3 (TIGA) JALAN RINGAN MEMPERBAIKI DIRl

Oleh Djuwari Syaifudin, Wasek Bidang Pengembangan dan Pembinaan Daerah DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – –
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

Maukah kalian aku beritahukan amalan,.. yang dengannya akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?”
Para sahabat menjawab: Mau wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Menyempurnakan wudhu di saat yang sulit,.. banyak melangkah menuju masjid, dan menunggu sholat setelah sholat, itulah ribath (perjuangan).” [HR. Muslim]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,.. telah memberitahukan jalan untuk memperbaiki diri kita, yaitu di antaranya adalah TIGA AMALAN.

Manusia setiap hari membuat dosa dan kesalahan, yang jika terus menumpuk akan merusak jiwanya.

Akan tetapi Allah subhanahu wa ta’ala dengan kasih sayangNya, telah memberikan jalan bagi kita, untuk memperbaiki diri kita di hadapanNya, dengan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat kita.

Itulah tiga jalan untuk memperbaiki diri kita, menghapus dosa-dosa kita, mengangkat derajat kita di sisi Allah.

Pertama: Berwudhu di saat yang berat, misalnya setiap kali hendak tidur atau waktu lainnya, dan bahkan setiap kali batal wudhu, disunnahkan untuk memperbaharui wudhu kita berdasarkan hadits Nabi, terjemahnya.
Anjuran ini didasari oleh hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, di mana Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Bilal bin Rabah RA tentang amalan yang membuatnya suara sandalnya terdengar di surga:
“Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku perbuatanmu yang paling utama dalam Islam yang engkau amalkan, sebab aku mendengar di hadapanku suara kedua sandalmu di surga?” Bilal menjawab, “Tidak ada suatu amalan pun yang aku kerjakan yang lebih utama di sisiku, melainkan setiap kali aku berhadas (batal wudu), aku langsung bersuci (berwudlu) dan shalat dua rakaat (shalat sunah wudu).”

Dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda:
Tidaklah seorang hamba Muslim berwudhu, lalu menyempurnakan wudunya, kemudian ia shalat (sunah wudhu) dua rakaat, melainkan diwajibkan (dijamin) baginya Surga.”

Kedua: Banyak melangkah menuju masjid, yaitu senantiasa menghadiri shalat berjamaah di masjid, khususnya bagi kaum laki laki.
Untuk laki-laki Muslim, sebagai kewajiban (fardhu kifayah atau bahkan fardhu ‘ain bagi yang dekat), untuk meraih pahala besar (lebih utama 27 derajat dari sholat sendiri) dan berbagai keutamaan seperti naungan di akhirat, cahaya di hari kiamat, dan termasuk golongan yang memakmurkan masjid.

Hadits riwayat Muslim dari.Abu Hurairah.
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِـي الْـجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَىٰ صَلَاتِهِ فِـيْ بَيْتِهِ ، وَفِـيْ سُوْقِهِ ، خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ ضِعْفًا ، وَذٰلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ ، فَإِذَا صَلَّىٰ  لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّـيْ عَلَيْهِ مَا دَامَ فِـيْ مُصَلَّاهُ: اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ ، اَللّٰهُمَّ ارْحَمْهُ ، وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِـيْ صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ.

Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah akan dilipat-gandakan 25 (dua puluh lima) kali lipat daripada shalat yang dilakukan di rumah dan di pasarnya. Yang demikian itu, apabila seseorang berwudhu’, lalu ia menyempurnakan wudhu’nya, kemudian keluar menuju ke masjid, tidak ada yang mendorongnya untuk keluar menuju masjid kecuali untuk melakukan shalat. Tidaklah ia melangkahkan kakinya, kecuali dengan satu langkah itu derajatnya diangkat, dan dengan langkah itu dihapuskan kesalahannya. Apabila ia shalat dengan berjama’ah, maka Malaikat akan senantiasa bershalawat (berdoa) atasnya, selama ia tetap di tempat shalatnya (dan belum batal). Malaikat akan bershalawat untuknya, ‘Ya Allâh! Berikanlah shalawat kepadanya. Ya Allâh, berikanlah rahmat kepadanya.’ Salah seorang di antara kalian tetap dalam keadaan shalat (mendapatkan pahala shalat) selama ia menunggu datangnya waktu shalat.

Dalam hadits lain, dari Sahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً.
Barangsiapa pergi (berangkat) ke masjid baik di waktu pagi atau sore hari, maka Allâh menyediakan baginya hidangan di Surga setiap kali ia berangkat di waktu pagi atau sore hari.

Dari Anas Radhiyallahu anhu , ia mengatakan bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى ِللهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا فِـيْ جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيْرَةَ اْلأُوْلَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ : بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ.

Barangsiapa shalat jama’ah dengan ikhlas karena Allâh selama empat puluh hari dengan mendapati takbir pertama (takbiiratul ihram), maka ia dibebaskan dari dua perkara: dibebaskan dari neraka dan dibebaskan dari kemunafikan.HR. At-Tirmidzi, no. 241. Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah, no. 2652

Ketiga: Menunggu sholat setelah sholat, misalnya setelah sholat Maghrib berjamaah, tetap duduk berdzikir atau berdoa atau kajian ilmu, sambil menunggu didirikannya sholat Isya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allâh, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” Al Ahzab : 41-42]

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman, yang artinya, “… Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“ Al-Ahzâb:35]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
سَبَقَ الْمُفَرِّدُوْنَ قَالُوْا: وَمَا الْمُفَرِّدُوْنَ  يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: اَلذَّاكِرُوْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتُ

“al-Mufarridûn telah mendahului.” Para sahabat berkata, “Siapa al-Mufarridûn wahai Rasûlullâh?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kaum laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allâh.”

Inilah 3 jalan yang memperbaiki keadaan diri kita. Mari kita tempuh 3 jalan tersebut dengan penuh kesungguhan, karena membutuhkan perjuangan berat, melawan malas dan lemahnya jiwa.

Mudah-mudahan Allah memberikan taufiqNya kepada kita, agar dapat mengamalkan ketiganya,Aamiin…

والله أعلم بالصواب، وبالله التوفيق

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *