Memodernasi Pendidikan Da’i

Oleh lmron W. Harits, Ph.D.,
Anggota bidang Pendidikan PW Dewan Dakwah Jawa Timur

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Pernyataan “Memofernasi Pendidikan Da’i” tersebut muncul seiring dengan era pendidikan yang modern dan kini juga maraknya penggunaan AI ( Artificial Intellegence). Sehingga mau tidak mau pengaruh digitalisasi termasuk AI masuk ke ruang – ruang pendidikan termasuk pendidikan dakwah di dalamnya. Fungsi AI ini salah satunya bisa untuk memberdayakan umat melalui dakwah kewirausahaan.

Berkaitan dengan pendidikan da’i yang meminjam istilah Muhammadiyah yaitu pendidikan da’i yang berkemajuan dan konsepnya kekinian. Dewan dakwah yang concern pada pendidikan dan pembinaan da’i mau tidak mau harus memodernasi, mengupgrade da’i – da’i nya agar mampu berdakwah dengan pendekatan kekinian. Artinya da’i bukan semata sosok yang mampu berdakwah dengan lisannya saja tapi mampu mengartikulasikan keinginan – keinginan jama’ahnya termasuk penggunaan media digital dan juga mampu memberdayakan jamaahnya secara ekonomi agar memiliki kehidupan lebih baik dan mandiri secara ekonomi. Sehingga AI dan konsep kewirausahaan modern harus dikuasai.

Dalam Islam konsep dakwah, bahwa Islam disebarluaskan dan diperkenalkan kepada umat manusia melalui aktivitas dakwah, tidak melalui kekerasan, pemaksaan atau kekuatan senjata. Islam tidak membenarkan pemeluk-pemeluknya melakukan pemaksaan terhadap umat manusia ( Shofiyah, 2015). Sedangkan da’i disini pastinya berbeda dengan penceramah karena da’I tidak hanya berdakwah dengan lisannya tetapi juga dengan perbuatannya. Oleh karena itu faktor – faktor penunjang seperti penguasaan AI dan konsep kewirausahaan (entrepreneurship) perlu untuk dikuasai sehingga konsep dakwahnya bisa berlangsung secara lebih modern.

Peran AI dalam Wirausaha

AI yang saat ini trending di dunia memiliki peran yang cukup signifikan untuk menunjang wirausaha yang akan dilakukan da’i – da’i dalam rangka memberdayakan ekonomi umat. Misalnya platform Mekari Qontak, Zendesk, Intercom dll. yang bisa digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan berwirausaha.

Da’i tidak hanya mengusai ilmu dakwah secara lisan, tetapi saat ini harus memiliki faktor penunjang lain. Penggunaan AI tersebut bisa terkait perencanaan wirausaha, perencanaan keuangan, strategi bisnis, marketing dan urusan lain. Oleh karena itu, seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi dan juga digitalisasi maka mutlak faktor penunjang da’i ini perlu untuk masuk dalam kurikulum pengajaran pendidikan da’I seperti di Akademi Da’I milik DDII.

Peran kurikulum dalam membentuk da’I yang berkualitas unggul dan berkemajuan sangatlah penting. Sehingga, dakwah yang sebelumnya hanya berkutat pada masalah – masalah dakwah lisan akan semakin efektif dengan dakwah melalui pemberdayaan umat. Algoritma AI ini saat ini telah menjadi sebuah keniscayaan yang harus dikuasai sebagai salah satu kompetensi termasuk dakwah umat. Sebab jika tidak menggunakan pelibatan AI dalam dakwah, maka lambat laun akan semakin tertinggal dengan kemajuan Teknologi dan komunikasi yang makin cepat. DDII pun saya yakin akan terus membekali calon- calon da’I dengan segala kemampuan berdakwah yang bermanfaat untuk umat.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *