Kisah Da’i Pengabdian Ustadz Zainul Hasan, S.Sos. Da’i Dewan Da’wah | Alumni ADI Jawa Timur
Laporan Kominfo DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Sulawesi Tengah – Ustadz Zainul Hasan, S.Sos, adalah kader da’i Dewan Da’wah Jawa Timur. Ia ditempa melalui pendidikan ADI Jawa Timur selama satu tahun, kemudian melanjutkan pengkaderan Strata Satu di STID Mohammad Natsir, Jakarta. Usai pendidikan, ia di tugaskan membersamai masyarakat di pelosok negeri hingga hari ini.
Ketika malam turun di Dusun Uemalingku, gelap benar-benar menjadi penguasa. Tak ada lampu jalan. Tak ada sinyal komunikasi. Hanya sunyi hutan, desir angin, dan langkah kaki yang dituntun cahaya kecil dari sebuah senter. Di jalan itulah Ustadz Zainul Hasan melangkah bukan sekadar untuk hadir, tetapi untuk menjemput hati manusia.
Dusun Uemalingku terletak di Kecamatan Mamo Salato, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Wilayah ini dikepung alam yang keras: pegunungan menjulang hingga 2.500 meter di atas permukaan laut, teluk dan pulau-pulau kecil yang berbatasan dengan Laut Banda, serta hutan lebat yang menjadi rumah bagi suku pedalaman Tau Ta’a Wana. Dakwah di sini bukan tentang panggung dan sorotan, melainkan tentang keteguhan, kesabaran, dan kesetiaan pada amanah.
Sebelum kehadiran da’i, kehidupan masyarakat berjalan sendiri-sendiri. Warga lebih banyak menetap di kebun dan hutan, berjuang untuk sekadar bertahan hidup. Masjid nyaris tak terurus. Pengajian hampir tak pernah terdengar. Dari sekitar 130 kepala keluarga, umat Islam hanya sekitar 15,38%, hidup berdampingan dengan pemeluk Kristen dan kepercayaan lokal. Islam ada, namun nyaris tak bersuara.
Ustadz Zainul Hasan tidak datang membawa ceramah panjang dan tuntutan. Ia datang dengan sapaan hangat, kunjungan yang konsisten, dan kesediaan untuk mendengar. Dari rumah ke rumah, bahkan hingga kebun-kebun yang jauh dari pemukiman, dakwah disampaikan perlahan dengan keteladanan dan kesabaran.
Perubahan pun mulai terasa. Anak-anak belajar mengaji. Ibu-ibu berkumpul dalam pengajian sederhana. Masjid kembali hidup. Shalat Jumat mulai terisi. Dakwah bekerja dengan caranya sendiri tenang, senyap, namun mengubah.
Tantangan datang silih berganti. Sinyal komunikasi yang sulit, lampu dusun yang sering padam, jalanan gelap tanpa penerangan, hingga konflik sosial yang menguji kesabaran dan keikhlasan. Tak jarang, Ustadz Zainul Hasan harus menyusuri malam hanya berbekal sebuah senter dan keyakinan pada pertolongan Allah.
Dari sunyi Morowali Utara, Ustadz Zainul Hasan menitipkan pesan yang lahir dari perjalanan panjang dakwah:
“Dalam hidup, kita hanya dihadapkan pada dua pilihan: melanjutkan jalan dakwah atau berhenti meninggalkannya. Tujuan hidup ini satu, yaitu mencari ridho Allah.”
Ia mengingatkan firman Allah dalam Surah
Asy-Syams ayat 8:
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya.”
Manusia hanya tinggal memilih, lalu membersihkan jiwanya agar menjadi golongan yang beruntung.
Melalui langkah-langkah sunyi Ustadz Zainul Hasan, S.Sos, cahaya Islam tetap terjaga di pelosok negeri. Mari kita kuatkan dan dukung para da’i, karena dari merekalah harapan umat dititipkan.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
