Oleh Sigit Subiantoro, Wakil Ketua DDII Kediri
Dewandakwahjatim.com, Kediri —
Sesungguhnya kehidupan dunia adalah negeri ujian dan penuh dengan cobaan. Tidaklah seorang hamba hidup di dunia kecuali dia akan diuji dan nantinya akan kembali kepada Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman,
ۙ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَآءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِا لْحُسْنٰى
“… (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).”
(QS An-Najm 53: 31)
Ujian dan cobaan dalam hidup di dunia kadang-kadang berupa kelapangan hati dan kenikmatan, namun kadang-kadang juga berupa kesempitan dan musibah. Bisa berupa sehat maupun kondisi sakit, bisa berupa kekayaan dan kemiskinan. Seorang mukmin akan menghadapi ujian dalam dua keadaan: susah dan senang.
Seorang mukmin dalam kondisi kesusahan akan mendapatkan kebaikan, berupa pahala orang yang bersabar, dan kondisi lapang dan senang akan mendapatkan pahala orang yang bersyukur. Senantiasa berubah-ubah kondisinya antara sabar dan syukur.
Allah berfirman,
ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّـكُلِّ صَبَّا رٍ شَكُوْرٍ
“… Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur.”
(QS Luqman 31: 31)
Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita dan kita senantiasa berusaha agar kita menjadi orang yang beruntung dan mendapatkan kemenangan dalam menghadapi ujian dan cobaan.
Barakallahu fiikum
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
