar segala perbuatan dan ucapan yang tidak sesuai ajaran-Nya, ” ditutup” rapat-rapat, hingga kemudian sesuai ajaran Allah.
Mohon ada ” PERUBAHAN” dari kebiasaan hidup: JAHILIYAH menjadi kehidupan ILMIAH (sesuai Ilmu Allah).
Dari kehidupan gelap-gulita ( DHULUMAT) menjadi hidup ” NUR” (Qur’any).
Atau Dari kehidupan BATHIL menjadi Kehidupan yang HAQ
Dalam Al-Munjid, kata “Istighfar” berasal dari akar kata غَفَرَ – يَغْفِرُ – غَفْرًا (Ghafara – Yaghfiru – Ghafaran).
Arti Dasarnya : ikut wazan Satara (سَتَرَ) atau Ghattha (غَطَّى) yang berarti Menutupi, Menyembunyikan, atau Melindungi.
Akar Kata: Istighfar berasal dari akar kata Arab “ghafara” (غفر) yang berarti menutupi atau mengampuni.
Istighfar: اِسْتِغْفَار Bentuk Kata Kerja (Memohon): أَسْتَغْفِرُ (Astaghfiru) Lafadz Lengkap: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ (Astaghfirullahal’adzim)
Arti Harfiah: Secara harfiah, istighfar berarti memohon ampunan (طلب المغفرة – thalabul maghfirah).
Berdasarkan Kamus Al-Munawwir (Kamus Arab-Indonesia populer), istighfar berasal dari akar kata ghafara (غَفَرَ) yang memiliki makna dasar menutupi atau memaafkan.
Jadi? “Semua permohonan untuk Perubahan, Penutupan dan Perbaikan kesalahan itu sudah dijelaskan secara gamblang dalam Al-Quran.”
“Bukankah Allah menurunkan Al-Quran itu sebagai pedoman untuk memperbaiki kualitas hidup manusia sekaligus sebagai pemilah antara yang HAQ dan yang BATHIL?”
“Dan mohon ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sejujurnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (QS Hud : 90) Makna yang sama disebutkan juga dalam firman-Nya yang lain : فَقُلْتُاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.’ (QS Nuh: 10)
سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Artinya: “berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid : 21)
وَاللَّـهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ
Artinya: “…sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya…” (Qs. Al-Baqarah: 221)
Wallahu’alam bishowab
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
