Oleh Sigit Subiantoro, Wakil Ketua DDII Kediri
Dewandakwahjatim.com, Kediri – Suatu hari Rasulullah sedang bercanda dengan istrinya, Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘anha dengan kelembutan.
Kemudian beliau berkata sambil tersenyum. “Wahai Aisyah, aku tahu kapan engkau sedang ridha kepadaku, dan kapan engkau sedang marah.
Aisyah merasa penasaran, lalu bertanya, ” Dari mana engkau tahu, ya Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Jika engkau ridha kepadaku, engkau akan berkata, ‘Demi Tuhannya Muhammad’, tapi jika engkau sedang marah, engkau akan berkata, ‘Demi Tuhannya Ibrahim’.
Mendengar itu Aisyah tertawa malu, lalu berkata:
“Benar ya Rasulullah, tetapi sungguh demi Allah, aku hanya meninggalkan namamu, bukan cintaku padamu.”
(HR Bukhari no. 5228 dan Muslim no. 2439)
Kisah ini terjadi ketika Aisyah cemburu, sering kali dikaitkan dengan penyebutan nama Khadijah, atau situasi cemburu lainnya, yang menunjukkan rasa cinta yang besar.
Hadits ini juga menegaskan kepekaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap emosi istrinya dan perlakuan romantis meskipun sedang dalam situasi ngambek.
Kisah ini menunjukkan kecemburuan manusiawi istri kepada suaminya, dan kepekaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap perasaan istrinya.
Semoga bermanfaat
kisahrasuldanaisyah rumahtanggabahagiaselamanya
ifestory
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
